TERIMA KASIH SUDAH BERKENAN MASUK DAN MEMBACA, APALAGI JIKA KALIAN MEMBERIKAN KOMENTAR SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH. KALAU TIDAK SUKA TINGGAL DI CLOSE TAB KOK.

Cerita Tentang Warnet

Karena masa lalu memang indah untuk dikenang, bukan untuk dibenci. Tapi untuk kita ambil sebuah pelajaran berharga. Masa lalu juga salah satu bahan pembicaraan dengan kawan-kawan lama. Atau bahkan bisa kita berbincang dengan mantan kita, tentunya mantan tidak harus kita benci bukan? Tapi entahlah, dia membenciku. Sayang sekali, awal baik sekarang menjadi musuh. Dosa, sungguh rasanya ku berdosa.


Salah satu perbincangan konyol siang hari ini antara aku dan sahabatku. Sebut saja Kempir, anunya kempir, lower, moder, beleder, alahhh. Itulah pokoknya.
Sejatinya, aku membuka facebook hari ini hanya mengisi kekosongan aktivitas yang benar-benar menjadi hari dimana aku adalah orang yang tidak produktif. Tapi tidak steril kok insyaAllah masih subur.



I see, dia ulang tahun. Sahabatku sedari SMA.

Dia pernah suka dengan aku, dan akupun tau itu. Tapi aku menjaga, supaya persahabatan ini tidak rusak karena ada rasa suka diantara aku dan dia. Well, sampai detik ini kita baik-baik saja meskipun aku jauh dari dia. Tapi sekarang malah pacarnya dia yang tiba-tiba menjadi satu kota denganku. Ya, Bekasi.

Jadi siang ini aku melihat jendela orbrolan facebook yang ada dibagian pojok bawah bagian kanan.

Alfisa Fitri Febriana

Yasudah aku chat, sekalian aku ucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Dan anehnya masih ada aja chat kita yang sejak dulu jaman bahula. Dimana jaman Majapahit masih berkuasa hingga ketololanku sendiri yang terkena penyakit galau yang begitu hina. Sampai-sampai aku berniatan mengakhiri hidup. Ada clurit? Lol. Jangan ditiru please. Itu kebodohan yang sangat teramat memalukan.



Ketololan haqiqi wkkw


Ditengah perbincangan kita yang membahas masa-masa dimana kita dulu chat di facebook ya.
Jadi dulu itu kalau mau online facebook tidak semudah sekarang ini. Dimana handphone digenggaman tangan sudah dapat menggenggam dunia.

Kalau dulu mau online itu harus pakai PC. Seperti postinganku yang sebelumnya pernah aku bahas. Jadi dulu masih menjamur sekali hampir ditiap satu nama jalan itu ada satu warnet. Mulai dari warnet game, warnet browsing biasa, warnet mesum dan mbokep juga ada. Dan aku sudah tahu lokasi mana yang strategis untuk mesum.

Ngomongin warnet, jadi inget jaman aku masih SMP. Ketika itu aku sedang mencari tugas, sembari lah melihat gambar-gambar di google. Dulu sih video masih belum banyak. Palingan juga yang banyak itu foto-foto toples. Toples kacang, toples susu dll.

Well, aku jadi ingat juga sama salah satu temenku SMP.

Namanya Nafi, gak usah disamarkan lah ya namanya. Dia juga ga bakal baca postingan ini.
Nafi anaknya Bapak Ibu. Ibunya dokter, bapaknya apa ya aku juga lupa. Waktu itu aku selesai pulang sekolah mampir ke rumahnya. Maklum lah dia anak orang berada, jadi PC adalah. Makanya aku mau main ke rumahnya dia untuk sekedar mengerjakan Tugas.

Niatnya sih mau browsing di rumah dia, eh internetnya dia waktu itu dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Gangguan, entah gangguan pencernaan atau kelamin. Yang jelas akhirnya kita berdua memutuskan untuk pergi ke Warnet (Warung Internet). Tapi aku tetap bingung sampai detik ini, kenapa dinamain Warung. Padahal di warnet gak ada yang jualan es the manis, nasi pecel, atau tempe goreng juga jarang.

Sebenernya temenku ini anaknya terlihat alim, aliran garis keras, sering ikut kajian islamic, kalau lagi pondok romadhon disekolahan gayanya pasti kayak santri, pake peci putih, sarungan terus duduk diatas bangku sambil ngangkangin kakinya. dia mau sunat.

Tapi waktu itu ketika kita berdua mau keluar menuju warung internet, dia tiba-tiba membawa sebuah buku catatan yang ukurannya 32B. ya cukup lah gak gedhe-gedhe banget. Seukuran kertas A4 dibagi 2. Apa itu namanya? A5 ya?

