February 2018 - Bahrul.com

Sunday, 11 February 2018

Cerita Tentang Warnet

Karena masa lalu memang indah untuk dikenang, bukan untuk dibenci. Tapi untuk kita ambil sebuah pelajaran berharga. Masa lalu juga salah satu bahan pembicaraan dengan kawan-kawan lama. Atau bahkan bisa kita berbincang dengan mantan kita, tentunya mantan tidak harus kita benci bukan? Tapi entahlah, dia membenciku. Sayang sekali, awal baik sekarang menjadi musuh. Dosa, sungguh rasanya ku berdosa.


Salah satu perbincangan konyol siang hari ini antara aku dan sahabatku. Sebut saja Kempir, anunya kempir, lower, moder, beleder, alahhh. Itulah pokoknya.
Sejatinya, aku membuka facebook hari ini hanya mengisi kekosongan aktivitas yang benar-benar menjadi hari dimana aku adalah orang yang tidak produktif. Tapi tidak steril kok insyaAllah masih subur.



I see, dia ulang tahun. Sahabatku sedari SMA.

Dia pernah suka dengan aku, dan akupun tau itu. Tapi aku menjaga, supaya persahabatan ini tidak rusak karena ada rasa suka diantara aku dan dia. Well, sampai detik ini kita baik-baik saja meskipun aku jauh dari dia. Tapi sekarang malah pacarnya dia yang tiba-tiba menjadi satu kota denganku. Ya, Bekasi.

Jadi siang ini aku melihat jendela orbrolan facebook yang ada dibagian pojok bawah bagian kanan.

Alfisa Fitri Febriana

Yasudah aku chat, sekalian aku ucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Dan anehnya masih ada aja chat kita yang sejak dulu jaman bahula. Dimana jaman Majapahit masih berkuasa hingga ketololanku sendiri yang terkena penyakit galau yang begitu hina. Sampai-sampai aku berniatan mengakhiri hidup. Ada clurit? Lol. Jangan ditiru please. Itu kebodohan yang sangat teramat memalukan.



Ketololan haqiqi wkkw


Ditengah perbincangan kita yang membahas masa-masa dimana kita dulu chat di facebook ya.
Jadi dulu itu kalau mau online facebook tidak semudah sekarang ini. Dimana handphone digenggaman tangan sudah dapat menggenggam dunia.

Kalau dulu mau online itu harus pakai PC. Seperti postinganku yang sebelumnya pernah aku bahas. Jadi dulu masih menjamur sekali hampir ditiap satu nama jalan itu ada satu warnet. Mulai dari warnet game, warnet browsing biasa, warnet mesum dan mbokep juga ada. Dan aku sudah tahu lokasi mana yang strategis untuk mesum.

Ngomongin warnet, jadi inget jaman aku masih SMP. Ketika itu aku sedang mencari tugas, sembari lah melihat gambar-gambar di google. Dulu sih video masih belum banyak. Palingan juga yang banyak itu foto-foto toples. Toples kacang, toples susu dll.

Well, aku jadi ingat juga sama salah satu temenku SMP.

Namanya Nafi, gak usah disamarkan lah ya namanya. Dia juga ga bakal baca postingan ini.
Nafi anaknya Bapak Ibu. Ibunya dokter, bapaknya apa ya aku juga lupa. Waktu itu aku selesai pulang sekolah mampir ke rumahnya. Maklum lah dia anak orang berada, jadi PC adalah. Makanya aku mau main ke rumahnya dia untuk sekedar mengerjakan Tugas.

Niatnya sih mau browsing di rumah dia, eh internetnya dia waktu itu dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Gangguan, entah gangguan pencernaan atau kelamin. Yang jelas akhirnya kita berdua memutuskan untuk pergi ke Warnet (Warung Internet). Tapi aku tetap bingung sampai detik ini, kenapa dinamain Warung. Padahal di warnet gak ada yang jualan es the manis, nasi pecel, atau tempe goreng juga jarang.

Sebenernya temenku ini anaknya terlihat alim, aliran garis keras, sering ikut kajian islamic, kalau lagi pondok romadhon disekolahan gayanya pasti kayak santri, pake peci putih, sarungan terus duduk diatas bangku sambil ngangkangin kakinya. dia mau sunat.

Tapi waktu itu ketika kita berdua mau keluar menuju warung internet, dia tiba-tiba membawa sebuah buku catatan yang ukurannya 32B. ya cukup lah gak gedhe-gedhe banget. Seukuran kertas A4 dibagi 2. Apa itu namanya? A5 ya?

“Eh itu bawa buku buat apaan?” pertanyaan yang spontan muncul karena aku pun heran. Tugas juga gak perlu di catet udah ingat. Karena Cuma suruh bikin cover buat mata pelajaran tata busana.
“Udah yok kita berangkat, ini catetan penting” Jawab dia sembari menarik tanganku untuk sesegera mungkin ke warnet.

