2018 - Bahrul.com

Saturday, 29 September 2018

Rindu

Hallo,

Long time no see. Sudah berbulan-bulan aku tidak pernah menuangkan sedikit pikiran atau ide-ide kotor yang mungkin untuk sebagian dari kalian sangat tidak perlu. Ya memang sangat tidak di perlukan kok. Udah lupakan aja, aku biasa utuk dilupakan kok.

Menjadi anak kos untuk yang kedua kalinya adalah hal yang cukup membuatku merasa alone. Tapi ini lebih-lebih dalam alone-nya. Dengan basic aku yang memang seorang introvert tentunya aku memang lebih mencintai dengan kesendirian. Mencintai segala keheningan dengan duniaku sendiri.

Kenapa lebih alone dibandingkan ketika aku masih ada di Malang?

Karena disini aku benar-benar hanya memiliki beberapa teman yang bisa dikatakan akrab tapi gak pake banget. Disini bisa dikatakan aku mulai belajar menjadi orang dewasa, mulai sedikit demi sedikit aku memposisikan diriku sebagai orang dewasa. Melakukan adegan dewasa dan sebagainya. Ah tentu tidak, dalam agamaku hal itu tidak diperbolehkan untuk saat ini (belum nikah).



Ternyata tidak terasa sudah hampir 1.5 tahun aku hidup dikota Metropolitan, Bekasi. Kota yang setiap harinya dipenuhi dengan hiruk pikuk orang-orang yang mencari urusan duniawi. Termasuk aku, ada didalamnya.

Bekasi boleh dikatakan salah satu kota Industri terbesar yang ada di Indonesia. Bahkan kawasan industri tempatku kerja adalah kawasan Industri terbesar se-Asia tenggara, tapi aku tidak tahu persisnya tenggara dengan koordinat berapa derajat.

Rutinitas yang aku lakukan setiap harinya adalah bekerja dan bekerja. Tapi ibadah tentunya tidak boleh dilupakan. Bekerja berangkat dari kos jam 6 pagi, pulang jam 6 malam. Ya seperti itulah setiap harinya.

Bertemu dengan orang-orang pabrik dengan beraneka ragam bentuk dan karakter sifat yang melekat hingga aku yang setiap harinya harus berhadapan dengan besi-besi dijalanan dengan asap yang dikeluarkannya. Untung keluar nya di luar, coba kalau di dalam bisa bahaya tentunya.

Sejujurnya, aku ingin pulang. Aku rindu orang-orang yang sangat-sangat menyayangiku. Rindu kamu pula, iya kamu yang membenciku dan tak pernah memaafkanku. Semoga segera kamu ingin bertemu atau bahkan sekedar bertegur sapa di dunia maya juga boleh.

Tadi udah aku follow kan ya? Tapi gak kamu follback sih hehe. Tak apa, perlahan tapi pasti.

Tonight, aku menulis ini pun aku merindukanmu. Tapi sepertinya kamu sekarang sedikit berubah. Mulai sedikit demi sedikit menjadi sosok dewasa menuju ke ciri seorang wanita yang akan segera menikah, entahlah. Semoga tidak untuk sekarang ini.

Ah sudahlah, rasanya aku masih belum menemukan feels untuk menulis lagi. Entahlah aku sedikit bingung pula. Semoga Tuhan memberikan ide-ide bagus untuk aku tuangkan disini. Tumpah sekalian kalau memang di perlukan.

Oke, begitu saja lah ya. Intinya aku rindu untuk malam ini.

Gnight. !

Thursday, 10 May 2018

Salah Nama


Nama adalah doa dari orang tua. Mau bagaimanapun kita tidak menolak pemberian itu. Bagiku sendiri, namaku adalah nama yang terbaik. Meskipun diluaran sana banyak sekali nama-nama keren yang kalau orang lain mendengar atau mengucapkan nama nya adalah sesuatu yang wah.
Young Lex misalnya.



Berdasarkan googling, nama asli Young Lex adalah Samuel Alexander Piter.

Dari analisaku, mungkin dia masih ada darah mengalir dari Alexander Grahambell, entah graham atau gigi manis. Coba tanya yang bersangkutan secara langsung. DM aja IG nya, kali aja di jawab.

Bisa juga dia masih dalam keanggotaan sebuah band legendaris yang ada di Indonesia, Pieter Pan.
Atau dia sahabat Peterpan? Makanya nama di memperin seperti itu.

But, bagaimana caranya bisa menjad Young Lex?

Young dalam bahasa inggris memiliki arti muda, Lex? I don’t know how about that. Apa dia masih keturuanan orang jawa yang memang dengan sendirinya menyadari suaranya jelek makanya jadi Lex “ELEK (jelek)” bahasa jawa.

Jangan dimasukkan kedalam hati, semua itu hanya analisa bodohku saja. Kebenaran dan kepastiannya coba ditanyakan langsung saja. Bisa bertanya pada orang tuanya, atau bahkan bertanya pada rumput yang bergoyang.