“Eh itu bawa buku buat apaan?” pertanyaan yang spontan muncul karena aku pun heran. Tugas juga gak perlu di catet udah ingat. Karena Cuma suruh bikin cover buat mata pelajaran tata busana.
“Udah yok kita berangkat, ini catetan penting” Jawab dia sembari menarik tanganku untuk sesegera mungkin ke warnet.

Jaraknya cukup dekat, ketika itu sepeda motor bagi seumuranku dijaman old masih belum begitu dipergunakan. Jadi kita ke warnet memakai sepeda ontel. Benar-benar kita menjaga apa yang namanya kearifan lokal.

10 menit kemudian akhirnya kita berdua sampe di warnet.

Kita memang awalnya cari gambar untuk cover yang pas digunakan sebagai laporan mata pelajaran tata busana. Dan cover yang aku pilih waktu itu gambar game online “Idol Street” ituloh game yang isinya goyang-goyang. Goyang dumang, dombret sampe goyang gayingnya dunianya juga ada.

Kelar ngerjain cover, akupun tanya sama Nafi.

“Naf, udah nih. Mau balik gak? Tapi ini kenapa kita peketan dua jam?”
“Bentar Rul buka google lagi” Sembari dia buka buku catatan yang dia bawa tadi.

Dan aku pun yang kepo, langsung membaca tulisan tangannya sendiri
Kira-kira seperti ini

Keyword google:


Gadis Bikini,
Toket Gedhe,
Bikini Gadis,
 Gedhe Toket,
 $%$%$@^%#$,
 %^@#^@%&^
,^@%#^@%,
^53623,
263526536,

!@#$#%@$&^%&,

.
Kira-kira seperti itulah, masih banyak keyword yang tidak pantas untuk aku tuliskan.

Sejujurnya aku benar-benar heran. Ini orang tampang alim tapi diam-diam cabul. Akhirnya kita berdua asik menikmati gambar-gambar yang ah begitulahhh. Tapi aku lupa tangan kiri Nafi waktu itu ada diatas meja atau dibawah meja. Yang jelas aku kurang begitu memperhatikan, lebih fokus ke gambar yang ada pada layar komputer.

Dari situlah aku diajarin mbokep gambar sama dia.

Wanjeengggg. Dosa apa ini sodara-sodara. Aku yang polos dinodai temanku sendiri. Maafkan aku ya Allah, ini salah Nafi.

Oke lah skip, ini kebodohan kedua yang aku lakukan.

Waktu itu, memang apa yang namanya ke warnet pasti kesannya itu buruk. Kesannya mbokep. Apalagi kalau ke warnet yang ada gordennya udah gitu ada biliknya. Fix itu kalau yang masuk situ orang pacaran pasti mesum.

Pernah aku sendiri memergoki kejadian diluar nalar. Dengan aku yang masih seumuran jagung muda yang belum keluar rambutnya yang halus itu melihat secara langsung si cewe lagi manggut-manggut keatas kebawah. Kadang pas kebawahnya lamaaaaa banget. Aku mah waktu itu mikir si cewe lagi ngemutin es Wawan. Maklum aku kan masih polos, masih SMP kelas 2 waktu itu.

Gambar by Google

Ya mungkin memang benar-benar lagi minum es wawan. Tapi anehnya si cowo kayak kepedesan gitu aku dengernya. Bisa jadi sih es nya itu beli yang rasa pedas. Positif thinking aja sih ya.

Warnet memang banyak cerita, banyak cairan yang terbuang sia-sia (air minum yang tumpah kesenggol ketika sebelahan sama mouse). Warnet yang dulu pernah aku kunjungi dengan kejadian diatas sudah tutup sekarang ini.

Image result for wartel
Gambar by google

Memang rasa-rasanya industri warnet sudah banyak yang gulung tikar. Hal ini sudah dialami oleh pendahulunya “Wartel” (Warung Telepon). Begitulah, ketika sekarang hal yang dulunya susah untuk dimiliki, sekarang hampir semua mudah untuk dimiliki. Kek gak punya cewe, tinggal bayar udah bisa ngewe. Ah skip

Dosa.

Jadi, masa lalu menyenangkan bukan? Dengan gambar-gambar?
Bukan itu,

Masa lalu menyenangkan dengan semua ceritanya, kesan dan masih banyak hal lainnya.
Terima kasih, setidaknya hari ini aku bisa menceritakan sebagian dari masa laluku.



0 Response to "Cerita Tentang Warnet"

Post a Comment

Hanya ada beberapa syarat buat komentar :
1. No Sara
2. No Link Aktif
3. No-mor HP atau Pin BB juga boleh
Yang point ketiga exc cowo tidak dianjurkan