TERIMA KASIH SUDAH BERKENAN MASUK DAN MEMBACA, APALAGI JIKA KALIAN MEMBERIKAN KOMENTAR SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH. KALAU TIDAK SUKA TINGGAL DI CLOSE TAB KOK.

Pergilah, hai wanitaku

Halo my old friend… long time no see.

Well, aku udah gak bisa nulis aneh-aneh lagi. Untuk sekedar bercanda konyol pun susah, entah ini karena beban pekerjaan? Atau apa?

Aku sendiri masih belum mengetahuinya.
Sekalinya muncul aku mau cerita banyak hal. Tapi satu dulu…



Jadi gini,

Aku kenal sama cewe dari sosial media. Namanya Dhiaan. A nya double ya.
Dia orang gresik, tempat dimana aku dilahirkan dan masa kecilku sedikit banyak ada dikota itu. Kota yang kini menjadi salah satu pusat industri di Jawa Timur.

Awalnya baik-baik saja. Sama seperti halnya perkenalan pada pertama kalinya.
Acuh tak acuh, hingga akhirnya aku bisa mendapatkan hatinya dia.

Pertemuan kita hanya sekali. Itu terjadi ketika moment lebaran idul fitri. Aku yang sedari dulu selalu pulang ke gresik untuk silaturrahmi dengan keluarga besarku.

Disitulah aku sempatkan sedikit waktuku untuk bisa bertemu dengan dia. Orang yang aku cintai melalui dunia maya.

Singkat cerita aku ajak dia ke salah pusat perbelanjaan terbesar dikota Surabaya. Awalnya sih pengen nonton, tapi terkendala waktu akhirnya hanya membeli dua bungkus donat.

Lalu kuantarkan dia pulang, well kita ketemuan pun di salah satu makanan cepat saji ternama yang ada dimana-mana.

Ya begitulah hingga pada akhirnya aku harus kembali ke kota tempatku bekerja saat ini. Bekasi.
Hari-hari aku jalanin dengan dia. Ya inilah cinta jarak jauh. Bisa dibilang banyak gagalnya daripada berhasilnya.

And you know lah, endingnya akan seperti apa. tentu…

Disuatu bulan menjelang aku wisuda, dia tiba-tiba meminta untuk pergi. Pergi karena orang tuanya yang tak kunjung merestui hubunganku dengan dia. Hanya karena jarak.

Well, aku kerja di Bekasi disalah satu Pabrik sparepart mobil.

Dengan sallary yang lumayan bagi aku yang baru saja lulus dan dengan jabatan yang lumayan. Aku sangat-sangat bersyukur.

Tapi masalah muncul dibalik semua ini.

Orang tuanya tidak setuju aku kerja jauh, itulah alasan kenapa dia pergi meninggalkan aku untuk pertama kalinya.

Kenapa pertama kalinya? Akan ada kedua kalinya diakhir cerita.

Oke aku mengiyakan apa keputusan dia, aku ga begitu memikirkan. Toh aku udah kerja, mau cari cewe yang bener-bener bisa d ajak sampe nikah juga banyak. Tapi aku sendiripun enggan untuk memulai lagi. Entah kenapa, rasanya aku terlalu kecewa untuk semua ini.

Pada akhirnya ketika aku wisuda, mengharapkan dia datang dalam momentku. Moment yang belum tentu bisa aku ulang kembali. Dan kalian tau? Dia datangpun enggak. Ucapan terlontar pun tak ku dengar sama sekali.

Sejak saat itu aku membencinya. Sangat-sangat membencinya.
Janji untuk datang tapi? Ah sudahlah. Sampah.

Disuatu hari, aku coba kepo dengan menggunakan akun IG fake. Mungkin dia sebegitu kurang kerjaannya. Sampai-sampai dia dm fake akunku.

“Ini siapa ya?” lol gumamku
“Aku orang yang ada dihatimu”
“Siapa?” dia terus mencoba mencari tahu.
Pada intinya aku mengatakan “Aku orang yang ada dihatimu, hubungi aku jika memang aku ada dihatimu”

10 menit kemudian lineku ada notif. Itu dia..

Well, disitu aku percaya dia masih sayang sama aku, dan bodohnya aku mau-mau aja ketika diminta untuk kembali bersamanya.

Dua bulan berlalu, dia tiba-tiba bilang mau ke bekasi. Okelah aku iyain,

Dua hari dia disini, menemani sedikit hari-hariku. Senang dan bahagia sudah barang tentu. Siapa yang tak bahagia ketika orang yang kita sayang ada disamping kita? Hanya orang tolol yang ga bahagia.

Sepulangnya dari Bekasi, aku sedikit memiliki perasaan yang was-was. Dan benar sudah,

“Aku dijodohkan sama anak temen ayahku”

Aku hanya terdiam memandang kosongnya dinding kamar kosku yang sedikit kusam. Apa arti semua ini?
Drama?
Atau apa?
Sudahlah…
Aku muak.
Pergilah

Dengan lelaki pilihan orang tuamu. Maaf bukan sombong, tapi dari head to head aku masih di atas dia.

Pergilah..

Ada wanita lain yang menungguku J
Terimakasih untuk pelajaran berarti ini.

Mencintai wanita tidaklah cukup kalau belum mencintai keluarga satu sama lain.
Terima kasih..


1 Response to "Pergilah, hai wanitaku"

Hanya ada beberapa syarat buat komentar :
1. No Sara
2. No Link Aktif
3. No-mor HP atau Pin BB juga boleh
Yang point ketiga exc cowo tidak dianjurkan