TERIMA KASIH SUDAH BERKENAN MASUK DAN MEMBACA, APALAGI JIKA KALIAN MEMBERIKAN KOMENTAR SAYA SANGAT BERTERIMA KASIH. KALAU TIDAK SUKA TINGGAL DI CLOSE TAB KOK.

Ini Alur Cerita yang Bagus ! Keras Kepala

Lagi dan lagi, ini ceritaku dengan dia. Alel

Jarak kita sekarang tidak lagi ribuan kilometer sayang, hanya ratusan dan mungkin hanya diperlukan waktu kurang dari 3 jam. Lalu apalagi penyebabnya kalau bukan waktu yang memaksa “AKU” untuk tidak bisa berjumpa denganmu. Bukan “KITA”, karena aku tau kamu tidak mengharapkan perjumpaan itu bukan ? Ya semua ini terpampang jelas dari sikap dinginmu akhir-akhir ini.

Setelah konflik yang tidak begitu jelas apa itu masalahnya, sampai aku menemukan ditimeline sosial mediamu. Coretan percakapan kita bukan ? Ya setelah aku melihatnya sedikit terlihat display picture yang aku kenakan pada saat itu.

Dengan caption sticker galau, bingung, nangis, menyesal ? entahlah itu hanya sekedar sticker. Bukan apa-apa.

Setelah aku tau, aku hanya membalas ditimelinenya dengan sebuah sticker yang memiliki arti kasih sayang. *hallah*



“ Kamu ada di **** ?”
“ Bisa kita ketemu sebentar ?”“ Aku ingin bertemu”

Setiap kata aku kirimkan. Seketika itu dia membalasnya, setelah sebelumnya dia pergi tidak jelas karena apa. Terakhir kali dia saat itu hanya membaca pesanku tanpa mau mencoba untuk membalas pesanku. Sedih ? Pastinya.

Setelah berminggu-minggu tanpa ada komunikasi, saat itulah aku mulai mencoba menghubungi dia lagi. Dan syukurlah dia mau membalasnya.

“ Aku ga di ****, aku masih di Surabaya”
“ Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?”

Jawabnya tanpa merasa kalau dia itu telah membuat kita semakin jauh. Setelah percakapan singkat itu, dia menghentikan sejanak percakapan kita. Dia ada jam untuk bimbel. 

Aku menunggunya selesai bimbel. Tanpa tersadar aku sudah terlelap tidur karena lamanya dia tidak ada balasan atas pesanku. Jam 2 dini hari aku terbangun dari tidur malamku, aku melihat ada sebuah pesan. Ternyata dia tadi pulang jam 9 lebih.

Lalu aku membalasnya dan ternyata dia belum tidur juga sampai jam 3, kemudia dia meminta izin kepadaku untuk belajar lagi. Okay

Dan setelah itu selama kurang lebih satu hari dia tidak kunjung membaca pesanku. Entahlah, aku sendiri tidak habis pikir tentang apa yang ada dalam benaknya. Sampai dia tiba-tiba mengirimkanku sebuah gambar hasil screen shoot yang isinya adalah hasil reetwetanku. Dia seperti menyalahkanku dengan retweetan yang isinya kegalauan dengan seseorang yang dulu pernah aku temui. Jelas memang itu bukan dia, karena kita sama sekali belum pernah bertemu.

Okay, aku Cuma mau bertanya “Kenapa kamu marah?”

Sementara aku yang melihat kamu mengunggah sebuah foto seorang laki-laki yang dengan tegasnya kamu menjabarkan dia siapa. Sampai foto laki-laki itu dari metamorfose yang paling kecil sampai yang dewasa. Oh kamu masih menyimpannya ?

Mungkin memang itu alasan kenapa kamu mengacuhkanku, yang jelas-jelas sampai detik ini masih menyimpan rasa itu. Mungkin aku dibutakan oleh cinta. Tepatnya digital love
Kamu menyalahkanku dengan apa yang telah aku lakukan di sosial mediaku. Lantas apakah aku tak pantas terlebih dahulu untuk menyalahkanmu ?

Lantas kamu jelaskan semua, sampai kamu menceritakan ada laki-laki lain juga yang mencoba mendekatimu. Yang sering menggombalimu. Yang sering menghubungimu, selain aku. Tapi kamu tau ternyata dia laki-laki lain itu tidak hanya mendekatimu saja, tapi ada sosok lainnya.

“Setiap kali aku mencoba membuka hati, selalu saja aku tahu kalau dia tidak sedang dekat denganku saja. Itulah alasanku kenapa aku tidak mau membuka hati”


Itu bukan kata-kata yang kamu lontarkan kemarin ?

Ternyata kamu mencoba membuka hati untuk laki-laki lain itu juga selain aku ?
Lantas kamu marah hanya gara-gara sosial mediaku ? yang pantas marah siapa ? kamu ? ohh..

Sekarang aku tahu, ternyata inilah alur cerita yang kamu buat. Aku hanya berterima kasih kamu telah mengajarkan kepadaku artinya sebuah penantian.
Meskipun tidak harus berakhir dengan pertemuan. Tapi cukup, ini sudah lebih dari itu.
Aku memintamu pergi, lantas kamu mengiyakan dengan mudahnya. Selamat tinggal :) 

Memang dasar kau keras kepala !

9 Responses to "Ini Alur Cerita yang Bagus ! Keras Kepala"

  1. sabar.. sabar
    pake hati banget yak nulisnya :D

    ReplyDelete
  2. Wah rajin banget dianya belajar mulu yaa sampe jam segitu :3 *eh
    Aku gak mudeng deh padahal udah berkali kali baca :( tapi intinya dia marah gara gara media sosial ya? cuma gara gara itu? akut(?) banget dong

    ReplyDelete
  3. Bener bener keras kepala banget yg jadi tokoh ini, jatuh cinta digital, cemburunya juga digital. Btw ini pengalaman pribadi ? nulisnya pake hati banget kayaknya :D

    ReplyDelete
  4. keras kepala kadang itu bikin sukses

    ReplyDelete
  5. Memang apa hubungannya sama postingan diatas ? Yaelah

    ReplyDelete
  6. Cieeeee.. Yang baru patah hati :P

    ReplyDelete

Hanya ada beberapa syarat buat komentar :
1. No Sara
2. No Link Aktif
3. No-mor HP atau Pin BB juga boleh
Yang point ketiga exc cowo tidak dianjurkan