January 2016 - Bahrul.com

Friday, 29 January 2016

Mau Bertanya Nggak Sesat Dijalan



Ada pepatah yang mengatakan “Malu bertanya sesat dijalan”. Dan memang apa yang dikatakan pepatah itu benar sekali. Kalau kita ada masalah, atau apapun itu yang sekiranya memang membutuhkan bantuan orang lain. Maka janganlah kita sungkan untuk menanyakannya pada orang lain. Kalau malu, gengsi dan hal semacamnya itu yang menjadi halangan kita untuk bertanya. Maka benarlah sudah pepatah itu menyebutkan kalau kita akan tersesat jika kita malu untuk bertanya.

Dalam berbagai hal yang itu kita tidak mengetahuinya, maka pastilah kita akan melakukan sebuah prilaku yang sangat wajar dan memang harus dilakukan kita sebagai orang sosial. Yaitu bertanya.

Kita ambil sebuah contoh, misalnya kita sedang ada dalam perjalanan menuju tempat yang belum pernah kita kunjungi, pastilah kita tidak akan mengatahui seluk beluk tempat tersebut. Misal kita tidak mengatahui jalan ditempat itu. Maka pastilah kita akan terdorong untuk bertanya dengan orang lain. Menanyakan sebuah jalan misalnya, atau menanyakan alamat yang sedang kita cari.

Tapi hal tersebut dijaman yang semakin maju dengan teknologinya, bertanya bukan lagi dengan manusia. Melainkan dengan teknologi yang ada seperti gadget, HP dll. Kemajuan teknologi tersebut dapat kita manfaatkan untuk menanyakan berbagai hal yang tidak kita ketahui dengan Google, Sosmed, dll.

Meskipun teknologi memang semakin maju, tapi cara yang masih banyak dipakai adalah bertanya dengan orang secara langsung atau mungkin bisa lewat media lainnya. Telpon atau sms atau juga bisa dengan cara mention orang di akun sosial media. #AskBNI maybe salah satu contohnya.

Pengalaman saya pribadi, sering sekali bertanya dengan orang sekitar saat saya berpergian ke tempat yang baru. Salah satunya dulu saat pertama kalinya saya menginjakkan kaki di kota Surabaya.

Tidak tau seluk beluk surabaya, kota yang notabennya adalah salah satu kota terbesar yang ada di pulau jawa. Tapi saya tetap nekad demi bisa melihat band idola.

Turun dari bus di terminal Purabaya. Bingung mau naik apa untuk pergi ke salah satu mall. Kebetulan saat itu saya dan rekan saya ingin menghadiri konser salah satu band idola. Dan dengan nekadnya setalah pulang sekolah saat itu masih kelas 2 SMA langsung menuju ke kota Surabaya.

Hanya bermodalkan nekad dan tentunya uang yang gak banyak seukuran kantong anak SMA. Dan modal kalau gak tahu jalan ya tanya dengan orang sekitar. Karena saya tahu orang Surabaya pasti sudah sering sekali mengalami moment “Pak, Buk. Kalau mau ke kampus ITS lewat mana ya ?”. dan saya semakin yakin tidak akan tersesat di kota Surabaya meskipun saya sama sekali belum pernah ke Surabaya sebelumnya. Masih banyak orang sekitar yang akan membantu. Tapi tetap hati-hati, karena tidak semua orang memiliki niat yang baik. Itu pesan dari orang tua saya ketika saya akan berangkat ke Surabaya.

Alhasil saya akhirnya sampai juga di Tunjungan Plasa tepat pada waktunya, satu jam sebelum Last Child band favorit saya tampil diatas panggung. Itu semua tidak lepas dari peran orang sekitar yang membantu saya bisa sampai pada tempat tujuan.

Ada kejadian juga yang disebabkan karena saya tidak bertanya dahulu sebelum mengambil keputusan.

