2016 - Bahrul.com

Saturday, 10 December 2016

Aku dan Desember

Hay Desember, boleh aku menyapamu? Terima kasih untuk 22 tahunmu. Selama itu pula kau hadir dalam hidupku. Dan selama itu pula kau berikan hal-hal yang tidak pernah aku duga. Why u so awesome?

Desember, alhamdulillah dapat merasakan bulan ini lagi. Bulanku, dimana aku dilahirkan. Tapi aku percaya, desember selalu memberikan sesuatu yang beda setiap tahunnya. Memberikan hal-hal yang tidak pernah aku duga. Luar biasa, mungkin berlebihan. Tapi ini yang aku rasakan, dan aku percaya kalian punya bulan yang awesome tersendiri. Mungkin ada yang sama denganku?

But, desember memang banyak yang menanti. Bukan hanya aku, tapi Justin Bieber juga. Entah dia dilahirkan bulan desember juga atau bukan. Aku hanya mengarang sebuah cerita.
Lalu apa yang berbeda pada desember tahun ini?

Jangan tanyakan asmaraku seperti apa. Masih sama, masih sendiri. Hahaha… lupakan.
Desember kali ini datang dengan kejutan yang luar biasa membuatku bahagia. Memang sedih ketika bulan ini datang masih seperti tahun kemarin masih dalam kesendirian. Tapi tahun ini berbeda, dan luar biasa.

…:::SKRISPIKU KELAR:::…
Sebuah tugas akhir yang harus diselesaikan oleh mahasiswa strata 1 (S1)



Demi apapun aku gak pernah menyangka akan selesai dalam satu semester. Padahal planku adalah setidaknya semester 7 aku selesai seminar proposal skripsiku. Tapi Tuhan menakdirkan lain. Tuhan mengijinkanku untuk menyelesaikannya dalam satu semester.

Waktu itu, ketika aku selesai melakukan penelitian dan menyusun Bab IV dosenku bilang “Kerjakan sampai Bab VI, biar bisa sidang semester ini”.

Sejak saat itu mulai semangat untuk menyelesaikan semua. Walau aku rasa masih banyak kekurangan dari skripsiku. Hal tersebut terbukti dari banyaknya revisi yang harus aku lakukan saat ini. Dan diberikan kesempatan revisi selama satu minggu lamanya.

Setidaknya aku selesai. Aku LULUS. LULUS. Dan LULUS………………………

Persiapan sidang…

Entahlah, kebetulan dari awal november sampai nanti 22 desember aku melaksanakan mata kuliah KKN. Tahu kan ya KKN? Pasti tahu.

Karena skripsi yang begitu menyita waktuku, akhirnya aku sedikit menelantarkan KKN. Untungnya KKN tidak begitu merepotkan. Dan kebetulan aku mendapatkan tempat KKN yang tidak jauh dari kampus. Dan bisa akhirnya aku bolak balik kampus-posko setiap harinya.

H-1. Malam itu tiba-tiba temanku yang sebelumnya sudah bersedia untuk membelikan makanan dosen. Tiba-tiba memberitahuku kalau dia tidak bisa membantu aku untuk membelikannya. Terpaksa aku membelinya sendiri. Dan akupun bingung mau meminta bantuan kepada siapa. Ada temanku KKN, tapi aku tidak mau merepotkannya. Karena aku tahu mereka sudah terlalu repot untuk besok datang di sidangku. Sekedar memberikan selamat dan merayakan keberhasilanku. Thanks youre so awesome. Orang yang belum genap satu bulan aku kenal, tapi mereka sudah lebih dari keluarga. Berlebihan mungkin ya apa yang aku katakan. Tapi memang benar, mereka BAIK.

Setelah aku meminta bantuan ke teman satu ke teman yang lainnya, dan banyak dari mereka yang sedang sibuk dengan dunianya sendiri. Akhirnya aku terpikirkan untuk meminta bantuan Sella, dia temanku. Sekaligus mantanku. Mantan yang tak pernah tahu kapan kita jadian dan kapan kita putus. Itu sudah lama, ketika aku duduk dibangku kelas 1 SMA. Dia yang menemani aku membelikan makanan untuk diberikan kepada dosenku keesokan harinya.

Ada kejadian yang menarik, waktu itu aku dan Sella akhirnya memutuskan untuk membeli roti di daerah sekitaran Suhat, daerah dimana banyak sekali tempat nongkrong dan aneka macam jajanan anak muda gahol.

“Che, beli air minumnya gimana?” tanyaku. Kebetulan aku memanggil dia lebih akrab dengan sebutan Cheche, entah itu nama diberikan siapa. Seingatku teman satu geng dia waktu SMP. Kebetulan aku satu SMP dengan dia, jadi aku bisa tahu.
“ Beli di Indo***** aja Bah” tutur dia.
“Tapi gak ada sedotannya Che” balasnya.
“Yaudah cari dijalanan warung-warung aja sambil balik kosku” balasnya.

Sepanjang jalan kenangan, eh bukan. Sepanjang jalan kembali pulang aku mengantarkan dia pulang ke kos. Aku dan dia menoleh kekanan dan kiri untuk memperhatikan dimana ada penjual air minum sekaligus sedotan. Mampir dari satu toko ke toko lainnya, tapi tidak menemukan air minum beserta sedotannya.

Akhirnya dengan ide konyolnya.

“Bah beli disini aja” celoteh Cheche sambil jarinya menunjuk sebuah toko kelontong yang lumayan besar.
“Yaudah sini wes” balasku.
Dan ternyata sama, hasilnya nihil. Tidak ada sedotan, terpaksa hanya membeli air mineralnya.
“Terus sedotannya gimana Che?” tanyaku.
“Emm.. beli jus aja nanti minta sedeotannya ke yang jual” jawab dia dengan cengengesan.

Sebenernya aku tidak begitu setuju dengan idenya. Tapi mau tidak mau daripada enggak sama sekali.
Disebrang toko kelontong tempat aku membeli air mineral ternyata ada penjual jus. Dan disana juga ada sedotan yang aku maksudkan.

“Yaudah beli sini aja Bah” tuturnya.
“Yasudah, nanti bilang beli aja jangan minta” pimtaku.

Finally, dengan rela hati si ibuk dan bapak penjual jus pun memberikan 3 sedotan secara Cuma-Cuma.

“Matur nuwun buk” tuturku dengan girang, bukan tante girang ya.

Ya akhirnya aku mendapatkan sedotan atas ide konyol dari Sella. Dan selanjutnya aku antarkan dia kembali pulang ke alamnya. Kebetulan dia baru saja putus tali beha, eh bukan tali asmara. Niatnya sih dia mau curhat sama aku malam itu makanya dia mau aku ajakin anter aku beli makanan. Karena dia tahu aku besoknya sidang jadi dia tidak jadi bercerita panjang lebar. Yang jelas dia kecewa dengan kekasihnya. Dia dihianati. “Udah, gak usah dipikirkan, ingat orang tuamu Che. Ibu juga baru beberapa hari yang lalu meninggal. Jadi lebih baik kamu fokus untuk sukses” seketika aku berubah menjadi titisan Mario Teguh. Hahahah.

Keesokan harinya…

Sidang dimulai tepat pukul 9.30 WIB.
Selesai kurang lebih pukul 11.00 WIB.
Dan terima kasih, aku LULUS. Dengan revisi. Hahahah.

Terima kasih buat teman-temanku yang telah datang ikut merayakan keberhasilanku. Tak perlu aku sebutkan, aku rasa hari itu hanya aku yang ramai dengan ucapan selamat dari teman-temanku. Padahal hari itu ada 3 orang termasuk aku yang melakukan sidang. But sekali lagi terima kasih banyak. insyaAllah nanti giliran kalian aku akan ikut merayakan keberhasilan kalian juga. 


