February 2017 - Bahrul.com

Monday, 20 February 2017

Sosial Media dan Alat Viralku

Sosial media…

Pasti diantara kalian semua memiliki sosial media. Sosial media gak ada hubungannya sama dinas sosial atau panti sosial. Sama sekali gak ada. Ini beda.

Dijaman yang semakin maju ini, semua orang rasa-rasanya hapenya sudah pada bisa sambung internet. Meskipun ada pula yang masih pakek hape polyponic yang bunyinya tinut tinut itu loh. Itupun hapenya emang disengaja buat telfon atau sms doang. Soalnya smartphone tida mendukung untuk daya batrainya. Apa lagi kalau setiap detik tangan ini memegangnya. Semakin panas dan cepat anunya. Meskpiun nih sekarang udah ada berbagai macam teknologi untuk mengatasi umur batrai agar tahan lama. Padahal mah kalau orang-orang sini cukup minum jamu kuat atau pil pak tani udah kuat tahan lama loh.


Well..

Sosial media sekarang makin aneh-aneh aja. Banyak sekali fitur-fitur yang terbaharukan. Dari yang dulunya kirim gambar kudu lewat MMS. Sekarang mah tinggal kirim nyedot kuota juga gak banyak-banyak amat. Coba kalau dulu lewat MMS, duh seribu lima ratus apa dua rebu gitu ya lupa aku.

Tapi ada jeleknya juga sih gegara dipermudahnya kirim-kirim gambar. Sekarang ini menjamur sekali di sekitar kita foto-foto vulgar. Dari foto keliatan tetek sampe titit. Ah terserah, aku gak ikut foto tapi Cuma lihat doang. Tak jarang sih itu juga yang ngasih foto kek gitu ya dirinya sendiri.
Snapchat kalian tahu?

Nah disitu tuh kemarin di twitter banyak banget hasil capture sepasang kekasih yang sedang sangek kirim-kiriman foto telanjang.

Bego banget kan tuh mereka. Padahal nih ya, snapchat misal gambar kita di capture orang itu ada notifnya. Nah ini malah dibiarin. Gak ditanya kek ngapain di capture segala ke pacaranya. Akhirnya kesebar kan. Jadinya aku lihat juga kan… hmm bagus kok anunya.. engghhh.

But terserah lo dah ya…

Harga-harga dirimu sendiri. Mau dihargain mahal ya jangan asal foto telanjang. Mau dihargain murah ya foto-foto aja gitu terus sampe ada fitur bisa megang langsung by phone. Kan sekarang kalau gak salah ada tuh alat kissing  jarak jauh melalui smartphone. Ini smartphone atau sangekphone sih? Coba deh googling kalau gak percaya adanya. Kalau ada tolong kasih tau aku. Aku mau beli satu.
Okelah aku gak mau bahas orang sangek, ntar ikutan sangek jadi repot. Males keramasnya doang…

Masih ada hubungannya dengan sosial media.

Tapi aku mau ngomongin mantan dulu. Makhluk Tuhan paling awkward ini sungguh-sungguh cukup membuat jiwa raga dan segalanya menjadi anu.

Mantan itu ya mantan. Titik.

Mau dijelek-jelekin juga percuma. Mau dikata-katain malah percuma juga. Nambah dosa kan ya, mending kalau nambah saldo ATM mah gakpapa. Iye nambah saldo dosa.

Mantan itu apa ya. Susah banget jelasinnya.

Mantan adalah sosok makhluk yang dulunya nyata, indah, bahagia, cinta, sayang dan masih banyak hal-hal baik lainnya. Tapi ketika menjadi sekarang. Mantan adalah sesosok makhluk astral yang tiba-tiba akupun menjadi tidak ingat dia siapa, tidak kenal, tidak mau mengenal pula, cinta juga enggak. Tapi kadang suka kangen. Enggh.

Gak sih, gak semua seperti itu.

Aku punya mantan yang bisa baik sampai detik ini. Malah sekarang aku sering keluar sama mantan. Udah kayak sahabat sendiri malah sekarang. Aku galau, aku cerita ke dia. Ngrengek-ngrengek minta nenenin. Eh nemenin.

Tapi ada juga yang kayak gak kenal itu tadi. Benci, musuhan bahkan saling sindiri. Ada..

Ketika punya mantan dan serasa gak kenal, aku yakin. Selama pacaran itu salah satu diantaranya sedang kesurupan. Sadar-sadar langsung minta putus. Mungkin shock langsung sawan punya pacar yang jauh dari ekspetasinya.

Tapi apapun itu, masalalu ya masalalu. Jadikan masalalu menjadi masabodo. Udah gak usah bingung. Bodo amat aja.

Kalian tahu gimana contohnya nyindir-nyindir mantan?

Lihat aja sosmed orang yang awalnya pacaran terus putus.

Misal di Instagram. Lihat aja feed nya. Ada foto mereka berdua gak? Kalau gak ada berarti udah end. Atau kalau gak lihat di biodatanya, yang awalnya ada nama doi terus saat dilihat udah gak ada. Berarti fix putus. Gampang kan?

Ya namanya juga orang pacaran. Kadang ada yang pacar-pacaran ada juga yang pacar tapi kesurupan. Ada.

Baru-baru ini aku nemu salah satu akun cewe cantik dari Surabaya apa Sidoarjo gitu yak aku lupa. Pokoknya cantik lah kalau menurutku. Body oke, depan belakang menantang ngajak ribut mulu bawaannya pengen maju aja, pokoknya semua oke. Aku mau kok. Tapi mbaknya gamau kayaknya.



Kemarin aku nemu akunnya dia itu disaat aku lagi kepoin tweetnya komisi wasit. Eh nemu video dengan caption yang gak lazim. Panjang, kadang pendek, item, coklat, tergantung pemiliknya. Hayo tebak? Burung apa? Nah itu dah captionnya.

Alhasil aku penasaran kan, eh aku play. dan awalnya sih baik-baik aja. Video curahan hati seorang wanita yang ditinggal pergi oleh laki-lakinya saat si laki-laki sudah sukses. Sampai didetik kesekian terucaplah mantra mbah dukun yang sebenernya ini pantangan. Dan terucaplah tit… tit… titit…

Coba deh lihat videonya ini.



Nah dari video nyinyirannya dia ini. Agaknya sih jadi viral di sosial media. Dari twitter hingga beralih ketika dia membuat akun instagram baru. Karena akunnya dia dulu ditutup oleh mantannya. Kalau gak salah baca sih akunya.

Yawes gitu viral karena ada alat vital. tapi seriusan aku ngakak pertama kali lihat. Aku ulang-ulang juga gak bosen wkwkw.

But tetep salut lah… apapun itu, tetap angkat titit. Eh angkat topi.
Tadi coba balas tweetnya si mbak ini, eh dibales. Kapan-kapan aku mau ketemu mbak. Aku siap menjadi laki-lakimu. Mbak pasti gak siap kan? Gak siap menerima kedatangan dua biji nangka kembar.


Yawes gitu aja.