Kejadiannya waktu itu saya sedang menginginkan sebuah kamera SLR. Dengan uang yang sangat minim, tapi berharap mendapatkan kamera yang bagus. Salahnya saya waktu itu tidak bertanya pada google. Kenapa saya harus tanya google ? Ya karena waktu itu saya sebagai orang baru di kota Malang. Kota yang sampai detik ini menjadi tempat menuntut ilmu.

Layaknya orang yang terasingkan, dengan jumlah teman yang minim juga. Hanya ada beberapa teman yang berasal dari kota asal. Dan dari beberapa teman itu hanya 1 yang bisa saya ajak diskusi mengenai kamera. Dan atas saran dia juga, akhirnya saya memutuskan untuk membeli kamera di salah satu mall di Malang.

Malam itu kira-kira selepas sholat isya’. Saya memutuskan langsung ke Malang Town Square dengan teman saya. Disitu ada beberapa toko kamera. Semua kita masukin, dan harga dari kamera tersebut tidak sesuai budget. Tapi ada 1 toko yang sesuai dengan budget. Akhirnya saya masuk ke toko tersebut setelah saya pikir-pikir sebelumnya antara toko yang satu dengan yang lainnya.

Didalam toko kamera tersebut saya ditawarkan 2 jenis kamera. Yang pertama adalah kamera SLR yang lensanya bisa dilepas. Yang keduanya adalah kamera semi SLR yang lensanya tidak bisa dilepas dari kameranya.

Waktu itu harga kamera yang pertama adalah 4 juta sekian. Sementara kamera yang kedua hanya 3 juta sekian. Dan saya hanya memiliki budget 4 juta sekian. Cukuplah kalau untuk membeli kamera yang pertama.

Dengan antusias yang menggebu-gebu. Penjualnya memberikan informasi dengan detail dan spesifikasi dari masing-masing kamera. Hingga dia sepertinya mencoba meyakinkan saya dengan kamera yang kedua. Yakni kamera yang lensanya tidak bisa dilepas dari kameranya.

Karena waktu itu memang saya membeli kamera hanya untuk belajar, maka benarlah kalau penjual mengatakan sebaiknya membeli kamera yang kedua. Dengan dalih, kalau kamera yang pertama nanti akan cepat rusak dan perawatan kameranya yang juga susah. Dari alasan berjamur lensanya hingga harga lensa dan cakupan jarak dari lensanya itu sendiri.

Akhirnya saya putuskan saya membeli kamera yang kedua. Karena memang kamera yang kedua sesuai dengan kebutuhan saya yang hanya digunakan untuk belajar mengenai fotografi. Namun tentunya saya sempatkan sebelum mengiyakan untuk membeli kamera tersebut saya berdikusi dengan teman saya itu tadi.

Dan terbelilah kamera yang kedua, yakni kamera semi SLR.
Sesampainya dikos an, layaknya orang yang baru saja memiliki hal baru. Saya coba foto sana sini. Foto botol air mineral, kipas angin dan hal lainnya yang ada didalam kamar kos waktu itu.

Sampai akhirnya terlintas dipikiran saya untuk mencoba bertanya pada “Mbah” Google. Hal yang sebelumnya tidak terlintas dipikiran saya sebelum membelinya.Saya ketik keyword dikolom penelusuran mengenai Merk dan type kamera yang telah saya beli. Dan betapa terkejutnya ketika melihat harga yang muncul di internet. Harganya hanya 1 juta sekian, dan saya harus membayarnya ditoko tadi dengan harga 3 juta sekian.

Dari situlah saya menyimpulkan, bahwa saya sudah ditipu. Karena saya penasaran maka saya lihat lagi nota pembelian kameranya.