Tak kalah lagi nama teman satu spesies dari Young Lex, Awkarin. Pasti semua orang tahu lah ya. Wanita cantik dengan buah dada mungilnya yang sekarang mendadak menjadi lucu, imut seperti bakpao type 38C.

https://www.wowkeren.com/seleb/awkarin/
Sumber Foto

Nama Awkarin dari mana sih? Baru denger deh ya kayaknya. Dan di Indonesia hanya satu-satunya nama ini. Patut di lestarikan dan dijadikan spesies langkah.

Cewe kelahiran tahun 97 ini memiliki nama asli Karin Novilda, beranjak dewasa berubah menjadi wanita dengan penampilan yang menantang. Serba minim, tete juga minim tapi sekarang udah di maksimalkan. Entah di kasih Nitrogen di tambal ban sebelah mana aku kurang tahu. Tapi lebih bagus lah sekarang agak nyembul dikit.

Analisa aku tentang nama Awkarin.

Maybe dia mengalami satu momen yang tidak dia sengaja sama sekali sebelumnya. Dia sedang lari diantara hutan belantara lalu dia tidak sengaja menginjak kaki seseorang yang sebelumnya tidak ia kenal. Sontak karena kakinya terinjak oleh Karin, sesosok makhluk itu berbicara “AW Karin, sakit tauk. Pelan-pelan dong kalau ngisep” engghhh.

Kenapa gak jadi Awkard aja namanya? Kan sesuai.

Itu adalah analisa bodohku yang kedua. Jangan di anggap benar, tapi kalau masuk akal bolehlah percaya.

Ngomongin nama, masih banyak lagi nama-nama yang kalau di munculkan pada postingan ini udah kayak end dari film Avenger, liat kan list-list nama yang ikut serta berperan dalam pembuatan film. 
Nah seperti itulah postingan ini nanti gak akan kelar-kelar.

Sore tadi, aku sedang berjalan-jalan diantara keramaian kota Bekasi. Aku ke salah satu mall yang ternama di pusat kota.

Awalnya aku hanya ingin bertemu dengan temanku.

Tapi gak tau kenapa, dalam hati ingin banget beli minuman di salah satu kedai kopi ternama dari Amerika, tolong ralat kalau aku salah menyebutkan asal dari kedai kopi yang satu ini.

Akhirnya aku memutuskan dan gak balikan lagi, enggh apa ini.

Jadi aku putuskan untuk membeli satu minuman ice di kedai ini.

Masuk ke kedai, aku dorong pintunya masuk ke dalam. Di gagang pintu ada tulisan “Pull”.

Krieeekkkkkkk, aku masuk dalam kedai kopi tersebut.

Ada 1-4 orang yang mengantri. Lamaaa banget, akhirnya tiba giliranku.

Pelayannya ini juga agak-agak gimana gitu sedari awal aku masuk, kayak kurang ngeh aja dianya.
Aku yang lagi ngantri nih, eh dia gak nanyain mau pesen apa kek atau apa. Apa iya aku ini tidak terlihat di mata dia. Jadi selama ini dia anggap aku apaaaaaaa?

Percakapanku dengan pelayan kedai. 
“Lah mbak, ini pesennya dimana ya?” Tanyaku, lah gimana gak tanya. Orang dianya diemin aku. Sakit tauk, emangnya enak di diemin.
“Oh ya kak, mau pesen apa?” tanyanya padaku.
Agak gerutu di dalam hati. “Kenapa gak dari tadi nanyanya anjir”
“Saya pesen Chocochip cream satu ya”
“Grande kak?”
“Grand max aja mba” jawabku.
“Grande kali ya?” Tanyanya lagi untuk memastikan.
“Iye”
“Mau pake sauce cream kak?” Tawarnya padaku.
“Oh iya deh”
“Mau tambah lagi ini?” sambil nyodorin tete. Eh enggak.
“Udah mbak itu aja” Sambil nyodorin ATM.
“Jadi total 61 ribu ya kak”
“Hmmmmmm” Aku.
“Sorry, atas nama siapa ka?”
“Bahrul” Jawabku pelan dan mendesah.
“Bahrur” Si mbak ngomong sambil nulis tanpa rasa berdosa.
“Bahrul mbak, B A H R U L” Sambil aku tekankan dengan menyebut huruf demi huruf.
“Oh iya kak” Si mbak nulis dan selesai.
Akhirnya aku tinggal nunggu pesenanku dibuatkan.

A few minutes, akhirnya pesananku selesai.

“Kak Bahlul” salah satu waiters memanggil nama yang ditelingaku cukup asing dan aneh.

Dan aku pun “Oh iya mas, thanks”


Aku pun membaca nama yang tertulis pada cup iceku, dan benar. Ini kesalahan yang parah sekali. Masa iya dia gak ngeh, atau seenggaknya menanyakan sekali lagi untuk memastikan namaku siapa. Kalau salah kayak gini gimana. Untung salah di cup ice doang, coba kalau salah cup bramu mbak. Gak cukup nanti yang ada.

Di cup ternyata namaku yang harusnya “BAHRUL” mendadak menjadi “BAHLUL”

Ada beberapa asumsiku kenapa namaku bisa berubah menjadi seperti itu.