Sosial media gunakan dengan bijak. Karena dengan maraknya kasus yang bermula dari sosial media kita harus menjadi hati-hati dalam mengucapkan sesuatu hal didunia maya. Padahal aku gak suka maya, orangnya jelek.
Tetep jadi pengguna sosial media yang cerdas.


Sunday, 19 February 2017

Menulis dan Menyendiri

“Bagiku menulis adalah cara terbaik untuk bersyukur melebihi apa yang mulut mampu ucapkan. Sebab dari situ, aku mampu menggambarkan indah-dan-perihnya kehadiran seseorang dengan ribuan kata-kata” – Brian Khrisna (mbeeer), 2016.

Well…

Entah ini sebuah kebetulan atau tidak, setelah aku membaca buku “Merayakan Kehilangan” karya Brian (mbeeer). Ternyata sebagian besar apa yang dia tulis didalam bukunya adalah itu aku. Bukan, dia bukan menjiplakku. Tapi apa yang dia alami adalah sama dengan apa yang aku alami. Dan kebetulan pula, aku juga lebih suka menuliskan semua ceritaku daripada aku bercerita. Karena memang benar, kadang hati seseorang tak mempan dengan mulut. Mungkin dengan tulisan, seseorang dapat mempersepsikan sesuai dengan apa yang ada didalam otaknya. Itulah alasanku kenapa aku memiliki personal blog. Tumblr juga ada, tapi aku kurang aktif karena kurang menguasai juga sih seluk beluknya tumblr. But tumblr juga keren.



Mungkin aku dan Mbeeer itu sama. Sama-sama mengalami masa sulit akan cinta. Mencintai dan terluka. Ya, memang sama. Hanya saja waktuku masih terlalu singkat untuk menemukan pengganti.

Aku suka nulis, sama kayak Mbeeer. Hanya saja mungkin aku berbeda genre. Aku orang yang melankolis. Aku akui itu. Tapi untuk menulis dengan kata-kata puitis, aku rasa itu susah. Dengan aku yang cablak seperti ini. Coba lihat, tulisanku absurd dan gak jelas. Sampai sekarang aku masih tidak mengetahui identitas dari tulisanku.

So far sih, temenku bilang. Tulisanku absurd. Hanya orang-orang yang benar-benar mengenalku-lah yang bisa membaca tulisanku dengan enak. Coba baca satu aja. Nah itu aku.
Selama empat tahun aku duduk di bangku perguruan tinggi. Sebagai mahasiswa jurusan teknik mesin, tentunya kalian sudah bisa menerka berapa jumlah spesies wanita yang ada didalamnya. hanya dua jawabannya.

Basic dari SMA. Seketika saat masuk dijurusan teknik mesin aku langsung sawan. Hambar rasanya. Ibarat kehidupan, hidupku hampa hanya bertemu dengan lautan, padang sahara, padang samurai. Masakan padang. Ah bukan.

Kenapa? Karena sewaktu aku duduk di bangku SMA, didalam kelasku sangat rimbun dengan rerumputan dan pepohonan yang hijau. Kadang pink, biru, ungu gitu lah talinya. Tergantung baju yang dipakai. Engghhh.

Rimbun kenapa sih?

Ya karena saat aku duduk di bangku SMA, satu kelas itu jumlah spesies wanita lebih banyak daripada spesies laki-laki. Perbandingannya adalah 1:3. Enak kan? Bisa poliandri atau polijaran. Engghh.

Dibandingkan dengan sekarang aku duduk dibangku kuliah perbandingan cewe nya 15:1. Ebuset… cewenya digilir 15 orang.

Karena itupula-lah aku sekarang menjadi sosok yang ibarat kata keluar dari jurusan mesin itu kayak orang abis tapa didalam goa. Sekalinya keluar kagak ada yang ngelirik. Sekalinya ngelirik itupun karena aku bayar foto copy an ke mbak-mbak tukang foto copy mbak nya ngelirik karena uang yang aku kasih kurang.

Cowo tentunya identik dengan pembahasan yang absurd. Bahas cewe mulai dari bawah ke atas. Dari luar sampe kedalem. Dari yang keluar didalem sampe keluar diluar. Dari ukuran kecil dan besar. Hingga daleman pun jadi bahan perbincangan tak berguna jika dikatikan dengan mesin pun aku rasa tidak ada identiknya sama sekali. Mesin pembuat anak? Gak perlu… aku masih bisa.








Okelah…

Sekarang teman-temanku memiliki wanita masing-masing. Sementara aku?
Tolong, jangan tanyakan. Aku fokus skripsi. *udahkelar*

Kenapa sih pada songong mereka-mereka yang udah pada punya pasangan? Kalian bangga? Okelah bangga. Bangganya pun paling didepanku aja atau didepan kaum-kaum tertindas sepertiku juga. Soalnya aku gak punya *nangisdarah*

Temanku, sebut saja Brudin namanya.

Aku pun masih ingat ketika Brudin meminta untuk dikenalkan ini itu. Kamu salah, aku juga mencari jadi jangan dimintai. Tapi aku mau kok kalau kasih tai doang mah.

Brudin sebelumnya ada mahasiswa ulung fakir asmara. Kenapa? Karena sekalinya dapat cewe itu susahnya minta ampun. Dapatin satu aja susah, mau nyabang juga gak bisa. Sekalinya dapat satu itupun pacarnya pacar orang. Lebih tepatnya sih Brudin jadi orang ketiga.

Ya terserah sih, yang jalanin bukan aku. Katanya sih bahagia saat aku tanya ke Brudin. Katanya lagi sih “yang penting dapat jatah Bah”. Oke sekali lagi “TERSERAH LU SANGEK”.

Ada tapinya nih, mau jadi cadangan? Mau jadi payung? Mau jadi selimut? Mau jadi tempat sampah?

Cadangan pas pacarnya pacarmu itu gak ada. Mau?
Payung ketika kesedihan menerpa pacarmu, saat senang kamu ditinggalkan. Mau?
Selimut ketika dia kedinginan. Jadi teman tidur. Mau? “Mau Bah”. Dasar manusia sangek.
Tempat sampahnya naruh semua kesal dan sesalnya.  Mau?

Dan akhirnya Brudin sama pacarnya itupun putus. Begonya lagi, Brudin dengan suka rela dan suka cita membiayai perawatan si doi, beli ini itu, beli dalemannya. Ah setan.. Gue juga pengen bego lo beliin daleman.

Brudin yang sekarang bukanlah yang dulu. Dulu sayang pacar orang, sekarang sayang pacar nya siapa juga aku gatau. Tapi nih katanya sih jomblo, jadi free lah. Ini baru jalan yang benar yang Brudin ambil.

Aku kenal kok dengan pacarnya Brudin. Kebetulan satu kota sama aku, walaupun itu hanya kota sewaktu aku kecil tapi aku tau kok. Aku juga pernah ketemu sama pacarnya Brudin. Soalnya dia adalah temannya temanku sekelas namanya X. udah anggap itu aja namanya.

Songongnya nih ya…

Sekarang aku yang dia bully abis-abisan. Serasa aku ini kaum tertindas, terbelakang, terdepan, terpelosok dan perlu bimbingan.