Sekali lagi, TERIMA KASIH. DESEMBER. I will remember. 


dua wanita yang ada dalam satu kelas hahah


W/ Dhea


W/ Arif

Lupakan haha

W/ Rifai

W/ Cabe-cabeanku





W/ Aida

w/ Monica

W/ BANMAN

W/ Agus haha



dari kiri ke kanan. Pak Solichin, Pak Sunomo, Aku, dan Pak Yoto

Monday, 5 December 2016

Mawar, Kamu Berubah

Aku lupa menceritakan ini, kejadian Dia dengan Mawar setelah kegiatan di tempatku. Seusai Mawar mengisi acara disana. Kurang lebih ceritanya seperti ini kalau aku tidak salah tangkap maksud dari Dia.☝

Waktu itu sekitar jam 12 siang, cuaca cukup bersahabat dan roman-romannya akan segera turun hujan. Hey, Dia bukan pawang hujan atau peramal cuaca. Dia hanya melihat kondisi alam lalu menyimpulkan. Benar, hujan turun saat Dia dalam perjalanann mengantarkan Mawar kembali pulang ke kosnya.💕

Aku ingin kembali ke waktu Dia sedang menjemput Mawar untuk ke Desa tempat Mawar akan mengisi acara.💣💫

Sebelum acara dimulai sekitar jam 9 pagi. Dia menjemput Mawar di kosnya di daerah sekitar kampus UIN Malang. Waktu itu kondisi hati Dia begitu kalut, melihat ada perbedaan dari Mawar. Tidak sama ketika awal berbicara melalui pesan singkat BBM. Sepertinya aku harus menceritakan Dia dan Mawar di pertemuan keduanya.

Pertemuan kedua…

Saat itu jam ditangan Dia menunjukkan pukul 12 siang. Sebelumnya Dia tidak ada janji dengan Mawar untuk bertemu. Hari itu hari selasa, dan pertemuan yang direncanakan seharusnya Rabu. Satu hari sebelum acara dilaksanakan. Tapi entah kenapa Tuhan seperti menasbihkan Dia dan Mawar untuk bertemu hari itu.

Sebenarnya Aku yang meminta Dia untuk melakukan pertemuan itu. Tapi aku pikir seharusnya tak perlu untuk bertemu. Karena Aku hanya meminta Dia untuk memberikan materi yang akan di sampaikan Mawar pada hari kamis nanti. Kalau perlu materi tinggal email dan beres sudah masalahnya. Tapi entah kenapa, sepertinya Dia rindu.

Akhirnya Dia bertemu dengan Mawar. Dia menemui Mawar di gedung fakultas kedokteran. Mawar sedang ada kuliah, atau hanya sekedar ingin bertemu dengan dosen untuk bimbingan skripsi mungkin itu aku tidak tahu pasti. Hay, aku lupa menceritakan. Mawar adalah calon perawat, cantik, lucu, imut. Ah sudahlah, aku pun tak tahu harus menggambarkan dia seperti apa. karena kata-kata tidak bisa menceritakan semua tentang Mawar. Apalagi Dia? Dia yang sedang terbuai dengan segala hal tentang Mawar. Sementara aku hanya mengerti melalui cerita dari Dia. Andai aku jadi Dia, aku bahagia. Sayang, Dia adalah temanku. Aku tak mau Dia terluka. Aku tak mau Dia sedih. Janganlah kamu sakiti Dia Mawar.



Dari kejauhan tampak wanita itu, Mawar. Menenteng helm dan mencoba menghampiri Dia yang memang sedang mencari dimana Mawar.

“Hey” Sapa Dia, tentunya dengan senyuman. Kebahagiaan, ah apalah itu luar biasa aku sendiri bingung mau nulis apa.
“Iya, aku dari tadi disini” dia berbicara dan tersenyum. Aku menulisnya dengan membayangkan senyuman Mawar. Kok aku bisa tahu, iya waktu itu kan dia mengisi acara di tempatku. Setidaknya aku tahu. Bagaimana Dia tidak bahagia, wanita yang dia cinta ternyata luar biasa.
“Iya maaf ya, aku gak bergitu paham dengan kampusmu. Aku paham kamu” Dia mencoba membuat Mawar tertawa. Dan, berhasil.
“Yaudah kita mau kemana?” Tanya Mawar.
“Entahlah, makan yuk” Tanya Dia sambil melihat wajah Mawar yang sedang duduk di belakang Dia.
“Yaudah jalan dulu, kita cari disekitar sigura-gura aja” Saran Mawar. Kalian harus tahu, sigura-gura adalah tempat dimana banyak makanan, banyak kos, banyak kemacetan dan ada Mawar disana. Kalian harus coba.
“Okedehhh, berangkat” Dia, bahagia.

Masih bingung, dan tak tahu mau kemana. Sembari diatas motor, Mawar menjelaskan apa yang dia lakukan selama dikampus. Dan ternyata sedang konsultasi dengan dosen untuk skripsinya yang menurutku keren. Mawar meneliti tikus, hehehe. Kamu pintar Mawar. Dia bahagia mengenalmu.

“Mau kemana ini?” Tanya Dia pada Mawar.
“Emmm, jalan terus deh nanti ada Mie Gentong *kalau aku gak salah denger*” Jawab Mawar.

Akhirnya Dia dan Mawar pergi ke tempat tersebut. Tempat yang sederhana, dan sepertinya enak. Aroma mie sudah tercium saat Dia dan Mawar memarkirkan motor cukup mengundang perut yang memang sudah kelaparan dan berontak ingin makan.

Pesan, lalu bayar…

Duduk menunggu pesanan datang. Bercerita segala hal, aku tak tahu jelas apa yang mereka bicarakan.

“Aku gampang deket sama cewe, lebih gampang temanan sama cewe daripada cowo. Gak tahu kenapa” kata-kata itu sempat terucap dari mulut Dia.

Mawar sepertinya berfikiran yang tidak-tidak. Omongan itu Mawar asumsikan bahwa Dia adalah playboy.

Perbincangan selanjutnya aku tidak tahu pasti. Yang jelas Dia meminta materi yang akan disampaikannya untuk teman-teman Dia yang meminta untuk dipelajari.

Setelahnya lalu pergi meninggalkan tempat makan tersebut.

Tapi selama hari itu sampai Dia mengantarkan kembali Mawar ke kampus untuk mengambil motor Mawar. Tak ada kesan dia marah, dia berfikiran enggak-enggak juga enggak ada. Tapi setelah mereka berpisah kembali ke peradaban masing-masing. Mawar berubah. Jutek, dan seperti tidak peduli.

Saat Dia berbicara “Kamu kenapa, aku ada salah?” selalu Mawar menjawab “Gak papa kok”.

Tapi Dia tahu, Firasatnya terlalu kuat untuk kebohongan yang Mawar tunjukkan. Sampai pada suatu sore…

“Kamu kenapa, udah jangan bohong. Aku tahu ada sesuatu hal ingin kamu tanyakan. Ada hal yang mengganjal dihatimu?” Tanya Dia.
 “Tidak ada apa-apa kok” masih dengan jawaban yang sama dari Mawar.
“Please jujur, ada apa?” Pinta Dia pada Mawar.
“Setelah acaramu aku ingin berbicara sesuatu kepadamu” Jawab Mawar.
“Apa? Kenapa tidak sekarang?” Dia begitu penasaran dengan apa yang ingin diucapkan Mawar.
“Sabar, dua hari lagi kok” Jawab Mawar.



Dia memaksa Mawar untuk berbicara waktu itu juga. Karena Dia memang tidak suka dibuat penasaran. Dengan pikiran yang berkecamuk, apakah Mawar ingin pergi, atau apalah. Dia tidak sanggup memikirkan apapun. Dia khawatir. Dia terlalu takut. Berlebihan ya Dia… tapi aku tahu dan aku memakluminya. Dia memang punya perasaan itu.