  1. Mbaknya budek, dikit tapi gak banyak.
  2. Jari-jari tangannya pelat (cadel) jadi nulis R menjadi L.
  3. Gak pernah nonton film yang berbau arab, kebanyakan nonton film jepang HD. Jadi gak tau apa ya kalau BAHLUL the meaning is TOLOL kalau dalam bahasa arab.
Tapi yasudahlah, aku sudah memaafkan kesalahan fatal dari si mbak yang aku sendiri lupa tadi gak baca nama dia siapa yang ada di bagian dada dia. Lebih fokus mikir berapa sih ukuran dada dia. Engghhh.

Untung dia cantik, coba kalau ganteng. Aku gebet juga dia jadi pacar.

Kalau saja pelayannya cowok udah aku omelin pasti. Nah berhubung cewe dan cakep, yasudahlah ya.
Mungkin dianya lelah atau memang ada diantara 3 kemungkinan tersebut.

Eh tapi bisa juga ada 1 kemungkinan lagi menjad 4 kemungkinan.

Huruf r kecil dan l kan hampir mirip tuh. Mungkin sirip di huruf r kecilnya kehapus. Jadi nya ya kebaca l.

Jadi positif thingking aja lah ya, daripada positif hamil aku belum siap untuk itu.
Hmm…

Pengalaman yang berarti hari ini.

Kedepan harus lebih jelas dan keras dalam melafalkan namaku. Kalau perlu aku pake name tag aja kali ya.



Saturday, 7 April 2018

Akibat dari pacaran

Selamat malam minggu. Mungkin malam minggu yang kesekian kalinya aku menghabiskan waktu dengan suara radio dan tentunya pesan-pesan darimu. Pesan bahwa aku harus ingat kalau dirimu bukan lagi milikku. Sudahlah.

Kalau kita berbicara mengenai cinta, orang akan mendadak berubah menjadi orang yang berbeda. Terkadang mendadak goblok. Bukan karena kebanyakan micin, masako ataupun royco. Tapi memang cinta dapat dengan mudahnya membuat orang tersebut menjadi sosok yang berbeda.

Mari kita bicarakan hal ini lebih jauh, masuk dan akhirnya keluar didalam. Maaf lupa aku tidak mencabutnya.


Aku memiliki dua teman, mereka berdua teman masa kecilku dan hingga masa sekarang masih menjadi teman. Ya, meskipun hanya berteman di facebook ataupun instagram. Karena teman sekarang hanyalah sebuah status. Pacaran pun hanya status, coba saja kalian tengok di facebook. Lihat dan temukan status masing-masing orang.

Ada yang dengan gamblangnya status “Lajang” atau bahkan yang ekstrim lagi “Open a Relationship”. Kebanyakan orang belum paham apa itu “Open a Relationship”. Dan ini salah kaprah, bahkan aku salah satunya yang tau hanya berdasarkan google. But coba kita perjelas sejenak, jangan setidak enak.

Open relationship sejatinya memiliki arti hubungan yang terbuka. Buka baju, beha bahkan celana dalam. Terbuka dalam hal ini adalah kalian bebas berhubungan dengan siapapun. Misal, Aku punya hubungan dengan si A. aku bisa dengan mudahnya memiliki hubungan dengan si B. yang perlu digaris bawahi, atau garis apalah terserah. Si A tidak memiliki hak untuk marah, melarang ataupun menggaris bawahi aku yang memiliki hubungan dengan si B. tapi kalau mau join threesome boleha lah. Enghhh.

Sudah bisa di pahami bukan? Kalau kurang jelas coba dilepas dulu bajunya biar kelihatan jelas.
Kita kembali lagi membicarakan kedua teman di masa kecilku yang sekarang sudah beranjak tua dan menjadi dewasa.

Mereka sama-sama memiliki abjad yang sama di huruf pertama dari nama mereka. Mereka juga hampir sama orang yang memiliki ambisi bahkan mereka pula orang yang pernah ada di perasaanku. 
Dulu… sekarang udah enggak. Kalau kalian baca, please udah lama banget.

Sebut saja temanku ini Mawar dan Bunga. Sekarang mereka memiliki perbedaan yang berlawanan. Dulu waktu masih kecil menurutku mereka memiliki beberapa kesamaan. Tapi menjelang ajal, eh menjelang SMA mereka mulai berbeda hingga sampai sekarang sangat berbeda satu sama lain.

Dulu mereka memiliki komitmen untuk tidak “PACARAN”, tapi hanya satu diantara mereka yang komitmennya berhasil hingga sah. Tapi gatau juga kalau selama sebelum sah juga pacaran, kan aku gak berhak tau pula. Hahahha. Tapi si Bunga gak pernah ekspose si Doi ke halayak ramai. Sekalinya dikenalkan ke halayak ramai ya pas nikahnya dia.

Nah si Mawar nih yang melenceng. Komitmennya dia gak terpegang erat, mungkin talinya kendor. Kebanyakan ditarik cowo sih.
Perbincangan yang flat:

“Aku punya pacar”. Itu perkataan di sela-sela kita ngobrol santai ketika momen balas-membalas moment di Instagram, kalau gak salah.