Benarlah didalam nota tertulis Rp.1.350.000,- dengan keterangan harga kamera. Sementara dibawah kolom harga kamera adalagi kolom namun tidak memiliki keterangan dengan nominal disampingnya adalah Rp. 2.xxx.xxx,-

Ternyata tidak selamanya penjual itu baik. Mereka ada yang manis didepan kita, tapi sebenarnya ada hal pahit dibelakang kita yang dia sembunyikan. Biarlah Tuhan yang membalasnya, saya hanya mendoakan semoga Tuhan memberikan kebaikan untuknya. Karena saya percaya rezeki Tuhan yang mengatur.

Dari kejadian itu, saya bisa ambil sebuah pelajaran berharga. Dimana untuk mengambil sebuah keputusan atau apapun itu. Sebaiknya dipertimbangkan lebih matang. Bertanya pada ahlinya, jangan hanya dengan satu atau dua orang. Kalau bisa semakin banyak yang kita tanyain, tentunya kita akan semakin banyak memiliki refrensi mengenai apa yang sedang kita hadapi.

Gunakan semua hal yang ada. Dari bertanya kepada orang secara langsung, ataupun dengan media sosial yang ada. Gunakan juga tekonologi yang ada di smartphone kita untuk memudahkan kita. Atau bisa dengan bertanya dan meminta pertimbangan pada “Mbah” Google, disitulah semua pertanyaan kita akan terjawab. Kecuali kita menanyakan jodoh, mungkin google tidak bisa membantu merubah nasibmu. Hehehe


Karena memang Malu bertanya maka akan sesat dijalan. Berbanding terbalik jika kita Mau bertanya maka kita tidak akan sesat dijalan. Terapkan prinsip itu dalam kehidupan, karena kita semua membutuhkan arahan dan bimbingan dalam hidup. Agar kita tidak tersesat dijalan yang salah.

Monday, 25 January 2016

Rindu Menjadi ALAY




Hmmm.

Ngomongin apa ya, agak sedikit bingung sih. Tapi sedikit aku mau cerita tentang gimana sih deketin cewe itu. Dan bagaimana sih kita bisa tahu kalau dia itu cewe yang memiliki tipikal seperti apa. Mungkin matre, cuek, angkuh atau binal. Ah apalah itu yang terakhir.

Berhubung aku jomblo sudah cukup lama. Bisa dibilang setahun sudah, gak ngerasain apa itu yang namanya moment kek gini nih

“SELAMAT TANGGAL 10 YANG KE 8 YA SAYANGemot sticker cium, peluk, ikeh-ikeh dll.”

Halloo, aku kangen alay kek gitu. Wkwkkw

Tapi jujur sih memang pacaran itu menyenangkan sekaligus memprihatinkan.

Senengnya tuh gini :

1.      Kalian tidak dikatakan sebagai JOMBLO. Mutlak itu
2.      Ada yang memberikan perhatian lebih, disaat gebetan gak ada. Ah apalah
3.      Ada yang kasih jatah, jasmani dan rohani. Jangan munafik, masih ada yang bilang gini gak ? “ Aku pacaran ga ngapa2in” That’s BULSHIT !
4.      Bebas dari title “MAHO” you know ? MANUSIA HOMO
5.      Mau kemana-mana ada yang bisa digandeng. Ada yang bisa di ajakin. Yang intinya kalian gak sendiri.

Ngenesnya tuh gini :

1.      Terjadi pemerosotan nilai mata rupiah dikantong. Yang biasanya tebel, tiba-tiba jadi kembang kempis nahan laper. Wkwkw
2.      Terlalu banyak membuang waktu untuk pacar. So kita gak bakal ada waktu yang banyak untuk teman kita. And you know ? Teman itu lebih dari pacar. Mungkin teman tidur. Eh
3.      Banyak aturan, halangan, rintangan, membentang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. Hahaa singgaha oh singgaha. Kera sakti …. Nanana. Itu apaan ya ? coba ulang lagi bacanya sambil pakek nada. Wkkw
4.      BANYAK DOSA. Masih mau ngelak ? PACARAN ITU MENDEKATI ZINAH. Apalagi yang udah zinah, hmmm. Mau dong. Eh