“Aku tahu, kamu pasti memikirkan omonganku tadi siang bukan?” Tanya Dia.
“Omongan apa, enggak kok” Jawab Mawar mencoba berbohong.
“Tolong jujur, iya kan?” Sekali lagi Dia meyakinkan Mawar.
“Enggak kok enggak” Mawar masih kekeh dengan jawabannya.
“Kamu mikir aku gampang dekat dengan cewek kan?” Tanya Dia.
“Nah itu tau.” Jawab Mawar.
“Maksud omonganku tadi siang tidak seperti apa yang kamu bayangkan. Aku hanya gampang dekat dengan cewek hanya anggap mereka teman. Dan memang temanku kebanyakan cewek. Itupun aku tidak menaruh hati kepada mereka. Karena mereka memang teman-temanku.” 
Penjelasan yang entah dapat meyakinkan Mawar atau tidak.

Aku tak tahu, yang jelas Mawar untuk sementara waktu percaya dan mencoba percaya menurutku.

Lalu pagi itu, kamis Dia menjemput Mawar di Kosnya… dengan suasana yang berbeda. Mawar berubah, entahlah … 💤💤💤

Sunday, 4 December 2016

Haruskan Dia Kecewa?

Aku akan melanjutkannya, cerita tentang Dia dan Mawar. Aku tahu persis seperti apa cintanya Dia untuk Mawar. Aku tahu, Dia lelah dengan cinta yang selama ini pernah ada. Dia yakin, Dia percaya kalau Mawar berbeda dengan cinta yang lainnya. Mungkin ini terdengar berlebihan, tapi seperti itulah cinta. Ketika kita merasakan bahwa pikiran terpenuhi dengan wanita yang sedang kita cinta. Persetan dengan mereka yang memandang semua ini sebelah mata.👀👀 👇👇👇

Dari percakapan itu, Dia merasa ada hal yang berbeda. Ada hal yang menyebabkan Dia berani terus menerus mencoba berbicara melalui chat. Aku rasa Mawar menyambutnya, tapi satu hal. Waktu itu aku sendiri juga melihatnya ada inisial nama seseorang dalam status BBM Mawar. “NSH” itulah nama lelakinya. Lelaki yang pada akhirnya aku tahu dia hanya laki-laki bodoh💇👎👎 yang mensia-siakan Mawar.

Dia lupa, bagaimana awal cerita Dia bisa mengetahui segala sesuatu mengenai laki-laki itu. Yang jelas, Mawar mau bercerita mengenai laki-lakinya. Ternyata mereka sudah lama berpisah, tiga bulan sudah mereka memutuskan hubungan. Lalu selama itu juga Mawar masih mempertahankan segala hal tentang laki-laki itu. Akhirnya akupun tahu, laki-laki itu telah bersama Mawar enam tahun lamanya. Itu bukan waktu yang lama, setara dengan aku berjuang mendapatkan gelar ijazah SD.😀😀

Aku tahu, Dia pasti tahu. Tidak mungkin baginya untuk masuk kedalam kehidupan Mawar dengan cepat. Tidak mungkin terjadi. Tapi dengan sikap Mawar yang begitu berbeda, seperti memiliki rasa yang sama pada Dia. Aku yang bukan ikut merasakan langsung pun dapat merasakan, Mawar ingin Dia.

Malam itu, sudah larut aku rasa 🙇. Dia ingin mendengar cerita tentang Mawar dengan laki-lakinya itu. Dia mendengar isak tangis Mawar, tangisan yang tidak berguna aku rasa. Meneteskan air mata demi laki-laki seperti itu. Laki-laki yang jelas-jelas telah membuangnya seperti sampah. Yang selalu mencoba untuk memungutnya kembali. Aku tahu, Mawar begitu menyayangi laki-laki itu. Enam tahun, bayangkan. Aku juga ingin memiliki hubungan seperti itu. Tapi tidak untuk ending dari hubungannya.

Dia mencoba meyakinkan, bahwa apa yang telah Mawar putuskan adalah benar. Dengan memutuskan hubungannya dengan laki-laki itu. Laki-laki yang tega bermain belakang dengan wanita lain. Dan Mawar bercerita, itu tidak untuk pertama kalinya laki-lakinya selingkuh dengan wanita lain. Lalu? Masih ingin seperti itu? Mawar, masih mau kamu menyimpan semua kenanganmu denganya? Foto? Segala macam tentangnya?

Aku rasa kamu gila… berhentilah kamu memunggungi masa depanmu. Disini ada Dia, walau aku tahu, Dia tidak akan dapat menggantikan laki-lakimu. Tapi setidaknya dia memiliki niat dan sikap yang lebih baik dari laki-lakimu itu.

Hay, ini masih berlanjut. Aku tak tahu kalian membicarakan apa. Aku rasa kalian membicarakan kisah ini secara jauh. Kedepan akan seperti apa bukan? Haha aku hanya menebak, belum tentu benar. Tapi sepertinya iya.

Sudahlah, jangan bersedih 😊😊. Kamu harus siap. Jangan takut, jangan pesimis, apapun itu. Dia selalu ada bersamamu. Kamu tahu itu bukan?

Malam itu…💬💬

Dia ada pertandingan futsal dengan remaja karang taruna desa, ini cerita masih berada di tempatku KKN.

Setelahnya, Dia membuka handphone. Melihat adakah pesan dari Mawar. Ternyata saat membuka BBM tidak ada pesan darinya. Yang ada hanya Mawar yang memperbaharui statusnya. Memperbaharui foto profilenya. But Diapun tak tahu, kapan tepatnya Mawar menghapus nama laki-lakinya itu dari status BBM nya. 😞😞

Lalu dia membuka Line, ternyata Dia menemukan pesan dari Mawar. Voice Note Mawar kirimkan, tapi sebelumnya ada kata-kata. Intinya Mawar berterima kasih, Dia sudah menjadi teman yang baik dan sangat baik. Sedih ketika membaca kalimatnya tapi seketika Dia tersenyum mendengar voice note dari Mawar. Dia menyanyikan sebuah lagu dari Yura- Berawal Dari Tatap. 💕💕💓💚💛💜💙



Tak tahu apa maksud dari kata-katanya. Teman yang baik? Jadi selama ini dia hanya menganggap teman? Baik? Tak ada hatikah Mawar?
Terpikirkan juga, apa Mawar ingin pergi? Menjauh?
Ah entahlah, Dia tidak tahu ingin berbicara apa lagi. Dia tak tahu seperti apa maksud dari Mawar.

“Maksudmu apa?” Tanya Dia. 😮

Entahlah, saat itu aku membaca pesan Mawar dari Handphone Dia sudah lupa apa perkataan Mawar selanjutnya.


Yang jelas, aku melihat malam itu Dia kecewa.

Friday, 2 December 2016

Boleh Aku Tersenyum?

Dia, temanku. Terlihat bodoh karena cinta. Ini tentang Dia, temanku. Dia sedang jatuh dalam cinta. Tentu kalian tahu, cinta itu suka dan duka. Dua hal yang tidak pernah terpisahkan. Jika dalam ceritaku sebelumnya aku menceritakan Dia yang terluka karena cintanya pada Mawar. Kini akan aku ceritakan detail ceritanya. Mungkin tidak sedetail kenyataannya, tapi seperti inilah ceritanya.😯😯

Sesudah pertemuan pada sore itu, Dia merasa jatuh dalam cinta, dalam bahagia akan indahnya manusia ciptaanMu Tuhan. Wanita itu, memang baik. Wajah yang lucu dan tutur kata yang lembut membuat Dia merasa wanita itulah yang Dia cari, dan saat ini adalah waktunya untuk Dia mendapatkan semua itu.



Saat itu ….☺☺

Dia mencoba menghubungi Mawar 👩, wanita itu akan menjadi pengisi acara dalam program kegiatan KKN di tempatku. Aku sendiri tidak tahu siapa wanita itu, wanita yang saat ini diberikan nama oleh Dia  dengan sebutan Mawar. Kala itu cuaca Kota Malang diguyur hujan, sementara Dia masih menghitung detik demi detik untuk memastikan Dia tidak terlambat untuk bertemu Mawar.