“Haa??” Serius, aku kayak lagi kehujanan tapi matahari lagi gencar-gencarnya memanaskan tubuh dan bumi. Sama halnya kayak orang lagi udah enak-enaknya eh si cowo keluar duluan. Sebel deh. Eh tapi aku gak sebel kalau untuk yang satu ini ya. Cuma heran aja, tiba-tiba dia ngomong begitu.

“Iya aku punya pacar” Jawab Bunga.

“Lahh….” Dan aku masih kayak orang goblok yang kebingungan.

Kenapa? Soalnya dia itu kok bisa sampe pacaran sih, katanya mau halal sampe sah. Makanya heran aja. Toh dia juga setauku imannya kuat deh, hafal beberapa juz, sempat pula jadi santri semasa SMA hingga kuliah. Tapi lulus kuliah sarjana eh sekarang pacaran. Please deh, buyar semua hal baik yang ada di kepalaku.

“Sejak kapan” Aku coba lontarkan pertanyaan yang mungkin ini juga gak penting banget.

“Baru sih, baru kemarin beberapa hari yang lalu” jawab singkat dan mungkin dia mikir kenapa Bahrul ini nanyanya gini banget ya.

“Siapa sih, kok tumben mau pacaran. Biasanya deket biasa deh kamu” Masih terheran-heran.

“Nih akun Instagramnya @pacarkusayang, coba check” dia malah nyodorin akun IG.

“Siapa sih, gak santri?” Pertanyaan selanjutnya yang gak penting banget juga. Mau dia santri kek atau astronot lah yak urusan dia sih ya. Apa aku aja yang kepo? Hahaha ya soalnya aneh aja. Laki-laki mana sih yang bikin ini anak yakin banget buat pacaran.

“Iya emang gak santri sih, tapi mau gimana lagi aku yakin sama dia” Jawabnya panjang berusaha memaparkan betapa positifnya laki-lakinya sekarang.

Baru juga 4 bulan yang lalu aku sama Bunga ketemu di Bandung. Kayaknya selagi itu belum kenal deket banget deh. Tapi gatau juga sih.

Yasudahlah itu pilihan. Aku sebagai sahabat hanya bisa mendoakan semoga apa yang kamu lakukan akan baik-baik saja. But, kamu itu bukannya progress nikah masih lama? Tapi yasudahlah, kita lihat saja bagaimana kedepannya. Untuk sekarang ini tarafnya masih dalam taraf yang awal. Taraf dimana alay-nya berlebihan sangat-sangat berlebihan. Mari kita paparkan, sukur-sukur dia baca dan akhirnya blokir semua akunku. Hahahah kabur.

Apa yang aku ucapkan di awal tulisan ini adalah benar adanya. Terjadi sama persis dengan apa yang Bunga alami sekarang ini. Dimana dia berubah menjadi sosok yang berbeda, sosok yang sama sekali bukan dia yang aku kenal. Bahkan itu mungkin aku yang dulu, ketika aku memiliki orang yang terkasih. Dan dulu dia bilang “Gak usah alay” so, sekarang dia. Makan tuh makan cinta, yakin lama? Minum jamu kuat biar tahan lama.

Kedua temanku ini akhirnya memiliki kesamaan lagi tapi dalam konteks yang berbeda situasinya. Kenapa?
  1. Bunga adalah sosok yang baru pertama ini menyatakan dirinya pacaran.
  2. Mawar adalah sosok yang baru pertama kali ini menyatakan ini adalah laki-lakiku, tapi ini adalah laki-laki halalnya. Baru menikah beberapa bulan yang lalu.

Dua hal yang sama adalah ini semua pertama kalinya untuk mereka, dan you know lah mereka pertama menjadi alay yang keterlaluan. Berhubung aku teman yang baik, aku hanya bisa memaklumi. Karena akupun pernah merasakan apa yang mereka rasakan sekarang ini. Tapi telat. Ha ha ha.


Aku Cuma pengen bisikin di telinga mereka “Woi rek, aku udah pernah” sambil mendesah.

Awal aku pacaran adalah jaman SMP, dulu masih belum banyak sosial media. Friendster doang apa ya waktu itu. Jadi untuk menjadi alay di dunia maya masih belum bisa banyak aku lakukan. berbeda dengan sekarang. Dengan mudahnya post sana sini kemesraan atau kebersamaan dengan orang terkasih. Dan ini yang terjadi dengan kedua temanku ini. Mereka berlomba-lomba membagikan kebersamaan mereka dengan pasangan mereka. Sementara aku? Ya kalian taulah apa yang aku bagikan.

Gambar gelap hitam pekat, back sound lagunya Payung Teduh “Untuk perempuan yang sedang dalam pelukkan” tak lupa diberikan sentuhan sedikit tulisan yang menggambarkan kondisi teraktual hati yang rapuh. Sedih bukan?