Please…

Aku sendiri, bukan berarti aku tidak laku. Aku pemilih. Aku akui itu.

Aku menjadi pemilih karena aku takut untuk gagal. Untuk membuang waktuku percuma. Jika saja aku mau, detik ini juga aku bisa punya pacar. Tinggal ngomong doang kan? *samasiapaRul*
Well, kalian tahu tidak. Banyak sekali diluaran sana orang pacaran bertahun-tahun. Tapi akhirnya putus.

Percuma kan selama bertahun-tahun pacaran? Gak dinikahin? Perawan ilang? Kesian.

Semoga jodohku masih perawan ya Allah L Jaga dia untukku…

Saturday, 18 February 2017

Kuliah? Allhamdulillah Selesai

Hai, Februari. Kurasa ini akhir dari semuanya.

Januari lalu Februari. Ah aku rasa cepat sekali semua ini berlalu. Kamu? Baik kan? Hehhee syukur lah.

Februari, terima kasih semua berakhir. Kuliahku berakhir, Skripsi, Perancangan, Laporan magang. Terima kasih untuk semuanya termasuk kamu. Aku belajar banyak. Aku yakin semua ada hal indah dibelakang kejadian ini.

Skripsi, aku rasa ini sesuatu hal yang lebih menakutkan dari pada titit mau disunat. Ngilu rasanya kalau dibayangkan. Coba dirasakan aja. Lakukan dengan senang hati. Perlahan tapi pasti, semua akan berakhir.



Oh ya, kalau mau ambil skripsi sebaiknya ambil yang benar-benar kalian bisa. Jangan sok-sok an ambil judul keren tapi realisitisnya mustahil bahkan susah untuk terealisasi. Itu hanya akan menyusahkan dirimu sendiri. Sama halnya dengan kalian mencintai seseorang tapi dianya enggak mencintaimu sama sekali. Atau dengan kepura-puraan dia yang mencintaimu. Atau ada lagi yang mengatakan dia mencoba. Atau ada lagi yang dia kesurupan. Duh ini repot seriusan deh, kalian pacaran sama arwah penasaran yang ada didalam jiwa raganya hahha. Ini hati bukan kelinci percobaan. Duh baper.

Now, tinggal nunggu wisuda. Bolehlah sambil cari kerja.

Dikampusku, wisuda hanya dilakukan selama 3 kali dalam satu tahun. Aku rasa ini benar-benar kurang. Ditambah lagi dengan jarak yang begitu jauh dari wisuda pertama ke kedua. Hanya wisuda kedua ke ketigalah yang dekat. Ya begitulah kalau orang kedua dan ketiga. Deket banget sampe-sampe yang pertama gatau kalau dia sedang dibego-begoin dibelakangnya selama ini.

Well…

Aku lulus dengan gelar S.Pd.T. gelar ini dimiliki bagi orang-orang yang menempuh pendidikan jenjang tinggi di jurusan pendidikan kejuruan. Jadi agak berbeda dengan gelar bagi orang yang menempuh kependidikan yaitu hanya S.Pd.

Didalam lubuk hati yang terdalam, gak ada kepinginan buat jadi guru. Tapi aku tidak mau sok-sok an menolak. Jika ini sudah jalan hidupku, mau tidak mau harus aku terima. Itu sebabnya aku tidak berani mengatakan aku tidak mau menjadi seorang guru. Tapi aku mencoba untuk menjadi “murtad” keluar dari pakem untuk bekerja menjadi orang non guru. Hahaha…

Beralih dari masalah kuliah. Rasanya 4 tahun waktu yang cukup untuk berurusan dengan bangku kuliah. Dosen, tugas, TA, apalah banyak pokoknya.

Aku mau sedikit bahas masalah Zodiak.

Zodiak kalian apa? Aquarius? Aquarium? Atau Aquagelas? Botol atau galon?
Aku Sagitarius. Entah ini nama dari mana bisa muncul sagitarius. Kenapa gak sagitartuarhomairama? Entahlah.

Nah kemarin sempet nih ada salah satu temen di twitter yang kebetulan dia salah satu aktivis kaum-kaum galau kayak aku. Yang selalu meretweet kata-kata bijak, galau, motivasi sampai kata-kata gak jelas yang bahas teteknya awkarin yang judulnya bad ass. Atau kalau kata siapa kemarin salah satu anak vlog yutup yang mengartikan bad ass adalah PANTAT BURIKAN. Bodo amat, aku gak mau bahas teteknya awkarin.

Zodiak dalam agamaku dilarang. Kenapa? Karena dianggap sebagai salah satu menyekutukan Tuhan dengan mempercayai ramalan-ramalan. Tapi tolong, jangan tanyakan aku bagaimana Hadist atau Firman Allah tentang zodiak. Karena dalam Al-Quran gak mungkin ada kata-kata wala alzodiakun fii musrikin. Itu tidak mungkin… coba kalian tanyakan pada ustad disekitar rumah kalian. Kalau gak gitu ntar deh aku tanyain Ayahku yang kebetulan paham masalah beginian. Maklum ayahku bekas peramal zodiak di koran-koran. Enggh bukan..

Aku gatau darimana rumus pembagian zodiak ini didapatkan. Kebetulan aku lahir di bulan desember tanggal 20. Nah kalau aja aku dilahirkan tanggal 21 apa 22 gitu ya aku lupa batasan zodiaknya. Udah jadi zodiak lain dah aku.

Kebetulan aku masuk dalam kategori manusia ganteng berzodiak Sagitarius.

Tapi aku mau jujur, aku bukan penganut Sagita penyanyi dangdut. Atau mungkin Sagita penyanyi dangdut ini zodiaknya sama kayak aku. Mungkin orang tuanya terobsesi dengan zodiak dan ramalan bintang. Ah ini baru kemungkinanku saja. Semoga tidak. Kalaupun iya ya gak masalah, karena nama adalah doa. Setiap orang tua tentu memiliki doa yang bagus untuk anaknya.

Hasil gambar untuk sagita dangdut
sumber gambar: google.com.

Lah ini malah bahas nama orang.

But mumpung bahas nama nih. Aku mau cerita.

Dulu tetanggaku ada yang baru saja punya anak. Dan si bapak ini dia kondisinya saat itu sedang dalam kondisi mabuk. Minum antimo. Bukan.. ini mabok alkohol, bukan juga mabuk lem.

Pas di tanya istrinya masalah nama anaknya nanti, yang kebetulan cowok. Dengan lantang si bapak mengatakan sebuah nama.

“Pak, anaknya mau dikasih nama siapa?” tanya sang istri kepada sang suami termabuk, eh tercinta.
“Karena laki-laki, aku kasih nama dia GEMBONG”.. seketika petir mengglegar. Sepertinya bumi tidak merestui nama itu.

Dan akhirnya kebetulan saat itu ayahku ada disitu. Diberi tahu baik-baik untuk tidak memberi nama anaknya dengan nama Gembong.

Susah kan jadinya nanti kalau ada kasus kriminal. Namanya kepanjangan. Bahkan penulis berita juga bakalan bingung.