Ya gitu lah pokoknya. Masih ada yang lainnya sebenernya. Tapi aku sendiri seketika lupa apa aja ya. Hahah

Oh ya, kan tadi mau aku jelasin tipe-tipe cewe yang baru kita kenal dan baru pertama kali ng-date. You know ? Kencan
1.      Cewe itu memang dasarnya didalam kepalanya itu UANG, UANG dan UANG. Termasuk ibu aku sendiri. Kalau ibu aku dia mikirin uang itu, dimana uang itu tidak boleh habis untuk hal-hal yang kurang berguna. Foya-foya misalnya. Nah ada juga cewe yang mikirnya berhubung tuh cowo ada uang, jadi minta ini dan itu. Minta makan ditempat yang wah, dan hal sebagainya. Udah fix yang kayak gini tinggalin aja. Dijamin ntar dia gak bakal mau sama kalian saat kalian tidak memiliki materi yang lebih.
      But, aku pernah baca buku "Sabtu Bersama Bapak" dikatakan dalam bukunya bahwasannya Perempuan yang baik adalah dia yang mau diajak susah bersama laki-lakinya. Tapi laki-laki yang baik adalah dia yang tidak akan membuat perempuannya susah dan sengsara. Bagus kan ? hahah Ya seperti itulah seharusnya.
2.      Angkuh dan sombong. Mungkin karena pas ketemu lo jelek. Wkwkw atau mungkin dia ngerasa dirinya cantik, sementara lo bukan type dia. Bisa jadi. Udah santet aja tuh cewe lama amat.
3.      Pura-pura baik, ujung-ujungnya abis ketemuan. Kontak di BBM langsung kagak ada lagi, alias lo di DC. WA, LINE, MIG33, YM dll. Diblokir juga. Hahah sian. Itu artinya mungkin dia jijik banget sama muka lo. Atau mungkin kelakuan lo, doyan makan upil misal. Dan itu kejadian oleh temenku. Kasian banget kan dia :’ aku yang diceritain aja sedih, gimana dia coba ? Hina banget mungkin yang dia rasakan. Menimbulkan frustasi yang berkepanjangan.

Apa lagi ya ? hmm padahal ini tulisan udah di draft lama banget, tapi sampe detik ini menjelang deadline akhir bulan. Masih aja stuck disini.
Yasudahlah itu aja dulu yaa. Hahahah jangan di anggap serius, ini Cuma blog absurd.



Wednesday, 6 January 2016

Tahun yang Baru



Ada huruf A-Z dan adapula Alif – Ya’. Ada awal pasti ada akhir. 2015 telah berakhir, dan selamat datang 2016.

Januari, itu seperti mitos bagiku. Tapi sekarang bukan menjadi mitos yang menakutkan. Karena saat ini statusku masih sendiri, tanpa ada ikatan dengan seorang wanita. Apalagi dengan laki-laki. Jangan lah, aku masih suka itu tuh.

Kenapa sampai aku namakan januari sebagai mitos ? Karena saat aku ada diposisi dengan status pacaran, bulan inilah yang membuat semuanya berakhir. 3 kali sudah aku merasakan pahitnya bulan januari. Dimana hubungan dengan kekasih pasti berantakan dan berakhir dengan kata “PUTUS”. Tapi sukurlah bulan ini sepertinya tidak akan lagi menjadi bulan yang mengerikan. Karena sampai saat ini masih dalam misi pencarian seseorang yang bener-bener pantas.

Desember, Hahah itu bulan dimana aku dilahirkan. Bahkan bulan yang sangat ditunggu oleh sebagian orang. Banyak moment yang terjadi dibulan desember. Dari hari aids sedunia, hari ibu, hari ulang tahunku yang hanya aku yang menantinya. Bahkan hari dimana pergantian tahun terjadi dibulan desember bukan ? Ya aku pikir seperti itu.