Bunga dan Mawar setiap waktu sepertinya isi snapgramnya pasti ada keterkaitan dengan pasangan mereka. Ya mungkin si Mawar udah fix lah ya, kan udah nikah. Mau se-alay apapun mah bebas, tapi tetap dikontrol biar orang-orang kayak aku gak semakin rapuh aja ya. Ha ha ha.

But, Bunga. Ayolah sayang, kamu tentunya lebih tau. Bahkan selama ini selalu aku ceritakan kan betapa rumitnya aku dengan pasangan-pasanganku yang tak pernah berhasil dalam menjalin sebuah hubungan “pacaran”.

Apa kamu gak memikirkan nantinya jika memang hubungan kalian tidak berhasil mau dikemanakan snapgramnya? Udah jadi histroy loh, sekarang ada fitur history snap soalnya. Wkawkwk.

So far, aku mendoakan yang terbaik untuk teman-temanku. Apalagi Bunga, orang yang banyak berperan dalam hidupku. Sosok yang ada di balik layar ketika aku memiliki hubungan dengan seseorang. Tapi menjadi sosok yang utama ketika aku terpuruk dan ada dibawah. Kamu sih diatas terus, kan capek. Gantian.

Pacaran memang bisa membuat orang menjadi alay.

Tai kucing rasa coklat
Say, yuk maksiat.

Udah dulu ye, besok kita bahas beberapa tentang media sosial.


Sunday, 11 February 2018

Cerita Tentang Warnet

Karena masa lalu memang indah untuk dikenang, bukan untuk dibenci. Tapi untuk kita ambil sebuah pelajaran berharga. Masa lalu juga salah satu bahan pembicaraan dengan kawan-kawan lama. Atau bahkan bisa kita berbincang dengan mantan kita, tentunya mantan tidak harus kita benci bukan? Tapi entahlah, dia membenciku. Sayang sekali, awal baik sekarang menjadi musuh. Dosa, sungguh rasanya ku berdosa.


Salah satu perbincangan konyol siang hari ini antara aku dan sahabatku. Sebut saja Kempir, anunya kempir, lower, moder, beleder, alahhh. Itulah pokoknya.
Sejatinya, aku membuka facebook hari ini hanya mengisi kekosongan aktivitas yang benar-benar menjadi hari dimana aku adalah orang yang tidak produktif. Tapi tidak steril kok insyaAllah masih subur.



I see, dia ulang tahun. Sahabatku sedari SMA.

Dia pernah suka dengan aku, dan akupun tau itu. Tapi aku menjaga, supaya persahabatan ini tidak rusak karena ada rasa suka diantara aku dan dia. Well, sampai detik ini kita baik-baik saja meskipun aku jauh dari dia. Tapi sekarang malah pacarnya dia yang tiba-tiba menjadi satu kota denganku. Ya, Bekasi.

Jadi siang ini aku melihat jendela orbrolan facebook yang ada dibagian pojok bawah bagian kanan.

Alfisa Fitri Febriana

Yasudah aku chat, sekalian aku ucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Dan anehnya masih ada aja chat kita yang sejak dulu jaman bahula. Dimana jaman Majapahit masih berkuasa hingga ketololanku sendiri yang terkena penyakit galau yang begitu hina. Sampai-sampai aku berniatan mengakhiri hidup. Ada clurit? Lol. Jangan ditiru please. Itu kebodohan yang sangat teramat memalukan.



Ketololan haqiqi wkkw


Ditengah perbincangan kita yang membahas masa-masa dimana kita dulu chat di facebook ya.
Jadi dulu itu kalau mau online facebook tidak semudah sekarang ini. Dimana handphone digenggaman tangan sudah dapat menggenggam dunia.

Kalau dulu mau online itu harus pakai PC. Seperti postinganku yang sebelumnya pernah aku bahas. Jadi dulu masih menjamur sekali hampir ditiap satu nama jalan itu ada satu warnet. Mulai dari warnet game, warnet browsing biasa, warnet mesum dan mbokep juga ada. Dan aku sudah tahu lokasi mana yang strategis untuk mesum.

Ngomongin warnet, jadi inget jaman aku masih SMP. Ketika itu aku sedang mencari tugas, sembari lah melihat gambar-gambar di google. Dulu sih video masih belum banyak. Palingan juga yang banyak itu foto-foto toples. Toples kacang, toples susu dll.

Well, aku jadi ingat juga sama salah satu temenku SMP.

Namanya Nafi, gak usah disamarkan lah ya namanya. Dia juga ga bakal baca postingan ini.
Nafi anaknya Bapak Ibu. Ibunya dokter, bapaknya apa ya aku juga lupa. Waktu itu aku selesai pulang sekolah mampir ke rumahnya. Maklum lah dia anak orang berada, jadi PC adalah. Makanya aku mau main ke rumahnya dia untuk sekedar mengerjakan Tugas.

Niatnya sih mau browsing di rumah dia, eh internetnya dia waktu itu dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Gangguan, entah gangguan pencernaan atau kelamin. Yang jelas akhirnya kita berdua memutuskan untuk pergi ke Warnet (Warung Internet). Tapi aku tetap bingung sampai detik ini, kenapa dinamain Warung. Padahal di warnet gak ada yang jualan es the manis, nasi pecel, atau tempe goreng juga jarang.

