June 2015 - Bahrul.com

Tuesday, 16 June 2015

Apa Kabar Sepak Bola di Negaraku ?

INDONESIA !!!! Prok prok prok... 33x (udah kayak istighfar)

Apa kabar sepak bola dinegara ini ? Yang semrawut gak jelas. Dimana kompetisi yang dihentikan sepihak oleh menpora. Dengan indikasi kalau di kubuh PSSI terlalu banyak mafia yang membuat persepakbolaan kita tidak sehat. Dimana pengaturan skor, suap wasit, pemain dan masih banyak suap suapan. Saling suap saat makan mungkin.


SUMBER : http://cdn-media.viva.id/thumbs2/2015/03/29/304681_pemain-timnas-indonesia-u-23_663_382.jpg



Kabar terakhir yang cukup mengecewakan, dimana timnas U-23 dibantai thailand disemifinal dengan skor telak 5-0. Sehingga memupuskan kesempatan Indonesia untuk melaju ke final. Tidak usai dengan thailand, disaat pertandingan lawan Vietnam dalam perebutan medali perunggu, lagi-lagi negara ini dibantai abis 5-0 tanpa balas.

Gue yang waktu kemarin ngelihat timnas lawan Thailand, cukup kecewa dengan penampilan pemain belakang yang pada dasarnya 2 dari 4 pemain belakang diantaranya adalah pemain lapis kedua yang dimainkan menggantikan posisi Agung dan Elcapitano yang tidak bisa tampil dikarenakan akumulasi kartu kuning. Dimana digantikan oleh Hansamu Yama dan Vava.

Penampilan kedua pemain tersebut cukup mengecewakan, terbukti banyaknya blunder dan penyelamatan bola yang salah. Gue cukup kesel aja sih, ini Coach Aji kenapa masih aja memainkan kedua pemain tersebut. Padahal denga jelas pada laga pertama melawan Myanmar, Hansamu juga melakukan blunder yang berbuah gol bagi Myanmar.

Disini bukannya gue mau nyalahin pemain, tapi gue Cuma ngomong fakta yang terjadi dilapangan.
Kemarin siang gue nonton yang lawan Vietnam. Etdah, lagi-lagi pemain belakang kita melakukan kesalahan yang gak perlu sebenernya. Hingga membuahkan tendangan pinalti pada menit ke 12. Dan terjadilah gol bagi Vietnam. Udah setelah itu TV gue matiin. Udah malas, eh pas beberapa menit kemudian gue nyalain lagi TV gue. Skor sudah berubah aja jadi 4-0. Pffftttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt.

Pliss woi, gue rindu Indonesia juara. Gue benci negara ini dianggap remeh oleh orang lain. Gue cinta negara ini.

Mungkin memang benar, ini pertandingan internasional terakhir yang bisa kita saksikan. Dengan adanya sanksi dari Fifa, menyebabkan Indonesia tidak bisa tampil dalam laga internasional dan laga-laga yang ada dibawah naungan FIFA.


Berikut Prestasi Indonesia di ajang SEA Games
1977 Semifinal
1979 Medali perak
1981 Medali perunggu
1983 Penyisihan grup
1985 Semifinal
1987 Medali emas
1989 Medali perunggu
1991 Medali emas
1993 Semifinal
1995 Penyisihan grup
1997 Medali perak
1999 Medali perunggu


Sejak 2001 diwakili timnas U-23 di SEA Games
2001 Semifinal
2003 Penyisihan grup
2005 Semifinal
2007 Penyisihan grup
2009 Penyisihan grup

Cukup sudah, gue berharap ada orang yang bener-bener peduli dengan Olahraga dinegara ini. Terutamanya Sepak Bola, olahraga yang digandrungi oleh mayoritas penduduk di Indonesia.
Menpora dengan berbagai rencana, ayo kita dukung. Dan semoga bener-bener terealiasasi, bukan hanya hisapan jempol belakang. Kita tunggu saja.
Untuk PSSI, ya mungkin memang perlu adanya perombakan total. Tapi, ingat ini INDONESIA !!!! Sudah terlalu banyak kebiasaan buruk yang sudah mengakar. Tidak mudah mengubah ideologi dan pandangan bangsa ini. Terlalu kotok untuk menerimanya.
Lama-lama negara ini rusak. Kalau yang ada di OTAK PARA PETINGGI NEGARA INI HANYA
MEMENTINGKAN KEPENTINGAN PRIBADI !! MEMPERKAYA DIRI SENDIRI !!