2 tahun sudah blog ini mengudara, ecie mengudara udah kayak radio aja. Tepatnya sih tanggal 3 desember 2014 aku membuat blog ini. Blog yang sebenernya hanya berisi curahan bahkan kritik pedas yang ga jelas tentang realita yang terjadi disekitarku. Dari curhatan mengenai aku yang sampai saat ini belum menemukan jodoh yang pas, sampai dengan pembicaraan mengenai anak alay jaman sekarang. Hmmm… btw selamat ulang tahun bahrul.com.

Btw domainnya juga udah mau habis, tapi pengeluaran bulan lalu cukup menguras tabunganku. Ditambah lagi sepertinya ini hapeku perlu charger baru. Dan itu cukup menguras uang tabungan yang nafasnya tinggal beberapa rupiah. Terpaksa deh kayaknya harus pakek paypal. Lumayan saldonya masih $30 an. Beli domain mungkin abis $18. Jadi masih ada sisa $12. Ya nanti februari aja lah ya diurusnya. Semoga ada uang rupiah biar ga susah-susah buang dollar. Kan lumayan jadi tabungan hehehe.

Eh tapi bener loh ya, nulis itu susah. Butuh mood yang bener-bener kuat. Aku aja yang punya ide banyak buat bahan nulis, eh seketika rasanya rontok semua tuh kayak kutu mabok lem. Ide yang sudah ada hanya jadi sebuah ide tanpa ada realisasi yang nyata berwujud tulisan gak jelas tentunya. Tapi mau gak mau aku harus nulis. Ini blog gak boleh kosong sama sekali, entah tulisan apapun itu, yang pasti harus ada.

Pengen bahas anak pacaran jaman sekaran, sosmed jaman sekarang yang sangat mengerikkan, dimana bokep sudah meraja lela. Pernah lihat bukan ? Facebook makin parah, banyak spam porno. Di grup bahkan diberanda bahkan fanpage atau apalah itu. Dan masih banyak juga yang terkena jebakan batman kek gitu. dilihat dari banyaknya kejadian reshare konten adult. Semakin jelas bahwa orang kita masih banyak yang tertarik dengan konten adult. Masih banyak yang menyalahgunakan teknologi untuk hal yang negatif. Kalau sesekali mungkin tidak masalah, tapi kalau terlalu sering juga parah. Bukan edukasi tapi ereksi, bahkan mastrub*si Hahah

Ditambah lagi anak kecil sekarang SD sudah banyak yang punya facebook loh ya. Kan kasian mereka belum saatnya melihat konten adult dengan leluasa bisa melihat gambar bahkan video porno di facebook.

Masih ingat dengan kejadian dimana ada 2 anak SD yang alay banget. Dimana yang cewe udah panggil mamah atau apalah ya aku lupa. Sampai masuk diberita, komnas anak dll sampai ikut andil dalam menyelesaikan masalahnya. Dimana anak SD banyak yang sudah memakai alis, lipstik bahkan makek beha. Holeshit men !

Jamanku SD aja aku ga makek cancut woi. Lah ini udah makek beha aja.

Kasian bukan anak kecil jaman sekarang? dimana gadget menjadi pembunuh sosial mereka. Kalau jamanku SD mah waktu istirahat keluar cepet-cepet an beli jajan, kalau gak gitu ya main kelereng, gambaran atau hal lainnya. Nah sekarang ? duduk dikelas aja sambil ngemil terus buka gadget. Mending kalau yang buat COC an, nah yang bokep ? duh perihatin sama anak sekarang.

Kalau mau bandingin masa sekarang dan dulu pastinya banyak sekali perbedaannya. Next aja deh ya aku tulis lagi. Ini kok jadi melebar gini tulisannya.

Intinya selamat datang 2016. Be better, semoga aku makin semangat nulis. Tentunya semoga makin kesini tulisannya makin lebih bagus dari sebelumnya. Amiin. Oh ya visitor juga makin banyak hehehe.