Sebenernya temenku ini anaknya terlihat alim, aliran garis keras, sering ikut kajian islamic, kalau lagi pondok romadhon disekolahan gayanya pasti kayak santri, pake peci putih, sarungan terus duduk diatas bangku sambil ngangkangin kakinya. dia mau sunat.

Tapi waktu itu ketika kita berdua mau keluar menuju warung internet, dia tiba-tiba membawa sebuah buku catatan yang ukurannya 32B. ya cukup lah gak gedhe-gedhe banget. Seukuran kertas A4 dibagi 2. Apa itu namanya? A5 ya?

“Eh itu bawa buku buat apaan?” pertanyaan yang spontan muncul karena aku pun heran. Tugas juga gak perlu di catet udah ingat. Karena Cuma suruh bikin cover buat mata pelajaran tata busana.
“Udah yok kita berangkat, ini catetan penting” Jawab dia sembari menarik tanganku untuk sesegera mungkin ke warnet.

Jaraknya cukup dekat, ketika itu sepeda motor bagi seumuranku dijaman old masih belum begitu dipergunakan. Jadi kita ke warnet memakai sepeda ontel. Benar-benar kita menjaga apa yang namanya kearifan lokal.

10 menit kemudian akhirnya kita berdua sampe di warnet.

Kita memang awalnya cari gambar untuk cover yang pas digunakan sebagai laporan mata pelajaran tata busana. Dan cover yang aku pilih waktu itu gambar game online “Idol Street” ituloh game yang isinya goyang-goyang. Goyang dumang, dombret sampe goyang gayingnya dunianya juga ada.

Kelar ngerjain cover, akupun tanya sama Nafi.

“Naf, udah nih. Mau balik gak? Tapi ini kenapa kita peketan dua jam?”
“Bentar Rul buka google lagi” Sembari dia buka buku catatan yang dia bawa tadi.

Dan aku pun yang kepo, langsung membaca tulisan tangannya sendiri
Kira-kira seperti ini

Keyword google:


Gadis Bikini,
Toket Gedhe,
Bikini Gadis,
 Gedhe Toket,
 $%$%$@^%#$,
 %^@#^@%&^
,^@%#^@%,
^53623,
263526536,

!@#$#%@$&^%&,

.
Kira-kira seperti itulah, masih banyak keyword yang tidak pantas untuk aku tuliskan.

Sejujurnya aku benar-benar heran. Ini orang tampang alim tapi diam-diam cabul. Akhirnya kita berdua asik menikmati gambar-gambar yang ah begitulahhh. Tapi aku lupa tangan kiri Nafi waktu itu ada diatas meja atau dibawah meja. Yang jelas aku kurang begitu memperhatikan, lebih fokus ke gambar yang ada pada layar komputer.

Dari situlah aku diajarin mbokep gambar sama dia.

Wanjeengggg. Dosa apa ini sodara-sodara. Aku yang polos dinodai temanku sendiri. Maafkan aku ya Allah, ini salah Nafi.

Oke lah skip, ini kebodohan kedua yang aku lakukan.

Waktu itu, memang apa yang namanya ke warnet pasti kesannya itu buruk. Kesannya mbokep. Apalagi kalau ke warnet yang ada gordennya udah gitu ada biliknya. Fix itu kalau yang masuk situ orang pacaran pasti mesum.

Pernah aku sendiri memergoki kejadian diluar nalar. Dengan aku yang masih seumuran jagung muda yang belum keluar rambutnya yang halus itu melihat secara langsung si cewe lagi manggut-manggut keatas kebawah. Kadang pas kebawahnya lamaaaaa banget. Aku mah waktu itu mikir si cewe lagi ngemutin es Wawan. Maklum aku kan masih polos, masih SMP kelas 2 waktu itu.

Gambar by Google

Ya mungkin memang benar-benar lagi minum es wawan. Tapi anehnya si cowo kayak kepedesan gitu aku dengernya. Bisa jadi sih es nya itu beli yang rasa pedas. Positif thinking aja sih ya.

Warnet memang banyak cerita, banyak cairan yang terbuang sia-sia (air minum yang tumpah kesenggol ketika sebelahan sama mouse). Warnet yang dulu pernah aku kunjungi dengan kejadian diatas sudah tutup sekarang ini.

Image result for wartel
Gambar by google

Memang rasa-rasanya industri warnet sudah banyak yang gulung tikar. Hal ini sudah dialami oleh pendahulunya “Wartel” (Warung Telepon). Begitulah, ketika sekarang hal yang dulunya susah untuk dimiliki, sekarang hampir semua mudah untuk dimiliki. Kek gak punya cewe, tinggal bayar udah bisa ngewe. Ah skip

Dosa.

Jadi, masa lalu menyenangkan bukan? Dengan gambar-gambar?
Bukan itu,

Masa lalu menyenangkan dengan semua ceritanya, kesan dan masih banyak hal lainnya.
Terima kasih, setidaknya hari ini aku bisa menceritakan sebagian dari masa laluku.