“Seorang gembong narkoba bernama Gembong telah ditangkap tadi malam” pembawa berita pun kebingungan lalu petir menggelegar.

Ah sudahlah.

Yang penting Aku gak percaya zodiak. Karena aku juga gak suka Sagita. Aku sukanya Inul DaraUlar.

Oke gitu aja.

Yang sedang sibuk skripsi, semangat kawan.
Menunda skripsi artinya kalian menunda resepsi.
Ya juga sih. Karena akan semakin lama pula kalian mendapatkan pekerjaan. Boro-boro nikah, cewe aja ogah. Mau makan apa? cinta? Makan tuh sampe kenyang. Aku punya banyak kalau mau isi ulang.


Wednesday, 15 February 2017

Valentine Atau?

Valentine? Faklentine? Atau apa sih? Ah terserah, pokoknya kita putus… Engghh apasih. Kek mantan aja, dikit-dikit putus. Bzz.

Gimana valentine kalian tahun ini? Rame? Dapat coklat? Bunga? Keprawanan? Atau positif dapat anak?

Sukuri saja, setidaknya aku tidak mendapatkan semua hal itu. Rame? Iya rame soalnya kemarin aku ada di sekolah lagi praktik ngajar. Jadi rame dah ketemu sama guru-guru dan murid-murid.



Rame?

Kebetulan juga kemarin aku dapat tugas buat nyebarin selebaran kalau hari ini adalah hari libur. Kenapa libur? Karena hari ini hari pemilihan kepala daerah. Tapi aku heran, detik ini nih. Di daerah kosku sepi-sepi aja. Hiruk pikuk pemilihan sama sekali tidak terasa. TPS nya dimanapun aku gatau. Coba deh kalian kesini cek aja kalau gak percaya. Di Dusun Ketawanggedhe Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Pasti kalian tidak menemukan apa-apa. ya karena Malang gak ada pemilihan apapun congek !

Nah kemarin pas nyebarin seleberan itu aku masuk kan ke kelas-kelas. Ada yang satu kelas isinya cowo semua, ada juga yang sekelas isinya bencong semua. ah bukan, tapi cewe semua.

Salah satu kelas yang aku masukin tapi gak sampek keluar didalam. Engghh.. bukan. Nah aku masuk tuh dikelas XI Kimia Industri. Ebuset, baru salam aja udah disorakin sama cabe-cabean SMK.

Udah gitu nih, yang ngajar ibuk-ibuk kan. Nah dianya ngajar bahasa inggris. Pas masuk ditanya dah aku, mau apa mas. Tapi dalam bahasa inggris. Nah aku kan gak begitu bisa ngomong inggris, tapi paham apa yang ibu-ibu itu omongin. Jatuh dah reputasiku seketika.

Si ibuknya malah godain muridnya.

“Mbak Cindy mau minta pin nya masnya?” celoteh ibuk guru dengan lantang dan berani.
Aku gak ngelihat muka tuh siswa yang ditanya sama ibu gurunya. Aku fokus aja ngitung berapa lembar kertas yang harus aku berikan sesuai dengan jumlah siswa yang ada didalam kelas.
“Mas nya ada pin?” tanya ibu guru
“Oh ada buk” singkatku.
“Nah ada nih mbak Cindy, mau minta gak?” tambahnya…

Selesai akhirnya aku hitung sesuai dengan jumlah siswa yang ada didalam kelas. Lalu aku bergegas pergi, sebelum aku digodain cabe-cabean SMK. Engghhh…

Jadi rame lah valentineku. Gak sepi-sepi banget,…

COKelat?

Dapat coklat? Gak dapat sih… eh tapi gpp, aku gak begitu suka doyan ngemil coklat. Aku doyannya ngemik susu. Yang original..

Btw, aku pernah sekali merayakan valentine dikala itu. Jaman bahula tepatnya, ketika avatar sedang belajar menguasai empat elemen sekaligus untuk menyelamatkan dunia dari serangan negara api.
Jadi dulu kelas 2 SMA, aku punya pacar dan itu beda sekolah.

Saat itu sudah siang, siangnya valentine. Aku bergegas ke toko bangunan buat beli coklat. Lahh.. ke indomart, udah ada belom sih dulu indomart. Kayaknya belum deh.

Ya pokoknya beli ditoko yang jualan coklat deh. Hehe.

Aku belikan dua apa tiga gitu yang cukup gedhe. Terus aku kasih tempat sampah gitu. engg bukan, tapi tempat paperbag gitu lah kalau gak salah.

Nah pas doi pulang, aku ajak ketemuan bentar buat kasih coklat ke dia. Dan selamat valentine.
Serius itu ngapain coba aku belikan coklat segala…hmm

Bunga?

Ah malas aku membahas bunga. Cukup sekali dan tidak akan terulang lagi aku berhubungan dengan bunga. Terlalu menyedihkan. Tak seindah di sinetron-sinetron.

Keprawanan?

Alhamdulillah belum pernah merawanin anak orang. Apalagi istri orang, belum pernah. Tapi patut dicoba…

Dosa kan ya, masih belum cukup umur. Meskipun aku tahu kalian yang pada udah bisa ngeluarin cairan lengket itu, atau sekedar bisa goyang maju mundur. Hmm. Apa sih susahnya nahan buat beberapa tahun kedepan? Buru-buru amat…

Kalau gak sabar ya nikah muda aja. Bebas nah mau ngapain aja. Ganti gaya juga bisa. Kan udah sah. Gak bisa di anulir wasit atau siapapun itu. So lebih nikmat juga, tak perlu was-was kalian keluar didalam atau keluar dimanapun bebas.

Tapi miris, diberitakan bahwa setiap hari valentine jumlah pembelian kondom meningkat drastis. Villa juga ikutan naik harganya.

So, valentine dulu pernah aku bahas diblog ini. Coba baca ini Valentine? sejarah valentine yang sebenarnya. Biar kalian tahu, dan tidak salah arah…


Well segitu aja. Tetep jaga diri, jaga keperawanan lo. Kalau udah gak perawan yaudah gpp. Udah kejadian juga. Sekarang lo ratapi aja. Gimana caranya biar perawan lagi, engghhh. Ah bodo amat..