Jaraknya cukup dekat, ketika itu sepeda motor bagi seumuranku dijaman old masih belum begitu dipergunakan. Jadi kita ke warnet memakai sepeda ontel. Benar-benar kita menjaga apa yang namanya kearifan lokal.

10 menit kemudian akhirnya kita berdua sampe di warnet.

Kita memang awalnya cari gambar untuk cover yang pas digunakan sebagai laporan mata pelajaran tata busana. Dan cover yang aku pilih waktu itu gambar game online “Idol Street” ituloh game yang isinya goyang-goyang. Goyang dumang, dombret sampe goyang gayingnya dunianya juga ada.

Kelar ngerjain cover, akupun tanya sama Nafi.

“Naf, udah nih. Mau balik gak? Tapi ini kenapa kita peketan dua jam?”
“Bentar Rul buka google lagi” Sembari dia buka buku catatan yang dia bawa tadi.

Dan aku pun yang kepo, langsung membaca tulisan tangannya sendiri
Kira-kira seperti ini

Keyword google:


Gadis Bikini,
Toket Gedhe,
Bikini Gadis,
 Gedhe Toket,
 $%$%$@^%#$,
 %^@#^@%&^
,^@%#^@%,
^53623,
263526536,

!@#$#%@$&^%&,

.
Kira-kira seperti itulah, masih banyak keyword yang tidak pantas untuk aku tuliskan.

Sejujurnya aku benar-benar heran. Ini orang tampang alim tapi diam-diam cabul. Akhirnya kita berdua asik menikmati gambar-gambar yang ah begitulahhh. Tapi aku lupa tangan kiri Nafi waktu itu ada diatas meja atau dibawah meja. Yang jelas aku kurang begitu memperhatikan, lebih fokus ke gambar yang ada pada layar komputer.

Dari situlah aku diajarin mbokep gambar sama dia.

Wanjeengggg. Dosa apa ini sodara-sodara. Aku yang polos dinodai temanku sendiri. Maafkan aku ya Allah, ini salah Nafi.

Oke lah skip, ini kebodohan kedua yang aku lakukan.

Waktu itu, memang apa yang namanya ke warnet pasti kesannya itu buruk. Kesannya mbokep. Apalagi kalau ke warnet yang ada gordennya udah gitu ada biliknya. Fix itu kalau yang masuk situ orang pacaran pasti mesum.

Pernah aku sendiri memergoki kejadian diluar nalar. Dengan aku yang masih seumuran jagung muda yang belum keluar rambutnya yang halus itu melihat secara langsung si cewe lagi manggut-manggut keatas kebawah. Kadang pas kebawahnya lamaaaaa banget. Aku mah waktu itu mikir si cewe lagi ngemutin es Wawan. Maklum aku kan masih polos, masih SMP kelas 2 waktu itu.

Gambar by Google

Ya mungkin memang benar-benar lagi minum es wawan. Tapi anehnya si cowo kayak kepedesan gitu aku dengernya. Bisa jadi sih es nya itu beli yang rasa pedas. Positif thinking aja sih ya.

Warnet memang banyak cerita, banyak cairan yang terbuang sia-sia (air minum yang tumpah kesenggol ketika sebelahan sama mouse). Warnet yang dulu pernah aku kunjungi dengan kejadian diatas sudah tutup sekarang ini.

Image result for wartel
Gambar by google

Memang rasa-rasanya industri warnet sudah banyak yang gulung tikar. Hal ini sudah dialami oleh pendahulunya “Wartel” (Warung Telepon). Begitulah, ketika sekarang hal yang dulunya susah untuk dimiliki, sekarang hampir semua mudah untuk dimiliki. Kek gak punya cewe, tinggal bayar udah bisa ngewe. Ah skip

Dosa.

Jadi, masa lalu menyenangkan bukan? Dengan gambar-gambar?
Bukan itu,

Masa lalu menyenangkan dengan semua ceritanya, kesan dan masih banyak hal lainnya.
Terima kasih, setidaknya hari ini aku bisa menceritakan sebagian dari masa laluku.



Saturday, 3 February 2018

Serius?

Oh I see,

Apakah ini yang dinamakan ketololan yang haqiqi. Dimana ketika sebuah ketulisan dianggap acara lawak. Eh ketulusan, sorry itu typo. Lagi gak ada Tipe-X, dia lagi sibuk garap album SKA terbaru.
Hey girls, open your mind.

Ketika laki-laki kalian anggap semua sama, bagaimana dengan bapakmu? Dia juga bangsat seperti laki-laki yang pernah menyakitimu? Yang datang ketika sange, lalu pergi ketika hasrat sudah terpenuhi?