Pada hari sebelumnya Dia telah menghubungi Mawar untuk bertemu. Pertemuan itu sengaja hanya untuk membicarakan program kegiatan yang akan diisi oleh Mawar. Tak terbesit dalam benakku juga kalau pada nantinya Dia akan menemui Mawar. Karena aku rasa, aku sebagai ketua pelaksanapun cukup lewat chat untuk memastikan Mawar mau menerima atau menolak untuk menjadi pengisi acara dalam kegiatanku.

Dia memilih untuk menemui Mawar dan membicarakan segala sesuatu mengenai acara yang akan Mawar isi secara langsung. Karena menurut Dia, tidak etis rasanya meminta tolong kepada orang tanpa harus bertemu sebelumnya. Dia meminta waktu luang kepada Mawar utuk bertemu dengannya. Setelah proses tawar menawar waktu, ditemukanlah kesepakatan antara Dia dan Mawar untuk bertemu hari Sabtu siang jam dua di gazebo yang  letaknya terdapat dikampus Mawar. Kampus Dia dan Mawar berbeda.

Saat itu jam dua siang, dan hujan masih nyaman mengguyur bumi Arema. Masih menurunkan air dengan rintik hingga tak terdengar suara hujan dari dalam kamar. Ternyata hujan masih membasahi bumi. Aku kira juga waktu itu hujan cukup lama tak  kunjung redah. Hingga pada akhirnya hujan berhenti menurunkan air ke bumi.

Lalu Dia memutuskan untuk menghubungi Mawar,

“Sekarang ya? Masih hujan gak di kosmu?” tanya Dia pada Mawar melalui BBM.
“Iya gak papa, yasudah aku siap2 mau berangkat” Jawab Mawar singkat.
“Oke, kabarin ya kalau mau berangkat” balas Dia.

Seketika Dia langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lalu sebelum berangkat Dia sempatkan untuk menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim sholat ashar.
Setelahnya Dia langsung berangkat menuju tempat dimana yang telah disepakati antara Dia dan Mawar.

“Kamu dimana?” pesan singkat yang Dia kirimkan ke Mawar.
“Aku di Gazebo ini” Jawab Mawar.
“Sebelah mananya? Ini aku boleh masuk? Motorku gak ada stiker kampusmu.” Tanya Dia kepada Mawar.
“Udah masuk aja gpp kok.” Jawab Mawar.

Setelah yakin Dia bisa masuk ke kampus tanpa harus memiliki stiker, langsung dia menuju ke gazebo dekat dengan fakultas kedokteran.

Sesampainya disana, Dia merasa bingung, harus diparkir dimana motornya.

“Kamu dimana? Aku parkir motor sebelah mana ini?” tanya Dia pada Mawar.
“Kamu sebelah mana, biar aku samperin” Jawab Mawar.
“Aku didepan parkiran, motor hitam, helm hitam jaket hitam” Jawab Dia.

Beberapa menit kemudian muncullah wanita itu. Mawar

“Maaf, mas Dia bukan?” suara yang muncul dari belakang punggung Dia.
“Oh iya, Mawar?” Tanya Dia.

Setelah berbasa basi akhirnya Dia dan Mawar menemukan tempat parkir dan akhirnya merekapun duduk bersama dibawah gazebo. Disana mereka membicarakan konsep kegiatan yang akan dilaksanakan hingga seperti apa nantinya Mawar akan mengisi acara.

Lama mereka saling berbicara, hingga tak sadar mereka membicarakan hal-hal diluar konteks kegiatan. Ternyata Dia memiliki teman yang teman itu adalah teman Mawar juga. Ternyata dunia itu memang sempit ya. Berbicaralah akhirnya, dan ternyata teman Dia dan Mawar itu pernah menjalin kedekatan antara Dia dan teman dari Dia dan Mawar itu. Terlalu panjang dan rumit ya. Akupun yang mendengar cerita ini juga bingung, menulisnya pun cukup membingungkan harus seperti apa.

Waktu yang harus memisahkan Dia dan Mawar. Awan yang mulai menggerutu dengan mendungnya. Memaksakan mereka sesegera mungkin mengakhiri pertemuan pertama mereka. Karena menurut Ramalan Dia, hujan akan segera mengguyur kembali. Ternyata bakat meramal Dia benar. Dia sampai di kos, dan saat itu pula hujan mulai turun membasahi pertemuan mereka.

“Kamu kehujanan?” Tanya Dia dalam obrolan BBM.
Beberapa menit kemudian, barulah ada balasan dari Mawar.
“Iya kehujanan” Balas Mawar.

Dari situlah mereka memulai percakapan lebih dari sekedar teman. Bahkan mungkin ini adalah salah satu pertanda mereka memulai awal cerita kisah ini. Cinta, rasa yang selanjutnya dirasakan Dia. Entah Mawar, Dia dan akupun juga tidak tahu. Terbalaskan dengan senyuman atau kesedihan yang mendalam? Egois rasanya harus menjawab sekarang. 💕💕


Monday, 28 November 2016

Jangan Jadi Bangsat

Hai, sebentar lagi desember. Sepertinya masih sama dengan tahun-tahun yang lalu. Masih sendiri, masih tidak ada wanita. No problem. Memang susah untuk mendapatkan sesuatu hal yang kita inginkan. Terkadang Tuhan memberikan dengan caraNya sendiri tanpa kita sebagai makhluknya dapat menduga-duga kapan datangnya. Btw Tuhan mungkin tidak akan mengirimkan kekasih sampai aku bener-bener siap buat nikahin dia. Entah siapa itu.

Sedikit cerita ini temanku. Dia satu KKN denganku, tak perlu kusebut siapa dia. Kalian tahu fenomena KKN yang sudah terkenal melalang buana seantero jagat dunia persilatan? KKN adalah dimana ada benih-benih cinta bahkan benih anak. Dan aku percaya ini benar-benar terjadi.

Dia sudah lama sendiri. Entah berapa lama yang jelas dia mengatakan kondisi ini memang sangat-sangat lama. Lalu apa yang terjadi sekarang? Di tempat KKN, dia mulai merasakan cinta, bedanya dia tidak merasakan hal tersebut kepada wanita yang satu KKN dengan dia. Ini cerita tentang cinta dia dengan orang diluar KKN. Tapi dia masuk dalam KKN.

Beberapa hari lalu, ada kegiatan sosialisasi. Kebetulan dia PJ humas, sementara aku PJ ketua pelaksana kegiatan. Dari sinilah awal cerita, dia dan dia. Wanita itu, aku lihat memang baik. Pantas lah kalau dia tertarik. Laki-laki mana sih yang tidak jatuh dalam cintanya. Wanita itu dengan tatapan yang sayu, cukup untuk membuat laki-laki yang melihatnya merasa tenang, nyaman dan apapun itu rasa-rasanya tidak berguna.

Dari komunikasi dia sebagai PJ humas, tentu dialah yang menghubungi wanita itu. Wanita itu anak kampus sebelah. Jika dibandingkan dia (temanku) mungkin tak ada artinya. Apalah aku dan dia hanya ada dikampus yang bisa dikatakan memang ada dibawah kampus wanita itu.

Sepertinya ini awal dari segala petaka buat dia.

Singkat cerita, dia dan wanita itu bertemu di kampus wanita tersebut. Sebut saja nama wanita itu mawar. Dia cantik tapi menyakitkan. Nama yang pas bukan? Mawar juga indah. Tapi tak untuk disentuh karena akan menyakitkan.

Setelah pertemuan itulah mulai timbul rasa dari dia. Sementara Mawar? Entahlah, sejauh apa yang dia ceritakan ke aku, ada tanda-tanda dia memiliki ketertarikan. Tapi hanya dugaan. Yang pada akhirnya berakhir pada kesalahan.