BONUS CLIP TERBARU AWAHGELAPKRIN

Ketika Tak Lagi Sama

Tidak seorangpun yang menginginkan mencintai orang tanpa dicintai. Karena tentunya kalian tahu, mencintai merupakan segala sesuatu hal yang sangat menyita emosi, waktu dan tenagamu. Bahkan menyita masa depanmu. Percayalah, belum saatnya untuk bahagia ketika kalian merasakan sakit karena cinta. Tunggu, mungkin Tuhan baru memiliki rencana untuk melahirkan manusia di dunia ini untuk menjadi pasanganmu. 20 tahun kemudian… Engghh



Malang, 18 November 2016.
Hardian, salah satu mahasiswa tingkat akhir disalah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Kota Malang. Kota dengan suhu yang dibawah rata-rata dengan kesejukkannya apalagi ketika musim MABA (Mahasiswa Baru), Malang semakin terasa dingin. Ingin rasanya dapat satu Maba untuk penghangat hari-hariku. Malang dengan sejuta wanita cantiknya bahkan sejuta mahasiswa yang berada di kota ini yang memiliki berbagai macam suku, ras, budaya dan bahasa. Hal itu terbukti dengan beraneka ragam mahasiswa mulai dari wilayah Indonesia bagian timur hingga ke barat-barat an. Selatan ke utara ketemu laut lepas…

Dia mahasiswa yang bisa dikatakan gagal move on dari trauma sebuah ikatan yang sebut saja namanya Pacaran. Berbagai macam rasa sakit boleh dikatakan sudah dia rasakan. Dari mencintai dan saling dicintai. Mencintai tapi tidak dicintai bahkan mencintai dan dicintai berakhir dengan penghianatan. Rasanya lengkap sudah, tinggal satu saja yang masih belum. Pacaran dengan istri orang. Angan yang belum tercapai.

Mahasiswa yang disibukkan dengan skripsi, dan banyak lagi tanggungan kuliah termasuk sibuk mencari pasangan hidupnya. Dia telah lama menyendiri, bukan berarti dia sedang bertapa digunung keramat yang angker untuk menyendiri mengabdikan diri kepada mahkluk astral dan berharap mendapatkan jodoh yang dia impikan. Bukan…

Hanya saja dia tidak mudah untuk menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenisnya, entah kalau sejenis mungkin mudah. Lupakan…

Dari berbagai pengalaman yang telah didapatkan, dia belajar banyak bahwa mencintai itu sakit baginya. Tidak untuk orang lain, yang memiliki paras tampan, dompet tebal dengan uang, tunggangan mobil dengan variasi dimana-mana. Dia hanya mahasiswa tingkat akhir yang cupu pengangguran tidak memiliki kesibukan apa-apa kecuali skripsi dan tunggakan kuliah yang masih harus dia selesaikan dengan segera.

Hardian hanyalah mahasiswa yang parasnya pas-pas an, malah bisa di diskon. Dompet tebel, dengan bon-bon utang atau bon laundry an yang sengaja belum diambil dengan sekaratnya isi dompet. Tunggangan hanya motor matic yang lusuh tak terurus persis dengan pemiliknya yang buluk, bukan kuda bersayap bhak pangeran yang turun dari langit menjemput sang putri, eh putrinya tidur. Motor matic yang lusuh itu dicuci pun hanya sesekali ketika dia pulang ke kota tempatnya asal. Pantaslah rasanya kalau wanita enggan mendekat dengannya bahkan lebih sering menyakitinya. Sesekalinya dompet penuh pun wanita datang hanya untuk menghabiskan isi dompetnya. Tapi nilai lebih dari Hardian adalah dia memiliki postur yang lebih tinggi jika dibandingkan Boy. Boy anak jalanan sudah mati. Ganti bang Boy kayaknya.

Itulah kenapa percintaannya berakhir dengan sebuah peristiwa yang tragis. Selalu saja dia diduakan oleh wanita yang dia cintai. Mungkin karena alasan itu tadi , Hardian tidak memiliki wanita yang sangat mencintainya bahkan menganggap dia berharga untuk wanitanya. Selalu di campakan ketika sudah mendapatkan semua kebahagiaan darinya.

Berbeda dengan mereka yang memiliki paras tampan, selalu di sayang-sayang oleh wanitanya. Bahkan di ajak kemana-mana untuk dikenalkan kalau ini adalah pacarnya.

Ganteng:“Ganteng kan? Ganteng Kan?” Ucap wanita yang memamerkan laki-lakinya kepada khalayak ramai.
Jelek:“Jelek kan? Jelek kan?” Ucap wanita yang sedang ada di kebun binatang lalu menyamakan laki-lakinya dengan salah satu penghuni kebun binatang.

Ada lagi nih
Ganteng:Ketika laki-laki ingin membeli baju lalu meminta saran kepada wanitanya
“Sayang ini bagus gak? Cocok gak buatku?” Tanya sang lelaki.
“Udah sayang, yang kamu pakek apapun itu pasti pantes kok. Bungkus deh” Jawab sang wanita.
Jelek:“Sayang ini bagus gak? Cocok gak buatku?” Tanya sang lelaki.
“Terserah deh kamu mau beli yang mana, percuma gak ada yang cocok kayaknya” Jawab sang wanita.

Perbedaan pas putus antara cowok ganteng sama jelek
Ganteng:“Kita putus ya. Makasih” Pinta sang lelaki.
“Kok putus, aku gamau. Aku sayang kamu. Pokoknya gamau!” Balas sang wanita.
Jelek:“Kita putus ya. Makasih” Pinta sang lelaki.
“Yaudah, gpp. Pergi aja!” Jawab singkat dan padat.

Asli kayak gini nih bikin sakit hati banget. Berharap si cewe bakalan nahan-nahan buat enggak putus. Tapi nyatanya dia rela dengan tabah dan tenang banget melepas kepergian lelakinya ke alam kengenesan.

Sebenernya hidup ini adil. Tergantung bagaimana kita dapat mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Karena Tuhan akan menambah nikmat kita ketika kita mampu bersyukur. Jadi bersyukurlah memiliki pacar satu. Maka Tuhan akan menamabhkannya menjadi dua atau bahkan tiga lagi.

Untuk masalah ganteng dan jelek, kalian yang memiliki pacar seperti ini bersyukurlah. Yang punya pacar jelek, jangan lupa bersyukur. Siapa tahu nanti Tuhan memberikan yang lebih ganteng. Sementara yang punya pacar ganteng, bersyukurlah. Siapa tahu yang lebih ganteng itu akan meninggalkanmu. Enghh.

Ganteng Jelek itu relatif, tergantung bagaimana wanitamu mampu mensyukuri kehadiranmu dan kondisimu. Mungkin karena nasib bapak ibumu yang salah gaya jadi timbul anak jelek sepertimu. Coba minta resep ke bapak dan ibu yang anaknya ganteng. Mereka gayanya apa? apa dengan bismillah atau dengan mantra-mantra tertentu?.

Januari, 2014.

Sudah dua tahun yang lalu tepatnya Hardian terakhir kali menjalin hubungan dengan perempuannya. Berakhir tragis? Jelas. Hardian selalu ngenes dan ngenes, bahagia mungkin hanya diawal. Tapi endingnya juga bakalan ngenes.

Mantan Hardian yang terakhir namanya Tsanaa. Dia adalah salah satu mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di jurusan Tata Boga. Satu fakultas dengan Hardian, kebetulan Hardian ada di jurusan Teknik Mesin. Cocok kan?

Tsanaa pintar memasak, kalau kurang kuah yang minta ke Hardian tambahkan olinya satu liter aja untuk menambah aroma dari kuahnya agar lebih sedap. Kalau perlu untuk lebih menyengat ditambahkan pertamax seperempat liter aja cukup.

Tsanaa adalah mahasiswa dengan paras yang cantik, gigi kelincinya, bahkan tubuh yang ideal. Bahkan pintar masak. Lengkap kan?