Ayolah, open your mind.



Tidak semua laki-laki memiliki sifat dan hal yang buruk seperti pengalaman kalian girls. Kalian tentunya tahu, pengalaman adalah guru terbaik, nah itu laki-laki yang pernah ada dikehidupan kalian adalah guru terbaik. Jadi bisa tahu dan mengerti bagaimana laki-laki yang benar. Laki-laki yang pernah hadir dikehidupan kalian adalah orang yang memang bukan untuk kalian. So, apa masih kalian menyalahkan orang yang sama dengan orang yang berbeda?

Guru tanpa tanda jasa? Bukan, mungkin dia meninggalkan tanda dileher atau bagian mana itu aku kurang begitu memahami. Dan itulah mantan dengan tanda jasa. Jasa cipok. *Oke skip.

Kalau dia baik untuk kalian tidak mungkin mereka menjadi guru terbaik buat kalian, apalagi guru yang meninggalkan tanda seperti yang aku jelasin diatas. Fix itu bukan guru terbaik, tapi guru cabul.
Mereka yang pernah ada dikehidupan kalian dengan berbagai macam history yang diberikan itu bukan orang terbaik untuk kalian. Jadi bersabarlah dan jangan kalah dengan keadaan.

Many stars on the sky, so find the best star & don’t give up!!!

Kalau bintang menurut kalian semua sama. Mungkin mata kalian buta, tidak bisa melihat mana yang paling terang. Sama halnya dengan laki-laki yang kalian anggap semua sama, mungkin kalian termasuk orang-orang yang memiliki mental lemah, coba diberi arus yang kuat ke tukang aki. Siapa tau jadi agak gimana gitu ya.

Well, kalau ngomongin masalah keseriusan. Buat orang yang satu angkatan sama aku mungkin hal tersebut sudah hal yang gamblang sekali terdengar di telinga kita masing-masing. Dari yang hanya sekedarnya atau bahkan alakadarnya. Ala ala juga bodo amat. Mau ala Poh atau ala Dipsy juga bodo amat.

Dari semua mantan-mantanku, hampir semua gak ada yang namanya Backstreet. Karena aku ketika menjalin sebuah hubungan, aku benar-benar ingin menjadikan wanita itu adalah satu-satunya untukku. Kalau bisa sampai menikah, ena-ena, punya anak dst... Karena Backstreet memiliki arti jalan belakang menurutku. Karena aku gak suka main belakang, soalnya depan masih enak. Entah bagi mereka kaum LGBT, mungkin belakang lebih enak. Tol !!

Jadi bukan hanya pacaran, jalan, kencan, cipokan, grepe-grepe. Aelah, itu emang perlu. Tapi tetap tujuannya serius. Jangan didengarkan, itu omongan untuk orang dengan umur diatas 18 tahun ya.
Ya intinya keseriusan seseorang jangan diragukan, selagi dia benar-benar punya niat tulus kenapa enggak kalian percaya aja sih. Tidak semua sama, udah itu aja sih coba aja. Tapi kita harus tau seberapa kadar kepercayaan kita ke pasangan kita. Karena kalian tahulah, sakit hati tidak seenak ketika sakit anu. Sakit gigi.

Mungkin perlu lah kalian kalau memang ingin tau seberapa besar keseriusan pasangan kalian, test aja. Kasih soal yang menurut kalian susah, misal pilihan ganda yang option jawabannya A-Z. Susah kan itu pasti. Tapi kalau dia serius mah dan punya niat yang bener pasti bisa jawab. Jawab salah maksudnya.

Atau kalau memang mau benar-benar yakin suruh aja datang ke rumah untuk bertemu dengan orang tua kalian. Minta langsung anaknya buat di grepe-grepe, cipokan dll. Yang ada kalian bakal di gampar ditempat.

Minta ijin ke orang tua pasangan bisa jadi salah satu dari bukti keseriusan, tapi jangan percaya seratus persen ya, seratus satu persen aja cukup. Karena yang begitupun masih bisa pergi dengan seenaknya.
Karena memang rumput tetangga lebih lebat dan agak keriting.

Ah udahlah, ngomongin keseriusan kadang aku sendiri juga bingung.

Cewe mah kalau cowo bilang serius gak percaya, giliran diajak jalan pacaran biasa ayo ayo aja. Padahal itu mah sange doang.

Once again,

Please open your mind girls !!

Tidak semua laki-laki didunia ini tercipta dengan kesangean yang sama.
Laki-laki yang baik akan datang disaat waktu yang baik pula. Percayalah…

Jika, tidak. Maka kalian termasuk orang yang menyekutukan Takdir Tuhan. (boong)