Mawar, 3 bulan yang lalu putus dari pacarnya, diselingkuhin. Pasti rasanya luar biasa sakitnya. Aku pernah merasakannya. Yang sabar ya Mawar.

Tapi dia lebih sakit daripada Mawar. Dia sekarang merasa sedang terbang tinggi lalu tiba-tiba bumi menasbihkan untuk menarik dia kembali ke bawah dan mengehmpaskan seluruh tubuhnya ke bumi hingga hancur tak tersisa. Hati? Tak berbentuk.

Apa yang dilakukan Mawar aku rasa memang tidak harus dia lakukan. Sepanjang aku mendengarkan cerita dia (temanku) aku merasakan ini tidak adil. Setelah apa yang dilakukan oleh dia, Mawar membalas dengan sikap yang tidak biasa. Tidak sama dengan yang dia tahu saat awal perjumpaannya dengan Mawar.

Mawar, kamu tahu? Dia sakit. Ingin rasanya mengumpat kalau aku jadi dia. Ingin kukatakan juga kalau ini tidak adil. Sementara kamu sendiri harusnya sudah mengerti. Betapa sakitnya ketika orang yang kita sayangi tiba-tiba pergi. Apa kamu belum puas dengan perlakuan mantanmu? Apa kamu memang ingin melampiaskan rasa sakitmu itu kepada dia (temanku)?

Semoga Tuhan membalas segala perbuatanmu. Aku sebagai dia (temanku) pun aku tak akan terima jika diperlakukan seperti saat ini. Kamu kira kamu siapa? Kamu kira kamu segalanya?

Suatu saat nanti, kamu akan tahu. Betapa kamu telah salah melakukan hal ini kepada dia. Kamu pernah dengar? Orang di dzolimi adalah orang yang paling di ijabah oleh Tuhan atas doa-doanya.

Tak perlu dia mengumpat. Tak perlu, aku tahu dia. Dia baik. Hanya saja dia pasti memiliki batasan kesabaran. Entah seberapa, mungkin ini puncaknya.

Aku hanya ambil sebuah pelajaran berarti. Yang tidak aku dapatkan dari orang lain sebelumnya. Mengharapkan terlalu jauh kepada manusia itu salah. Karena manusia memiliki peluang untuk menjadi orang munafik. Tidak untuk Tuhan, Tuhan maha adil.

Ya semoga dia (temanku) diberikan kesabaran yang ekstra. Setalah apa yang telah Mawar perbuat. Permainanmu aku rasa cukup bagus. Cukup lah untuk pemain amatir kayak kamu. Andai itu kamu lakukan padaku. Sumpah serapah mungkin aku ucapkan. Tapi sudahlah, untung aku tidak mengenalmu. Hanya sebatas tahu. Dan dia sekarang cukup terpukul dengan apa yang telah kamu perbuat. Harusnya kamu tanggung jawab. Setidaknya kamu yakinkan penyebab semua ini terjadi. Kalau kamu bukan pecundang, pembual, dan sebagainya. Omongkan dengannya. Selesaikan, karena tidak elok rasanya kalian saling bermusuhan. Mungkin kamu tidak, karena kamu tidak dirugikan. Sementara dia? Rugi segala hal.

Oke gitu aja,




Jangan GOBLOK dengan wanita. Permainkan saja dia, untuk saat ini. Tidak untuk nanti menjadi istrimu. Karena banyak sekali wanita yang tidak tahu diri saat ini. Dikasih hati minta rempelo. Air susu dibalas dengan air tuba. Serius aku yang diceritain aja kesel. Gimana aku yang ngerasain beneran ya. Duh pengen siram tuh mukanya trs bakar. Hahahaha. Gak gak, santai aku lebih suka kubur orang idup-idup. Hahahahaha *ketawajahat*

Thursday, 24 November 2016

Mencintai atau Tai ?

Cerita ini aku tulis berdasarkan beberapa pengalamanku dan pengalaman teman-temanku. Ini tentang cinta, bukan saling tapi hanya mencintai. Mencintai orang yang salah? Aku rasa cinta tak pernah salah jika berdasarkan pada hati. Entah jika kalian berdasarkan nafsu, tentu itu salah. Filosofi cinta bukan lah nafsu, meskipun tidak dapat dipungkiri cinta terkadang menimbulkan nafsu. Omong kosong jika ada orang yang mengatakan “Aku tulus mencintai dia, aku terima dia apa adanya. Bukan paras, tapi sikap” Haloooo? Mungkin hanya beberapa tetes orang yang seperti itu. Sisanya? Sudah masuk di dalam.

Mencintai atau di cintai? Kurasa kalian tentu memiliki anggapan berbeda-beda bukan?. Percayalah orang memiliki kekuatan untuk mempertahankan ideologi masing-masing. Aku lebih suka mencintai, dicintai lalu kemudian. Terlahir sebagai aki-aki, sorry L nya kurang. Tentunya sudah tertanam jiwa berjuang, aku menjadi sekarang ini pun berjuang dari tetesan air ayahku yang berhasil mengalahkan tetesan lainnya untuk dapat berkembang biak didalam rahim ibuku. Ya, aku lebih suka berjuang, meskipun tak hanya sekali aku mendengar kata-kata “bahrul anak mamah, anak manja” terserah. Itu pandangan kalian. Tentunya kalian tidak tahu apa tujuanku. Yang kalian lihat adalah hanya beberapa tentangku.



Kembali lagi, mencintai memang susah. Butuh banyak sekali perjuangan, tenaga, pikiran bahkan tetesan keringat, tak kadang juga tetesan air spe*ma buat kalian yang ingin nikah dengan paksa karena terganjal restu orang tua dari wanitamu. Tapi tolong jangan diteteskan sembarangan. Dan ini bukan opsi yang baik, sebaiknya langsung siram jangan diteteskan. Engghhh

Dari semua mantanku, hingga sampai detik ini belum punya pacar lagi. Keseluruhan aku yang berjuang. Mulai dari kenalan, bahkan sudah kenalan baik eh pas mau deketin jadi malah kayak orang gak kenal. Ketemu dijalan pasti rasanya enggan buat menyapa dia. Bener gak? Itu cinta.

Apa sih enaknya berjuang? Enak banget. Aku bisa merasakan betapa aku ini masih memiliki banyak kekurangan dimata orang lain. Bukan berarti harus menjadi seperti yang dia (buruan/cewe) inginkan. Tapi setidaknya bisa menjadi orang yang lebih baik. Selain bisa menjadi nilai tambah didepan wanitamu, juga untuk orang lain yang mengenalmu. Calon mertua misalnya.

Mencintai harus siap segalanya, mulai dari tenaga, waktu, emosi, pikiran bahkan material yang bisa kalian beli di toko bangunan terdekat, semuanya terjual terpisah. Ayo buruan dikoleksi ya jangan sampai enggak. Ya, semua hal itu tidak dapat dipisahkan adanya. Bahkan mental juga perlu disiapkan untuk dapat menerima kenyataan bahwa cintamu tidak terbalaskan. Siapkan mentalmu jika hal tersebut terjadi untuk menghindari kestresan yang tak kunjung usai.

Berjuang memang asik, seru dan penuh tantangan. Tapi jangan sampai perjuanganmu mencintai orang itu salah. Maksudnya salah mencitai seseorang. Meskipun aku katakan pada paragraf sebelumnya kalau hati tidak pernah salah meninctai seseorang. Tapi harus dikatakan lagi, janganlah mencintai orang yang masih punya pacar atau yang sedang mengandung anak dari laki-laki lain. Serius bisa digampar suaminya.

Meskipun pepatah sering mengatakan “sebelum janur kuning melengkung” tapi rasanya tidak etis kalau harus merebut kebahagiaan orang lain. Percayalah, karma itu ada.

……………………………………

Halo…?

Rul ?

Bah?

….

….

….

Sorry kepotong tulisannya, barusan abis buang hajat. Si taik udah maksa keluar…

Lanjut ya..

