TERIMA KASIH SUDAH BERKENAN MASUK DAN MEMBACA, APALAGI JIKA KALIAN MEMBERIKAN KOMENTAR SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH. KALAU TIDAK SUKA TINGGAL DI CLOSE TAB KOK.

Terlahirnya Kembali FOR REVENGE

Malam jumat, waktunya sunnah Rosul sebenernya. Sayangnya kok gak ada yang bisa diajakin buat sunnah Rosul. Aku Cuma dikosan sunnah Rosul-an sendiri aja, baca surat Yasin biar hati tenang,adem,tentrem,sepoi-sepoi dan semilir ombak yang menderu. Ah apalah ini.

Pembukaan yang absurd dan gak jelas.


Btw kali ini aku mau sedikit membicarakan mengenai salah satu band indie di Indonesia yang cukup aku kenal dan mungkin kalian pencinta musik indie post hard-core dan emo yang jaya pada jamannya. Tapi sampai sekarang musiknya tetap asik didengar. Temenku yang gak pernah tahu siapa itu for revenge pun ketika aku perdengarkan lagu “PULANG” dia bilang enak. Meskipun itu yang aku dengarkan adalah suaraku ketika mencoba mengcover lagunya For Revenge. Hahaha but sorry itu hanya sebagai hiburan aja buatku ngcover lagu meskipun dengan suara yang kadar alanya sedikit kurang.


Sedikit yang bisa kukutip dari https://www.reverbnation.com/forrevenge
Sejak berdiri tahun 2006, For Revenge memulai karirnya dengan musikalitas yang banyak dipengaruhi band-band post-hardcore dan emo pada masa itu . Nama For Revenge bermakna pelampiasan amarah atas setiap masalah yang menimpa kehidupan masing-masing personel. Pelampiasan amarah yang kemudian menjadi inspirasi. Sempat beberapa kali mengalami fase “bongkar-pasang” personel, akhirnya lima individu : Abie Nugraha (Bass), Hagie Juliandri (Gitar), Boniex Noer (Vocal), Arief Ismail (Gitar) dan Arie Pribadi (Drum) ; inilah yang melebur dan konsisten menghasilkan karya- karyanya.
Tahun 2011, For Revenge merilis album perdana bertajuk “Fireworks” secara D.I.Y. Berisi 10 lagu dengan “Termentahkan” sebagai single yang kemudian membuat For Revenge mulai dikenal khalayaknya. Di tahun yang sama, For Revenge kembali merilis single “Fiksi” yang menarik perhatian media. Dua tahun kemudian, For Revenge kembali merilis album kedua, Second Chance (2013) di bawah naungan Off The Records yang juga menaungi Noxa, Rumah Sakit dan Gugun Blues Shelter. Single “Sendiri” berhasil menempatkan For Revenge di level yang lebih tinggi. Lagu ini masuk ke dalam nominasi “Best Rock Song” di ajang penghargaan musik indie Asia Tenggara, VIMA 2013.”
Seperti itu sejarah awalnya hingga pada kemarin tanggal 16 maret 2016 nongol di twitter tentang announcement sang frontman Boniex yang mengundurkan diri dari kepengurusan For Revenge. Seperti yang aku kutip dari Facebook For Revenge, seperti inilah kurang lebihnya.

Benar, For Revenge dalam waktu dekat akan kembali aktif manggung, dan meneruskan proses kreatif untuk album baru nantinya. Tapi, saya ingin menjelaskan tentang suatu hal, yang sejujurnya, sangat sulit untuk saya tuliskan, terlalu berat untuk saya ucapkan. Sejak hari ini, Rabu (16/3), saya resmi mengundurkan diri sebagai vokalis For Revenge.
Tidak ada sedikitpun konflik dan masalah pribadi antara saya dengan para personil For Revenge lainnya. Ini murni karena saya harus memilih skala prioritas dalam hidup, karena hidup adalah tentang memilih dan mengambil keputusan.
Toh, jika saya tetap memaksakan diri sebagai vokalis For Revenge, saya khawatir justru akan menghambat perkembangan band ini.
For Revenge akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Begitupun dengan kalian, teman-teman, sahabat, dan FRF yang telah mendukung dan memberikan banyak inspirasi untuk setiap lirik yang saya tulis.
Dan untuk teman-teman terbaik saya di For Revenge, Arie Pribadi, Hagie Juliandri, dan Arief Ismail.. Dimulai hari ini, saya akan jadi fans fanatik yang menunggu karya-karya hebat kalian

Dengan adanya kejadian seperti ini, bagiku sudah menjadi hal yang biasa terjadinya pergantian sebuah personil dalam suatu band. Karena itulah merupakan titik dimana terjadinya posisi up and down.
Apapun itu, kalian For Revenge tetap harus berkarya. Tunjukan kalau kalian masih bernafas. Masih hidup dan masih bisa eksis di dunia musik Indonesia. Aku yakin kalian masih bisa melanjutkannya. Sampai detik inipun aku masih menunggu karya kalian. Dan selama ini yang paling kusuka dari lagu kalian adalah “PULANG”.
Frontman terbaru menggantikan Boniex adalah Abiyoso Utomo alias Ozo. Tepat tanggal 27 Maret 2016, dan disitulah titik tolak kembalinya For Revenge dalam dunia musik Indie khususnya.

Ingin tahu siapa Ozo lebih lengkapnya ?Silahkan kunjungi link dibawah ini 


Well, Semoga kalian segera bangkit dari tidur panjang dan tamasyamu dari Bulan. Kita menunggu karya kalian. Tetap respect dan yakin kalian bisa lebih dan lebih dari pada sebelumnya dengan formasi yang baru.



1 Response to "Terlahirnya Kembali FOR REVENGE"

Hanya ada beberapa syarat buat komentar :
1. No Sara
2. No Link Aktif
3. No-mor HP atau Pin BB juga boleh
Yang point ketiga exc cowo tidak dianjurkan