TERIMA KASIH SUDAH BERKENAN MASUK DAN MEMBACA, APALAGI JIKA KALIAN MEMBERIKAN KOMENTAR SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH. KALAU TIDAK SUKA TINGGAL DI CLOSE TAB KOK.

Kamu, Terima Kasih

Kamu tahu, betapa kecewanya ketika kita mencari orang yang benar-benar akan kita jadikan satu untuk yang terakhir ternyata dia hanya datang sebentar lalu pergi. Dia pergi dengan bahagianya, sementara aku dengan kesedihanku. Tapi tak perlu lama, hidupku harus berlanjut.

Aku yang menjadikanmu wanita satu-satunya dari berbagai banyaknya wanitaku sebelumnya. Kamu wanitaku yang aku jadikan sebagai bagian dalam rencana hidupku kedepan. Mungkin belum nampak, karena aku ingin menampakkannya ketika kamu ikut didalam rencanaku. Tapi kamu hanya sebatas hadir lalu pergi. Bukan untuk menemaniku, hanya menghampiri lalu menamparku. Sadar diri, atas segala yang aku perbuat selama ini.

Kamu, wanitaku dari sekian setelah aku ikrarkan kamu menjadi bagian hidupku. Kamu wanitaku setelah ibuku yang selalu ada didalam doaku. Maafkan, Tuhan tidak menginginkan kita bersama. Ada salah dan buruknya dari aku dan dirimu.

Kamu wanitaku, yang mampu merubah semua kebiasaanku. Dari porsi tidur dan keseharianku. Terima kasih, mengajarkanku untuk selalu begadang setiap malamku. Setidaknya itu persiapanku untuk turun didunia nyata nantinya. Maklum sekarang masih di alam ghaib.

Kamu, wanitaku yang mengajarkan aku untuk bersabar. Bersabar menghadapi tingkahmu, layaknya babu yang menurut semua perkataanmu. Aku lakukan, karena sayang dan cintaku. Tapi sayang, cintaku dan sayangku tidak dapat aku rasakan lagi saat ini. Aku rela, melepasmu. Karena itu kemauanmu.

Kecewa, semua janji manismu. Tak semanis wajahmu, mungkin hatimu kelabu. Masih menggenggam erat laki-lakimu yang jelas dia menyakitimu. Tapi aku tidak bisa menyalahkanmu. Mungkin kamu terlalu mencintainya. Sama halnya aku yang mencintaimu. Tapi aku tidak bodoh sepertimu, aku bisa untuk pergi darimu. Semua keinginanmu.

Kamu, wanitaku. Yang sekarang telah penuh dengan segala macam jenis umpatanku. Maafkan aku, semua sudah berakhir. Tidak perlu aku seperti itu. Cukup satu hari lalu usai… Terserah maaf untukku akan ada atau tidak darimu. Bukan urusanku.



Wanitaku, selamat. Semoga bahagia dengan segala keputusanmu. Tak perlu kamu pikirkan kondisiku. Karena aku tahu kamu tidak pernah memikirkan hal itu. Setidaknya, pernah kamu memikiranku, dalam kondisi butuh bantuanku. Sisanya? Aku tak tahu.

Tuhan mempertemukan kita, dengan cara yang sama sekali tidak pernah aku duga. Bahagia dan kecewa, Tuhan berikan. Adil rasanya, karena hidup tidak melulu bahagia. Sakit untuk merasakan kesembuhan. Sehat untuk merasakan sakit. Seperti itulah.

Tak perlu kamu datang kembali. Aku sudah sanggup menata kembali hari-hariku. Tak perlu aku mencari penggantimu. Biar Tuhan yang mempertemukan lagi dengan orang yang lebih baik daripadamu. Semoga…

Doaku, semoga kamu bahagia. Jika iya nantinya Tuhan membalas segala perbuatanmu kepadaku. Maaf, itu bukan aku yang memberikan. Mungkin balasan atas perbuatanmu sekarang ini.
Tak perlu, kalian pertahankan seseorang yang memang tidak mencintaimu. Sudahlah, lupakan. Biarkan dia pergi dengan segala kepalsuan yang dia hadirkan…


0 Response to "Kamu, Terima Kasih"

Post a Comment

Hanya ada beberapa syarat buat komentar :
1. No Sara
2. No Link Aktif
3. No-mor HP atau Pin BB juga boleh
Yang point ketiga exc cowo tidak dianjurkan