Mencintai seseorang itu indah, anugerah, bahkan tidak bisa sembarang untuk mencintai. Jika saja hal tersebut semudah mensukai, mungkin dunia ini akan banyak sekali perkelahian merebutkan cinta. Untung saja perkelahian para pahlawan merebutkan kemerdekaan negara kita.

Mencintai, hahaha. Aku muak, sekalinya mencintai seseorang berakhir dengan penghianatan. Itulah alasanku sampai detik ini masih nyaman untuk sendiri. Bukan perkara pidana, atau trauma. Bukan!. Hanya butuh sedikit waktu saja untuk itu.

Mencintai tentu berharap dicintai bukan? Gila jika kamu katakan tidak!

Dicintai butuh waktu, proses, tetesan air juga perlu kalau mau maksa. Tapi jangan, sekali lagi jangan ya. Kasihan anakmu, kemungkinan besar tidak akan menjadi anak yang pandai. Berdasarkan googling dan isu yang beredar mengatakan “Kecerdasan anak berpengaruh terhadap umur ibu, semakin matang umur ibu maka anak semakin siap di santap”. Kan udah matang.

Pernah suatu ketika temanku, saat itu masih duduk di bangku SMA. Masa dimana kita bisa mengekspresikan dirimu sesukamu, mencari jati dirimu, dan mencari pasanganmu. Hahaha. Jadi dulu temanku, sebut saja Bagus. Nama aku samarkan, biar kalau dia baca ini tidak merasa aku ungkap kemalangan dia, bahkan kesurabayaannya.

Dia memiliki hati dengan Vita, wanita tinggi putih langsing karena dia kurus kekurangan gizi. But cantik kalau menurutku. Dikasih juga mau kok. Nah Vita kebetulan beda kelas. Dia ada di kelas IPA C sementara Bagus ada di IPA D.

Awal mula kisahnya adalah ketika kedua insan manusia yang salah menempatkan rasa ini bertemu dan mengenal lebih jauh berkat bimbingan belajar disalah satu lembaga, adalah pokok namanya. Gamau aku sebutin karena sampai sekarang tidak dapat endorse darinya. Beasiswa yang dijanjikan pun tak kunjung ada kabar, aku muak dengannya. Sama halnya aku muak denganmu. Bodoh.

Kebetulan aku satu kelas di bimbel itu juga dengan mereka. Aku lihat mereka sering duduk berdampingan. Dari situlah awal mula cinta mereka.
Dari mana aku tahu mereka saling cinta? Bagus yang cerita.

Singkatnya, mereka saling sms. Bbm waktu itu belum terjangkau. Hanya facebook. Itupun facebook jaman dulu tidak semudah sekarang ini yang makin canggih hanya dengan smartphone. Ya dari sms yang berkelanjutan dan dengan rentan yang cukup intens itulah menjadikan mereka saling memiliki rasa untuk memiliki.

Pernah aku ditunjukan beberapa potong kalimat sms mereka. Serius agak jijik bacanya, tapi anggaplah waktu itu aku membaca tulisan di minuman Ale-Ale dapat hadiah mobil avanza.

“Aku gak mau kamu pergi ya, aku mau kamu selalu disini …” itu titit-titit, eh titik. Sebenernya ada lanjutannya. Kalau gak salah itu panggilan sayang mereka, aku lupa.
“Iya aku juga kok. Jangan pergi ya…” serius aku lupa ini mereka panggilan sayangnya apa.

Ini kisah cinta, kisah dua insan manusia yang saling mencinta. Mencintai lalu dicintai, tapi ….
Ini hanya sesaat bahkan tipuan. Semua yang dikatakan adalah salah. Sesalah Bagus mencintai Vita. Kenapa salah?

Bagus sebelumnya sudah mengetahui jika Vita memiliki pacar. Diapun mengenal laki-laki itu, laki-laki itu temannya. Hanya saja mereka berbeda kelas. Vita dan Pacarnya sebut saja Andi, mereka satu kelas. Hay Gus, kamu bodoh~

Bagus hanya diberikan janji, janji dan kata-kata yang membuat dia berbelas kasih dengan Vita. Apa janji dan kata-kata itu?

Janji itu adalah untuk memutuskan Andi secepatnya. Aku rasa ini adalah jahat, meskipun dengan dalih hubungan mereka sedang dalam kondisi yang sangat berantakan. Hubungan yang sedang berada diujung manuk, bukan tapi tanduk. Maaf.

Kata-kata itu “Umurku tidak panjang lagi Gus, aku memiliki kanker dikepalaku”…
Siapa yang tak kasihan mendengar penyakit itu? Aku pun cukup terenyuh mendengarnya. Umur yang hanya sisa beberapa bulan.

Endingnya sih mereka akhirnya hanya sebatas kisah, kisah yang salah. Cinta yang salah, rasa yang salah, semua salah. Untuk mengumpat pun salah, karena kamu sudah salah dari awal. Seharusnya Bagus sudah mengetahui akhir dari kisahnya. Sementara Vita masih bahagia dengan Andi. Tapi kayaknya sekarang mereka sudah putus. Bagus mau ngulang lagi gak? Mayan ~

Fyi aja, Vita sampai detik ini masih menghembuskan nafasnya. Kabar terakhir yang aku lihat dari beranda facebook, dia makin cantik. Lumayan berisi sekarang, makin gedhe. Serius. Mungkin dia sudah sembuh. Alhamdulillah.

Bagaimana kabar Bagus? Dia masih berkutat dengan kuliahnya. Entah dia sekarang dengan siapa tak pernah ada kabar darinya. Sudah pintar kah Gus kamu?
Memang cinta terkadang membuat orang menjadi bodoh. Itulah kenapa banyak perumpamaan yang mengatakan cinta rasa taik ayam. Serius aku gatau gimana rasa taik ayam. Tolong dong kasih review bagi siapa saja yang udah pernah makan.

Nanti deh bahas dicintainya. Ini lagi mau proker KKN, jadi harus siap-siap dulu. Doain lancar segala sesuatunya. Amiin


Wednesday, 23 November 2016

Cerita Teman Berparasit


Cerita anak kos, serius gak ada abisnya kalau mau dibahas mulai dari awal. Punya cita-cita sih mau nulis semua pengalaman di kos, tapi ya gitu untuk memulai begitu susah. Persis kayak dapetin hatimu juga susah banget. Susahnya sih kalau kos sendirian gak ada temen dari kampung halaman kalau mau butuh bantuan itu agak sungkan minta bantuan anak kos. Secara gak begitu kenal akrab kan ya. Beda kalau sama-sama dari daerah asal, mungkin sungkannya gak ada. Saking gak ada sungkannya tuh pernah ada cerita gini.

Jadi dulu waktu maba aku kan beli printer, kebetulan temenku itu datang ke kos dengan dalih minta tolong print di kosku. Okelah aku bantu. Tapi apa yang aku bayangkan ternyata salah, dia menunjukkan file dia yang akan di print. Ku kira hanya satu atau dua lembar. Tapi ternyata berlembar-lembar dan itu full colour. Tentunya kalian tahu, ngeprint warna harganya berapa. Okelah, berhubung sudah terlanjur aku ijinin jadinya ya dia print sesukanya dia. Dibilang ikhlas sih ikhlas, dibilang enggak juga bisa. Dengan logika seperti ini.

Ikhlasnya, ya ikhlas orang dia udah terlanjur datang jauh-jauh ke kosku, dan dia juga teman masa kecilku sewaktu SD. Selain itu sudah mengiyakan, gak pantas rasanya kalau aku bilang jangan.
Gak ikhlasnya, kukira yang di print selembar – sepuluh lembar. Dan aku kira saat itu dia tidak begitu urgent buat ngeprint. Sama-sama anak kosnya kan ya. Jadi seharusnya tahu, bahwa semua ini butuh uang kawan.