Saturday, 3 February 2018

Serius?

Oh I see,

Apakah ini yang dinamakan ketololan yang haqiqi. Dimana ketika sebuah ketulisan dianggap acara lawak. Eh ketulusan, sorry itu typo. Lagi gak ada Tipe-X, dia lagi sibuk garap album SKA terbaru.
Hey girls, open your mind.

Ketika laki-laki kalian anggap semua sama, bagaimana dengan bapakmu? Dia juga bangsat seperti laki-laki yang pernah menyakitimu? Yang datang ketika sange, lalu pergi ketika hasrat sudah terpenuhi?

Ayolah, open your mind.



Tidak semua laki-laki memiliki sifat dan hal yang buruk seperti pengalaman kalian girls. Kalian tentunya tahu, pengalaman adalah guru terbaik, nah itu laki-laki yang pernah ada dikehidupan kalian adalah guru terbaik. Jadi bisa tahu dan mengerti bagaimana laki-laki yang benar. Laki-laki yang pernah hadir dikehidupan kalian adalah orang yang memang bukan untuk kalian. So, apa masih kalian menyalahkan orang yang sama dengan orang yang berbeda?

Guru tanpa tanda jasa? Bukan, mungkin dia meninggalkan tanda dileher atau bagian mana itu aku kurang begitu memahami. Dan itulah mantan dengan tanda jasa. Jasa cipok. *Oke skip.

Kalau dia baik untuk kalian tidak mungkin mereka menjadi guru terbaik buat kalian, apalagi guru yang meninggalkan tanda seperti yang aku jelasin diatas. Fix itu bukan guru terbaik, tapi guru cabul.
Mereka yang pernah ada dikehidupan kalian dengan berbagai macam history yang diberikan itu bukan orang terbaik untuk kalian. Jadi bersabarlah dan jangan kalah dengan keadaan.

Many stars on the sky, so find the best star & don’t give up!!!

Kalau bintang menurut kalian semua sama. Mungkin mata kalian buta, tidak bisa melihat mana yang paling terang. Sama halnya dengan laki-laki yang kalian anggap semua sama, mungkin kalian termasuk orang-orang yang memiliki mental lemah, coba diberi arus yang kuat ke tukang aki. Siapa tau jadi agak gimana gitu ya.

Well, kalau ngomongin masalah keseriusan. Buat orang yang satu angkatan sama aku mungkin hal tersebut sudah hal yang gamblang sekali terdengar di telinga kita masing-masing. Dari yang hanya sekedarnya atau bahkan alakadarnya. Ala ala juga bodo amat. Mau ala Poh atau ala Dipsy juga bodo amat.

Dari semua mantan-mantanku, hampir semua gak ada yang namanya Backstreet. Karena aku ketika menjalin sebuah hubungan, aku benar-benar ingin menjadikan wanita itu adalah satu-satunya untukku. Kalau bisa sampai menikah, ena-ena, punya anak dst... Karena Backstreet memiliki arti jalan belakang menurutku. Karena aku gak suka main belakang, soalnya depan masih enak. Entah bagi mereka kaum LGBT, mungkin belakang lebih enak. Tol !!

Jadi bukan hanya pacaran, jalan, kencan, cipokan, grepe-grepe. Aelah, itu emang perlu. Tapi tetap tujuannya serius. Jangan didengarkan, itu omongan untuk orang dengan umur diatas 18 tahun ya.
Ya intinya keseriusan seseorang jangan diragukan, selagi dia benar-benar punya niat tulus kenapa enggak kalian percaya aja sih. Tidak semua sama, udah itu aja sih coba aja. Tapi kita harus tau seberapa kadar kepercayaan kita ke pasangan kita. Karena kalian tahulah, sakit hati tidak seenak ketika sakit anu. Sakit gigi.

Mungkin perlu lah kalian kalau memang ingin tau seberapa besar keseriusan pasangan kalian, test aja. Kasih soal yang menurut kalian susah, misal pilihan ganda yang option jawabannya A-Z. Susah kan itu pasti. Tapi kalau dia serius mah dan punya niat yang bener pasti bisa jawab. Jawab salah maksudnya.

Atau kalau memang mau benar-benar yakin suruh aja datang ke rumah untuk bertemu dengan orang tua kalian. Minta langsung anaknya buat di grepe-grepe, cipokan dll. Yang ada kalian bakal di gampar ditempat.

Minta ijin ke orang tua pasangan bisa jadi salah satu dari bukti keseriusan, tapi jangan percaya seratus persen ya, seratus satu persen aja cukup. Karena yang begitupun masih bisa pergi dengan seenaknya.
Karena memang rumput tetangga lebih lebat dan agak keriting.

Ah udahlah, ngomongin keseriusan kadang aku sendiri juga bingung.

Cewe mah kalau cowo bilang serius gak percaya, giliran diajak jalan pacaran biasa ayo ayo aja. Padahal itu mah sange doang.

Once again,

Please open your mind girls !!