Dibandingkan dengan Hardian?

Kurus kering, rambut yang mirip dengan sarang burung, parfum pun tak pernah melekat ditubuhnya. Mungkin sesekali ketika dia terpaksa kesiangan lalu berangkat ke kampus.

Lalu kenapa Tsanaa mau ya dengan Hardian?

Mungkin dia saat itu kesurupan lalu dengan tidak sadar menerima pernyataan cinta dari Hardian. Ketika sadar Tsanaa bertanya-tanya…

“Ini kita ngapain ya?” Tanya Tsanaa kepada Hardian.
“Lah, kita baru aja jadian sayang?” Jawab Hardian dengan riang gembira.
“Aku lupa, sepertinya aku tadi tidak sadar ngomong apa ke kamu?”
“Kamu perlu bukti?”
“Iya” Singkat Tsanaa.
“Ini” Hardian memutarkan suara rekaman yang sengaja dia rekam saat Tsanaa mengiyakan apa yang diinginkan Hardian.

Seketika Tsanaa tewas terkapar seakan tidak percaya menerima cobaan hidupnya….

Awal percintaan mereka, Tsanaa dan Hardian sangat-sangat bahagia jika orang lain yang melihat dari luar. Tanpa orang lain tahu, bahwa Tsanaa masih benar-benar belum bisa move on dari mantan kekasihnya.

Hardian, selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk Tsanaa. Dia lakukan semua apa yang Tsanaa inginkan. Pernah saat itu Tsanaa meminta Hardian untuk lompat ke jurang. Karena Hardian sangat mencintai Tsanaa, akhirnya urung Hardian lakukan. Karena Hardian tahu, ini namanya pembunuhan.
Sungguh merepotkan nanti jika benar-benar dia lakukan…

Beredar di surat kabar dengan Headline News “Mahasiswa Nekad Lompat ke Jurang demi Kekasihnya”

Didalamnya diulas bahwa mahasiswa menerima tantangan dari kekasihnya untuk membuktikan cintanya. Dengan melakukan lompatan indah ke jurang sedalam 1000 Km. alhasil tewas dengan indah tanpa jejak. Sang kekasihpun ketika melihat mahasiswa tersebut lompat ke jurang terpancar dari wajahnya kebahagiaan yang bercampur haru atas pengorbanan yang dilakukan oleh sang lelakinya. Lalu tewas dan tamat. Mereka gila…

Yang susah nih, kalau aja Hardian mati. Terus gak ketemu dimana jasadnya, sesekalinya ketemu pun ketika avatar udah bisa pup jungkir balik sambil terbang. Berceceran woii taiknya.

Pas ketemu jasadnya yang telah menjadi tulang tengkorak. Dengan bentuk yang mirip tulang belulang dinosaurus atau bahkan mirip artefak manusia purba. Tidak bisa dibedakan dengan mata telanjang, apalagi kalau mata pakek baju. Malah gak bisa. Malah gak kelihatan kan matanya ketutup baju.

Setelah ditemukan jasadnya ternyata telah diam membisu ketika polisi memintanya untuk menjelaskan kronologi lompat indahnya ke jurang sedalam 1000 Km. Polisipun tak kehabisan akal. Dengan inisiatif cerdas, arwah Hardian di panggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Kan kasihan, capek bolak balik alam kubur ke dunia nyata. Harus urus pasport dan visa berkunjung ke dunia nyata. Mungkin malaikat penjaga pintu masuk dan keluarnya bakalan kesel sendiri. Ini udah mati masih aja bolak-balik keluar-masuk mana minta ganti gaya lagi. Sekalinya keluar juga cepet banget, belum juga ssatu menit. Engghh..

Lupakan keabsurdan yang terjadi jika Hardian benar-benar mengiyakan keinginan konyol Tsanaa tersebut. Tapi Hardian tahu, ini semua hanya rekayasa belaka. Jika ada kesamaan nama,tokoh dan tempat ini hanya fiktif belaka…

Tsanaa memang belum benar-benar bisa move on dari mantannya. Tapi setidaknya Hardian tahu, kalau Tsanaa benar-benar ingin melupakannya demi Hardian orang yang dia cintai sekarang ini meskipun Tsanaa tahu ini semua karena kesurupan.

Hardian kalau dibandingkan dengan mantan Tsanaa sih jauh banget. Bagai bulan dibelah jadi bu-lan.*penggalan kata woi itu*. Mantan Tsanaa panggil aja Boy, karena sampai detik dia terakhir berpacaran dengan Tsanaa. Hardian gak tahu siapa namanya. Untung gak disebut Mawar atau Putri.

Boy salah satu anak D3 Tata Boga yang satu angkatan dengan Hardian. Sama-sama anak 2013. Tapi gak sama nasib wajahnya aja sih. Kalau Boy orangnya putih, mulus tanpa ada jerawat setitik di wajahnya, rambut rapi disisir ke kanan, badan yang berisi, style yang cool bahkan suara yang lembut. Hardian pernah dengar soalnya. Pas dibisikin “Ayo mas dikit lagi” Ahhhh apa ini.

Sementara Hardian masih sama seperti yang dulu. Udah kayak lagunya siapa itu yang liriknya gini “Kau masih sama seperti yang dulu” pokok lagu jaman 80-an atau jaman Nabi Adam. Entahlah

Dengan tubuh kurus kering kerontang nan gersang, rambut udah mirip wig abis dipakek banci mangkal yang berkeringat dikejar satpol PP, wajah berjerawat karena radiasi oli dan bahan-bahan logam lainnya, style yang bisa dikatakan mau gaya tapi norak alias salah dan suara yang pas-pas an. pas banget dikerongkongan belum keluar udah ilang aja suaranya.

Dengan segala kekurangan yang dimiliki Hardian, tapi Tsanaa tetap mau dengan Hardian. Padahal Tsanaa merupakan primadona di kalangan sekitar. Tapi biarlah Tuhan yang mengatur, ternyata dia hanya untuk kalangan sendiri, untuk Hardian.

Tsanaa memang orangnya supel, dia mudah bergaul dengan siapapun. Tapi minusnya dia orang yang omongannya gak bisa di tongkol, eh kontrol. Maklum dia dari Jakarta sono. Padahal dia udah lama tinggal di Sidoarjo, tapi logat Jakartnya masih kentel. Lo tahu kan apa yang dikatakan di Jakarta kadang menurut mereka biasa tapi menurut orang Jawa Timur an itu gak sopan. Kembali lagi, kita harus bisa menghargai dan saling menyelaraskan semua perbedaan. *Prokprok*

Sementara Hardian dari Kota kecil yang ada di sudut barat atas provinsi Jawa Timur, kalian tahu? Coba tanyakan Peta. *Nyanyi lagu Dora manggil Peta*

Tentunya dengan jawa medoknya kalau dibandingan Tsanaa ya jelas jauh beda. Begitupun sebaliknya. Kalau Tsanaa berbahasa jawa, malah medoknya gak karuan. Tapi kembali lagi, mereka saling menerima kekurangan dan kelebihan mereka. Membiasakan apa yang sekarang ini mereka jalani. Tidak banyak menuntut satu sama lain. Intinya percaya semua ini bisa dilalui berdua tanpa kendala satu hal apapun.