Ternyata Tuhan mendengar rintihan anak kos. Ditengah jalan bahkan masih di beberapa lembar, printerku macet. Dan yang terjadi adalah printnya emang gak bisa. Warnanya gak mau keluar. Padahal kemarin-kemarin masih bisa loh. Ini adalah bencana sekaligus anugerah. Syukuri saja. Ambil hikmahnya, temenku urung untuk ngeprint lembaran-lemabarannya.

Dia gak miskin, dia cukup berada. Tapi ngeprint buat kuliahnya sendiri masa iya harus minta di temen lainnya. Wajar ya anak kos, beda lagi kalau sudah bisa menghasilkan uang sendiri.

Well, mungkin yang aku ceritakan setelah akan membuat opini kalian tentangku yang kalian kira perhitungan dengan teman sendiri. Enggak kok, hanya saja waktu itu sebelum dia ke kosku. Aku bilang ke dia buat beliin saos di minimarket terdekat. Aku titip dan nanti uangnya aku ganti kok. Itu hanya empatrebu doang.

“Oh ya, berapa tadi harga saosnya”
“Empatrebu sekian” aku lupa sekiannya berapa. Tau sendiri kan di minimarket harganya kadang suka ngawur. Struck pembelian sama yang di rak suka beda. *apahubungannya.
“Oh ini uangnya” ku rogoh dompet dan kuberikan beberapa lembar seribuan ke dia.

Kalau aku jadi dia, aku sudah melupakan harga saos. Sudah melupakan kalau itu dia titip beliin. Anggap aja sama-sama membantu. Tapi ini tidak, dia dengan mentolo menerima uang saosnya.
Ya beginilah resiko punya teman parasit. Mau nyusahin tapi gak mau di susahin.

Sebenernya sih bantuin masalah beginian gak masalah, gak terlalu aku fikirkan. Tapi ya itu, dia lagi tidak dalam kondisi urgent. Uang juga dia masih ada, banyak insyaAllah. Kenapa harus minta print ditemen? Kalau aku jadi dia, aku sungkan dan segan. Apa mungkin dia mau memcoba printer baruku? Entahlah

Dan sekarang, temenku itu terbukti parasit. Giliran dia dimintain tolong, boro-boro chat di bales. Di read aja enggak. Ya aku sih cuma bisa doakan supaya dia bisa jadi orang yang lebih baik. Heehhe
Sudah sudah, semoga tidak ada teman yang seperti ini lagi. Kalaupun ada, jangan dilestarikan. Apalagi harus di masukan ke cagar alam. Jangan, kasihan banget dia di cagar alam temenan sama tumbuhan langka. Bunga bangkai misal.


Memang Tuhan itu baik, menciptakan manusia dengan beragam sikap. Ada baik dan buruk, hitam putih, diluar dan didalam. Seperti itulah, indahnya dunia ini dengan berbagai perbedaan. Bisa merasakan benci, suka, sayang, cinta, tapi semua bertepuk sebelah tangan. Ah apa ini. 

Sunday, 6 November 2016

Pulang Kota Bukan Pulang Kampung

Anak kos, gak ada abisnya kalau mau bahas anak kos. Mulai dari awal menjadi anak kos hingga mengakhiri karir sebagai anak kos. Well, menjadi anak kos itu enak-enak gampang. Relatif enaknya dan relatif gampangnya. Tapi aku yakin, jadi anak kos banyak kangennya, terutama buat kalian-kalian pendekar kos yang memiliki kampung halaman nan jah dimato. Papua misalnya, kebayang kan betapa jauhnya? Misal kos di Jakarta, nah ukur aja tuh jarak Papua-Jakarta berapa centimeter di peta. Terus kalikan dengan perbandingan petanya. Misal 1cm mewakili berapa km. Kalau gakmau susah, buat kalian yang otaknya males dipakek mending pakek googlemap. Udah ketemu tuh jarak, keliling dan jari-jarinya berapa. Terus dicari deh volumenya. Masih malas ngitung? Gadaikan aja dipegadaian mayan otaknya laku kalau di Jepang.


Well, aku termasuk anak kos yang tidak merasakan apa itu rindu terlalu akut. Apa itu homesick kronis. Atau ruang rindu? Sungguh itu hanya judul lagu band Letto. Jarak Malang dengan kota tempatku tinggal kurang lebih setelah aku ukur-ukur di peta hanya 200-300 an km. bukan jarak yang begitu jauh, selama ini kalau pulang kampung hanya 3-4 jam saja sih yang aku perlukan waktunya. Eh tapi rumahku gak kampung-kampung banget, masih deket kota. Jadi namanya aku ganti pulang kota, bukan pulang kampung.

Tapi meskipun demikian, aku pernah merasakan awal menjadi anak kos itu rindu yang sangat teramat berat, kira-kira 5kg beratnya. Karena aku memang tidak terbiasa jauh dari kedua orang tuaku. So wajar, first time menjadi anak kos masih ingat dengan kehidupan yang lalu. Sama halnya dengan first kiss. Emmmhhh, anuu

Dulu sewaktu masih maba, sering banget yang namanya pulang kota. Kota ya, bukan kampung. Jadi kalau kuliah kan dari senin-jumat. Misal kamis ada tanggal merah, terus jumat kebetulan dosen nyunat anaknya. Itu merupakan kebahagiaan yang luar biasa, bahkan hal yang ditunggu-tunggu selain menunggu kedatangan jodoh yang entah dimana berada. Bener gak? Ada yang sama pernah ngerasain hal seperti itu? Kalau sudah seperti itu, otomatis langsung pulang kota deh. Lumayan kan, rabu sore setelah kuliah pulang. Kamis, jumat, sabtu dan minggu sore balik lagi ke kota perantauan. But tidak untuk hari jumat yang masih ada kuliah. Caranya? Lobby dah tuh dosen untuk meliburkan hari jumat, atau mengganti jam diluar hari jumat. Sabtu misalnya. *samaajawoi.

Tapi hal tersebut tidak berlaku kegembiraannya bagi mereka yang rumahnya nan jauh dimato. Mereka hanya bisa iri, kenapa mereka tidak bisa pulang dengan begitu gampang seperti aku. Selain karena jarak, mungkin juga karena biaya yang dibutuhkan untuk pulang. Bisa-bisa uang untuk pulang adalah uang jajan selama 1-2 bulan. Mending stay dikota perantauan. Setidaknya pulang nanti kalau sudah benar-benar libur panjang. Tapi aku salut sama mereka-mereka yang seperti itu. Kuat banget menahan rindu, kangen, dan ruang rindu.

“Kamu gak pulang sekalian?” Tanyaku pada sosok wanita astral yang iri melihatku pulang kekota halaman.
“Kagak” datar banget jawabnya.
“Kenapa Emang?” Tanyaku penasaran.
“Rumahku jauh” jawab dia
“Dimana emang?” Tanya lagi ku yang makin penasaran. Sejauh apa sih.
“BEKASEEEHHHHHHHHHHH” Jawab dia dengan nada seperti suporter sorai-sorai.
“Bekasih NJIRRRRR, pantesan.” aku ngakak. Karena Bekasi nan jauh dimato, luar planet BUMI.

Gak bisa bayangin aja gak ketemu orang tua, sodara, kakek, nenek, buyut, pacar bagi yang punya, selingkuhan bagi yang punya, atau ketemu mantan bagi yang punya juga. Aku aja yang pertama maba jadi anak kos sedih banget, malah sempet nangis sih, untung nangis barengan sama ujan jadi gak kelihatan. Tapi jangan bilang siapa-siapa kalian yang sudah baca ini. Ini rahasia kita.