Tidak semua laki-laki didunia ini tercipta dengan kesangean yang sama.
Laki-laki yang baik akan datang disaat waktu yang baik pula. Percayalah…

Jika, tidak. Maka kalian termasuk orang yang menyekutukan Takdir Tuhan. (boong)

Saturday, 13 January 2018

Tahun Baru, dan Masa Lalu

Say hello boleh kali ya,

HALO...


Agustus, September hingga akhirnya berjumpa lagi dengan januari. Dan lagi memang kutukan ini sepertinya melekat didalam sanubariku. Dimana januari selalu saja menjadi awal dari kegagalan masa percintaan. Entahlah, semoga segera membaik.



2018 ya..

Sebelumnya aku patut bersyukur dan mengucapkan banyak-banyak terimakasih. Kepada semua orang yang berperan aktif sampai yang berperan sebagai figuran. Banyak sekali orang-orang yang boleh dikatakan sangat mempengaruhi kondisiku hingga seperti sekarang ini. Well, pertama terimakasih untuk kedua orang tuaku yang tak pernah bosan mendoakan aku, support dan selalu ada untukku.
Terimakasih sahabatku, rasa-rasanya tak perlu aku sebutkan. Biarkan foto yang berbicara. Yang jelas kalian termasuk dalam historyku ditahun 2017.


Mantannku cewe yang didepan, Yang sebelahku mantannya cowo yang didepan. Bisa dikatakan ini adalah reuni mantan. Dan kabar baiknya, kita semua menjadi sahabat.

Tak lupa para pecundang (mantan) terima kasih banyak. Berkat kalian aku bisa jadi seperti sekarang ini. Terimakasih sekali lagi aku ucapkan. Can you see me now? Yes, im okay.

Hey para haters? Are u okay like me? I hope u more than me.

Sebelum seminar proposal skripsi.
Sarjana, Thanks to my best friends.

Thanks team KKN. Semoga sukses.
Terimakasih ya tim Prakrin Semen Indonesia, Tbk.
Thanks to my parents :) lil bro. Sehat selalu ya Buk, Yah, Dek.
Oh ya, sekarang aku tahu kenapa aku tidak bisa menulis lagi. Walaupun aku tahu, tulisanku juga tidak begitu penting untuk ditunggu. But gatau kenapa, aku ngerasa kehilangan feel dan apa ya aku sendiri juga tidak mengerti apa ini.

  1.  Sudah jarang membaca tulisan orang lain. Karena memang sekarang yang sedang naik daun adalah yutup. Banyak sekali yutubers handal yang tiba-tiba nongol. Yang benar-benar berfaedah sampai yang unfaedah dan itu perlu di report supaya di banned. Mungkin nih mungkin, menulis tidak segampang ketika membuat video. Video kalian tinggal ngoceh, pinter edit video udah cukup. Dan satu lagi, sentuhan kegantengan atau kecantikan ditambah dengan suara yang mempesona. Desahan misalnya. Pasti vital. Eh viral 
    Nah, sekarang sudah sedikit karya tulis yang beredar. Kalau jaman aku kuliah masih banyak dan sering bermunculan. Seperti Raditya? Sekarang sepertinya sibuk membuat film, video. Entah format 3gp atau Mp4. Setidaknya aku menunggu novel-novel terbaru dari para penulis konyol. Dwitasari? Malah sudah tidak terdengar lagi sepertinya. Sibuk…

    Novel hasil beburu selama menjadi mahasiswa, sebagian ada dirumah. Foto diambil ketika terakhir kalinya sebelum pindah kos.

  2. Kerja, dan ini hal yang membuatku benar-benar lelah. Lebih lelah daripada goyang diatas ranjang. Ehmm.

    Ya intinya kalau udah pulang kerja bawaannya udah pengen tidur aja. Laptop pun berguna ketika harus mengunduh film, indonesia ataupun japan tergantung sikon aja sih.
Begitulah sekarang, tidak senganggur dulu waktu kuliah yang masih memiliki banyak waktu luang.

Walaupun seperti itu, selagi sempat aku untuk menulis pasti aku tulis. Tapi sekarang inspirasi sepertinya susah untuk didapatkan.

Berbeda ketika aku domisili di Malang, bawaanya ada aja yang perlu di tulis.

But, aku tetap ingin menghidupkan blog ini lagi. Blog yang muncul karena kegalauan, pengalaman, ataupun hal lainnya. Itulah kenapa aku menulis ini, karena domain bentar lagi udah mau expired. Sebelum domain ini ditikung orang lain, ada baiknya aku perpanjang sedari sekarang bukan?

Alhamdulillah, Kerja. 

Mungkin sampai nanti sampai kita bertemu lagi dan kamu ada didalam tulisanku lagi.

Senang mendengar kabarmu pagi ini dari gropu whatsapp, kamu sepertinya ceria. Sukses yak.

Okey, sepertinya hanya ini yang bisa aku tuliskan untuk saat ini.

Fokus kerja dan memperbaiki diri. Untuk jodoh yang lebih baik. *mirip slogan caleg