Bulan demi bulan dilalui. Banyak sekali konflik yang timbul diantara Tsanaa dan Hardian. Dari cemburu yang berlebih ke Tsanaa sampai keasinan, mantan yang hubungi Tsanaa lagi, Hardian yang kencing selalu lupa buka resletingnya, hingga Tsanaa yang telat datang bulan.

Semua dilalui dengan aman-aman saja selagi memakai pengaman terpercaya. Beli aja di indomart, beli Yakult biar sehat terhindar dari segala macam bakteri jahat sampai laki-laki jahat.

Sungguh indah memang ketika seseorang mencintai dan dicintai. Begitu banyak kebahagiaan yang tercipta. Saling takut satu sama lain untuk meninggalkan satu posisi dalam kesendirian.

Kebetulan Tsanaa di Malang ikut tante dan pamannya. Ada disekitaran daerah Dinoyo, gak jauh-jauh amat sih dari kosku. Hanya saja butuh melewati gunung dan lembah, anggap aja itu jembatan yang turun menjorok kebawah lalu naik lagi ketas. Udah kayak lembah diantara dua gunung kembar. Pas di bawah enak pas diatas enak nemu puncaknya coklat, kadang item. Tergantung sih dipuncak itu ada rumah yang gentengnya udah menghitam atau masih coklat mengkilat.

Karena Tsanaa tinggal dengan tantenya, jadi waktu untuk Hardian keluar dengan Tsanaa hanyalah ketika Tsanaa ada jam kuliah. Entah yang kosong siapa, pasti salah satu dari mereka meluangkan waktu untuk bertemu. Maklum tantenya kayak ibuk-ibuk kos yang nagih uang kos an yang telat.

Mau malam mingguan juga rasanya enggak pernah. Keluar malam rasanya memang gak pernah. Mungkin sesekali dua kali ketika ada kegiatan dikampus ketika malam hari. Itupun gak bisa lama. Cepet pokoknya, gak tahan lama memang Hardian.

Sebenarnya kalau sampai iya tahu tuh tantenya Tsanaa kalau dia pacaran, pasti dinasehati ini dan itu, pacaran haram, mending nikah langsung.  Nah dipikirnya nikah gampang, aku juga mau kali nikah buru-buru. Malam pertama kan enak… enggghh

Jadi Hardian dan Tsanaa mereka pacaran tanpa sepengetahuan dari tantenya Tsanaa. Kalau mau jemput juga harus jauh-jauh dari kediaman sang tante. Misal rumahnya di pertigaan terus belok kiri dikit nah Hardian jemput di sebelum pertigaan tapi dia belok kanan. Belok aja terus sampai lupa kalau belokannya buntu.

Sebenernya Hardian dan Tsanaa kuliah paling selesai jam 2 jam 3 sore. Tapi selalu mereka habiskan untuk sekedar berkeliling kota, makan atau nonton 3gp. Eh bioskop. Sampai waktu benar-benar sore untuk Hardian antarkan Tsanaa kembali ke peradabannya. Kos sekaligus tempatnya mbabu.

Kenapa mbabu?

Tsanaa dengan basic orang tata boga, tentunya dia memiliki keahlian yang lebih daripada wanita-wanita pada umumnya. Dengan berbagai macam ilmu yang telah dia dapatkan di bangku kuliah meskipun baru beberapa semester, dia dapat memasak beraneka macam masakan. Nah hal itu yang dimanfaatkan oleh sang tante untuk menjadikannya sebagai juru masak di rumah yang memang bhak istana. Dapur dan seisi sudut rumah benar-benar mewah.

Jadi setiap pagi, subuh setelah sholat dzuhur pasti Tsanaa sudah ada di dapur untuk memasak makanan untuk disajikan orang seisi rumah. Sendiri tanpa ada campur tangan dari tantenya.

Dirumah tantenya itu Tsanaa tinggal dengan paman dan beberapa anaknya pula. Dan ada pula di sebelah bagian rumah tempat tinggal untuk anak kos-kos an. kok ya mau aja sih tinggal di kandang singa. Mending juga ngekos di tempat lain.

Pernah kejadian, waktu Tsanaa sedang memasak dan tantenya tidak sedang berada dirumah dan hanya ada pamannya saja. Si paman dengan mendadak ada dibelakang badanTsanaa lalu dengan tidak canggungnya memeluk Tsanaa. Udah kayak istri yang lagi masuk terus suaminya dateng nyamperin meluk dari belakang terus nyium leher istrinya. Ini sama persis.

Hardian yang mendengar cerita Tsanaa pun tak bisa menerima. Sontak nalurinya sebagai laki-laki merasa marah. Apalah dayanya, dia tidak bisa berbuat banyak. Hardian hanya mengingatkan Tsanaa untuk lebih hati-hati, dan menjaga jarak. Bukan Tsanaa yang salah, tapi pamannya.

Dia paman seharusnya tidak melakukan hal itu, dia adalah masih sodara dengan ibu dari Tsanaa. Kenapa dia melakukan hal itu? Dengan kepolosan Tsanaa hanya menjawab “Ya mungkin itu rasa sayang dia ke aku mas, kan dia anggap aku udah kayak anak sendiri”..

Tapi ya gak kayak gitu juga kan ya. Itu bisa menimbulkan hawa nafsu yang tidak-tidak. Enak aja tuh pamanmu gituin kamu. Kan Hardian juga mau, akupun mau kok. Engghhh.. lupakan.
Masa-masa kuliahnya di semester 3 Hardian habiskan untuk bersama dengan Tsanaa. Berlanjut ke semester 4. Hingga berakhir dikemudian hari…

Sebelum drama kolosal ini berakhir, sebenarnya hubungan Tsanaa dan Hardian telah menjurus ke hubungan yang sangat serius. Mereka saling memiliki komitmen untuk sampai nanti nikah setelah lulus dan dapat kerja.

Disela-sela libur panjang semester. Tsanaa ikut dengan Hardian untuk ke rumah, untuk mengenal Bapak dan Ibu Hardian. Mengetahui lebih jauh, kondisi keluarga dan segala halnya.

“Bu, aku mau pulang” Tanya Hardian seketika diujung telpon dengan ibunya.
“Iya pulang hati-hati ya” Jawab singkat ibu Hardian.
“Tapi bu” Jawab Hardian.
“Tapi apa Har?” Tanya Ibu.
“Tapi aku mau ngajak masa depanku boleh?” Tanya Hardian dengan harap-harap cemas.
“Masa depan apa Har? Maksdunya apa?” Ibu mendadak bingung. Ini anaknya lagi di masa lalu mungkin ya pakek alat Doraemon kok ngomongin masa depan.
“Pacar bu pacar” Jawab singkat Hardian.
“Emm, Iya aku tanya bapak kamu dulu ya. Kalau bapak ngijinin ya gpp” Balas ibu.
“Iya bu makasih nanti kabari ya boleh atau enggaknya” Jawab Hardian penuh pengaharapan.
“Iya nanti Ibu sms aja” balas ibu dan segera mengakhiri obrolannya dengan Hardian.