Makin kesini, makin menjadi mahasiswa basi mahasiswa tingkat akhir. Pulang merupakan hal yang membosankan bahkan kalau bisa aku sih gak usah pulang juga gak masalah. Karena dirumah juga mau ngapain, kerjaan hanya tidur, makan, buang taik, makan lagi dan begitu seterusnya sirkulasinya.
Lebih baik dikota perantauan. Setidaknya ada banyak sekali sarana prasarana misal mau mengerjakan skripsi ya tinggal ke perpustakaan kampus, cari bukunya terus kecengin cewe diperpus, cewenya kabur, aku kabur, ternyata kampusnya mau tutup udah malam.

Gak sih, Cuma lebih enak aja gak pulang. Pulang-pulang nanti udah wisudah aja, sampe orang tua juga gatau anaknya sudah wisudah. Sampe dirumah gagal paham. Ini kuliah apa beli ijasah doang?
Baiknya itu memang jarang pulang, karena aku sendiri pulang adalah hal yang sangat tidak dianjurkan oleh orang tuaku. Meskipun jaran, eh jarak yang gak begitu jauh. Tapi orang tua selalu khawatir denganku yang pulang ke kota berkendara dengan motor. Takut terjadi apa-apa selama diperjalanan. Ada benernya juga sih, pulang pas udah libur panjang biar gak balik bolak ngukurin jalanan.


Oke gitu aja kali ya, aku minta doa dari kalian semua yang sudah rela baca tulisan ini. Doain skripsiku lancar. Paling gak awal semester 8 sudah sidang. Alhamduillah sekarang sudah penelitian. Doain aja yang terbaik buat skripsiku hehehe. Semoga doa baik kembali ke kalian semua. Amiin…

Monday, 17 October 2016

Anak Kos: Kamar Mandi

Namanya kuliah pagi, sebagian anak kos mengatakan itu adalah hal yang sangat apa ya… entahlah. Bangun pagi dan mandi pagi. Anak kos sejati mandi itu sehari sekali, pas sore aja maybe hahah. Apalagi pas liburan, udah tuh diem aja didalam kos an. Ditambah ada jaringan internet yang memadai. Udah deh itu surga dunia kwwkw. Aku sendiri kalau liburan dan kalau gak kemana-kemana ya gak mandi hwhahah. Sehari sekali aja cukup, itung-itung hemat air mengikuti program pemerintah.

Foto by: bahrul

Berhubung mandi itu butuh air, jadi mandi seenggaknya harus ada air yang tersedia. Yakali mandi gak pakek air, sabun gimana makeknya? Pipis sih mending ga pakek air ga masalah. Pup mau disiram pakek apa? Air kencing? atau pakek ludah. Ah sudah sudah ini jorok sekali asli wkwk.

Kamar mandi dikosanku kebetulan gak di dalam. Karena memang prinsip awal gak boleh keluar didalam karena itu bahaya. Dan kebetulan dikosku cuma ada dua kamar mandi. Letaknya dilantai atas dan dilantai bawah. Kosku diatas, otomatis aku pakek kamar mandi bawah, ya gak lah. Pakek atas. Kamar kos diatas ada 5 kamar, sementara dibawah ada 2. Jadi enak yang bawah ya, kamar bawah gak pernah rebutan. Tapi masih enak diatas kok, sampe aku gamau turun enak diatas. Dan kadang sih kalau urgent aku pakek yang bawah, kondisinya memang mengenaskan. Air di bak mandi banyak uget-uget. Tau ga sih uget-uget? Ituloh sejenis sosis yang digoreng.



Gatau kenapa kebanyakan aku dapat jam kuliah itu jam 7 pagi. Jadi mau gak mau pagi-pagi udah harus mandi. Tentunya tahu lah kondisi kota Malang yang dingin kalau dipagi hari. Apalagi kalau lagi musim maba, dingin banget. Melawan rasa malas bertemu dengan dinginnya air, sudah lebih dari cukup kalau aku rasakan jika dibandingkan dengan dinginnya sikapmu padaku. Etdah

Karena memang harus gantian, jadi aku harus punya inisiatif buat mandi sedini mungkin. tapi jangan sampai ejakulasi dini. Enghhhh, lupakan. Kalau gak gitu alamat dah ngampus gak mandi. Tapi untung selama ini aku gak pernah ngerasain ke kampus cuma cuci muka dan gosok gigi. Pengen sih coba, belum lengkap rasanya kalau gak pernah alamin itu ya. Mungkin besok.

Masalah yang aku hadapin dengan kamar mandi itu banyak sekali dari yang mulai antri, bak mandi airnya kosong, buang sampah sembarangan, sampai joroknya anak kos kalau pakek kamar mandi.

Kalau yang antri udah aku bahas ya yang tadi diatas, nah sekarang bahas bak mandi yang sering kosong. Ini nih malesnya kalau sama orang yang gak pengertian sama sekali. Dipikirnya yang makek dia doang, pas mandi dia gak isi bak mandinya. Udah gitu pasti cepet kotor kan, kenapa gitu? karena kalau airnya gak penuh pasti pas mau ambil air dia deket banget sama bak mandi. Ya sabun yang udah dia pakek dibadan otomatis jatuh ke bak mandi. Alhasil butek tuh air. Keruh, kotor, terkontaminasi segala jenis penyakit kulit. Kadas, kurap, panu, kaki pecah-pecah serta sariawan, makanya pake kalpanax. Zzzzz

Kan horror banget, ketularan penyakit kulit. Panu, gudik, dan masih banyak hal lainnya. Makanya usahain airnya penuh. Setidaknya kalau penuh kan hal-hal yang tidak diinginkan bisa ikut hanyut pas penuh bak mandinya.

Foto by: bahrul
Meskipun nih ya, mereka semua udah aku kasih tempelan di tembok yang sengaja aku print, masih aja sering bak mandinya kosong. Sampai akupun kalau mandi pasti bawa selang sendiri. Gak mau ambil resiko wkwkwk.

Foto by: bahrul

Salah satu masalah lagi tuh kamar mandi sering kotor, ada aja sampah. Kalau gak tisu, ya bekas bungkusnya sabun, odol, sampo bekas. Dan satu lagi, karena gak ada tempat buat nyuci piring dan segala perabotan makan lainnya, jadinya tuh nyampur sama kamar mandi. Sering juga dulu ada bekas nasi yang berserakan, kadang juga lombok, duri ikan, tusuk sate. Buset sumpah jorok banget. Tapi untung gak ada bekas pembalut. Kalau ada aku santet tuh orang.

Siapa yang bersihin? Seringnya sih aku, entah apa yang ada dibenak keempat anak kos lainnya melihat betapa joroknya ini kamar mandi. Makanya aku print pengumuman buat jaga kebersihan kamar mandi. Dan semenjak aku tempel lumayan lah bersih.

Gara-gara kamar mandi dipake untuk kepentingan bersama, dari buang hajat kecil hingga besar. Pagi-pagi kegiatan pertama yang dilakukan pasti pergi ke kamar mandi, ada yang urusan sama pembuangan, hingga cuma buat wudhu. Nah dari situlah aku bisa hafal siapa yang pake terakhir kamar mandi.

Ini serius, aku bisa hafal siapa yang pake kamar mandi. Hanya dari bau pesing air kencing. Plis ini jorok, mereka jorok. Kencing gak disiram bersih. Seriusan baunya pesing. Dan aku hafal ini air kencing siapa. Dari yang sengak sampai dengan baunya yang tidak terdefinisikan. Pasti kalau baunya pesing banget gitu aku sengajain pintunya aku buka lebar-lebar terus aku siram dengan air yang kenceng biar denger sekalian dan sadar kalau baunya sungguh mengganggu indra penciumanku. Dalam benakku aku sebenernya teriak “Woi pesing coeg, siram kek yang banyak. Air masih banyak woi !”


Ahsudahlah, namanya juga idup dengan banyak orang. Jadi mau tidak mau harus bisa ngertiin kebiasaan orang lain. Yang mungkin itu sangat mengganggu diri kita sendiri. Setidaknya sudah diingatkan, selebihnya itu tanggung jawab mereka. Kesadaran mereka untuk menghormati hak orang lain.