Selesai sudah misi untuk meminta ijin kepada orang Tuanya Hardian. Dia hanya berharap kalau bapak dan ibunya akan memberikan lampu ijo, kuning, kelabu, merah mudah dan biru. Meletus balon hijau. Dorrr… eh ayam eh ayam. Engghh

“Iya gpp, buruan pulang Har kalau sudah selesai urusan di kampusnya” Sms dari sang Ibu beberapa tahun kemudian…

Yang artinya bahwa Hardian boleh mengajak Tsanaa untuk ikut kerumah untuk dikenalkan dengan mereka.

“Nduk, kamu boleh ikut ke rumah. Besok selasa aku pulang. Kamu ijin Umi juga ya, kalau Umi gak ngijinin ya jangan ikut” pesan singkat yang Hardian kirimkan ke Tsanaa.

“Iya mas, nanti aku ijin Umi” Jawab Tsanaa.

Lalu mereka saling membicarakan apa yang akan mereka lakukan ketika sampai di Kota tempat tinggal Hardian.

Sampai pada menit ke 45 memasuki extra time ada pesan dari Umi Tsanaa. Bahwa dia mengiyakan asal hati-hati bisa jaga diri.

Dan akhirnya mereka berdua pulang bareng ke rumah Hardian. Kali pertama ini dilakukan Hardian selama duduk dibangku kuliah.

Selama karir percintaan seorang Hardian, sudah dua wanita yang dia kenalkan dengan orang tuanya. Yang pertama dulu dengan mantan pertamanya, namanya Risgi. Lalu Tsanaa untuk yang kedua kalinya.

Di rumah Hardian,

Ketika mereka datang dari perjalanan yang cukup melelahkan. Mereka disambut bhak pengantin baru yang datang dari honeymoon. Tampak muka Hardian yang malu ketika melihat orang tuanya tahu dia membawa wanita yang katanya adalah masa depannya.

“Ini pak, kenalin namanya Tsanaa” Tutur Hardian setelah bersalaman dengan sang bapak.
“Tsanaa pak” Tutur Tsanaa kepada bapak Hardian. Senyum pun tersimpul jelas dari bibirnya.

Beberapa hari saja mereka ada dalam satu rumah. Tapi beda kamar.

Setelahnya Hardian berniat mengantarkan Tsanaa kembali ke rumah orangtuanya. Karena Hardian dianggap gagal dalam membina rumah tangga. Ah bukan…

Tapi orang tua dari Hardian ingin mengenal keluarga dari Tsanaa, sehingga bapak dan ibu Hardian iku mengantarkan pulang Tsanaa ke rumahnya.

4 jam kurang waktu yang dibutuhkan untuk bisa sampai ke rumah Tsanaa.

Sebelumnya Tsanaa telah memberitahu keluarganya bahwa orang tua Hardian akan datang ikut mengantarkan Tsanaa pulang.

Sesampainya disana, Hardian malu. Lagi-lagi malu. Ini baru pacaran juga belum lulus dapat ijasah udah acara beginian. Tapi ternyata setelah ditelisiki satgas ini hanya bentuk silaturrahmi saja dari orang tua Hardian.

Di rumah Tsanaa tidak lama, hanya beberap saat saja lalu pamit untuk pulang.

Ternyata dibawakan buah tangan oleh Bapak dari Tsanaa.

Diberikan satu iket penuh atau apa ya namanya pisang yang penuh yang tumbuh di pohon gitu. ya gitu deh pokoknya. Tapi gak sama pohon-pohonnya. Bahkan akarnya gak ikut kok.

Ucapan terimakasih dari keluarga Hardian atas pisang dari bapaknya Tsanaa. Pisang Bapaknya gedhe juga ya, kalah kalau dibandingakn punya Hardian. Maklum belum juga lulus kuliah. Belum bisa memberikan pupuk yang pas buat nanam pisang dihalaman belakang rumah.

Seperti itulah kisah Hardian dan Tsanaa. Sepertinya mereka memang akan menikah. Dan segera memiliki momongan. Dua anak cukup lah ya ngikut program pemerintah, tapi tambah setengah deh.
Januari, 2015

Kisah mereka berakhir.

Setelah setahun kurang mereka menjalani semua bersama. Tibalah waktu ini, waktu untuk berpisah. Waktu yang sangat dibenci bagi mereka yang menyayangi orang yang mereka sayang.
Tak tahu apa sebabnya, hanya saja perasaan mereka sudah saling tidak menentu. Tak tahu harus seperti apa. rasanya sudah dalam posisi dimana waktunya bangunan ini dirubuhkan. Mungkin karena sudah terlalu tua. Tapi rasa-rasanya setahun kurang itu waktu yang singkat. Tapi waktu yang lama untuk mengulangnya lagi.

Hardian memiliki firasat yang kuat, dia dapat merasakan apa yang sedang Tsanaa mainkan saat ini. Semua kepura-puraan yang Tsanaa lakukan. Semuanya Hardian tahu…

Hardian hanya membiarkan sembari waktu yang akan menjawab semua pertanyaan yang berkecimuk didalam hatinya.

Lantas mereka berpisah dengan sebab yang kurang jelas. Dari pertengkarang yang sudah sangat tidak bisa diselesaikan untuk dicari jalan keluarnya. Putus…

Terucap sudah, Hardian mengakhiri semuanya.

Dia tahu, Tsanaa bermain api dibelakangnya. Dan benar, setelah satu minggu mereka benar-benar putus. Ada laki-laki lain yang muncul dikehidupannya. Ah rasanya dunia ini kejam. Kenapa menciptakan manusia dengan hati yang seperti itu Tuhan? Akupun tak mau merasakan hal itu, aku tahu betapa sakitnya Hardian saat itu.

Hardian…

Nasibmu begitu tidak memihak. Selalu hadirkan kesedihan…

Sepertinya kamu harus benar-benar tabah dan ikhlas. Menerima segala cobaan, bersyukurlah. Itu artinya dia bukan orang terbaik untukmu. Masih ada wanita lain yang menunggumu diluar sana.
Mungkin belum dilahirkan bahkan baru angan-angan. Tapi percayalah. Tuhan itu Adil.

Hari-harinya setelah putus dan menyandang gelar jomblo. Tak banyak yang Hardian lakukan. Hanya mengingat segala hal yang membuatnya semakin benci kepada Tsanaa. Tapi rasanya ini tidak mudah…

Waktu yang mereka lalui. Banyak sekali, rasanya muak untuk mengingat kembali. Tapi begitulah, manusia diciptakan tidak untuk melupakan tapi untuk mengingat. Biarkan waktu yang menghapus segala ingatanmu. Biarkan Tuhan yang membantumu. Dengan mengahdirkan orang yang lebih baik lagi. Bersabarlah..

Enam kali sudah, Hardian gagal mempertahankan wanitanya. Sepertinya lelah untuk memulai. Cukup diamlah, bersabarlah. Tuhan yang akan membantumu.