FORZA GARUDAKU. TERBANGLAH TINGGI KEANGKASA.
BUKTIKAN PADA DUNIA, KITA MASIH BISA TERBANG.
BUKAN GARUDA YANG TERKURUNG DIDALAM SANGKAR
KARENA RAKUSNYA PARA PAKAR !!



Sunday, 7 June 2015

Mblo Jomblo

Status jomblo, itu terkadang bisa menjadi sebuah pilihan. Kayak gue sekarang ini, gue lebih memilih menjomblo. Kenapa gitu ? Iya sudah bosan untuk merajut asmara mulu. Idup gue kurang berwarna kalau melulu ngurusin masalah cinta. Padahal masih banyak masa-masa muda yang bisa gue lewatin tanpa harus dengan seorang wanita. Jadi gue beli cat air.



Terus kapan ? Ya nanti, sekarang mikirin jadi orang sukses dulu, nanti kalau sudah sukses tentunya bisa dengan mudahnya mencari pendamping hidup. Kalaupun dalam waktu dekat ada wanita lagi, ya tetep bagiku sekarang wanita adalah nomor kesekian. Yang terpenting sukses dulu. Bisa buat orang tua menangis, tentunya tangisan keberhasilan gue. Bukan tangisan atas kegagalan gue.

Tapi nih ya, ada juga jomblo karena nasib. Ini nih yang menyedihkan, sampai-sampai saking stressnya kelamaan menjomblo bisa nekad bunuh diri. Alasannya sih karena gak tahan dibully sama temen-temennya. Apalagi saat denger “ Kamu kapan nikah?” oh shit !

Yaelahhh
sumber : http://bahrul.my.id/
Pria lama melajang
sumber : http://bahrul.my.id/

Tolong deh ya jangan bully orang jomblo. Kan kasihan. Gara-gara bullying juga sekarang jadi banyak orang yang pacaran dengan cepat. Abis putus sama pacarnya, eh udah ada lagi aja penggantinya. Yaelah itu hati gampang banget pindahnya. Udah kayak orang berak. Tai dong lu ? Hahahah

Gue nih mau cerita, kemarin barusan temen gue nih si Reja yang biasa nongkrong bareng-bareng yang mempunyai title sama kayak gue (re:jomblo). Eh dia punya pacar baru, mana pacarnya cantik lagi. Mulus, hadehhh.

Dengan belaganya dia bilang di obrolan grup antara Gue, Alfi, Reja.

“Eh kasian lo ya, Cuma denger kata-kata Mario Teguh tentang jodoh aja udah baper. Dasar jomblo”

Watefaakkk lu yee, baru sehari pacaran udah belagu. Pffttttt. Ntar kalau lu jomblo biar rasa, terus gue punya pacar. Terus gue bagi-bagi sama lu kok tenang aje.

Gue sih sampai sekarang masih nyaman-nyaman aja. Walau kadang pas gue lagi jalan gitu sendirian keluar beli makanan buat orang rumah. Terus ngelihat orang pacaran beboncengan terus yang cewek meluk dari belakang. Sambil dadanya ditempel-tempelin ke punggung cowonya. Hmmm kadang gue syedihhhh. Kadang gue jadi inget dada mantan gue. *apa ini ?*

Seengaknya jomblo gue bisa lebih deket sama Tuhan, dan jauh dari syetan. Iyee syetan maksiatttt. Tapi ya gitu, gue deket banget sama apa yang namanya KECEPIAN. Tapi untungnya gue ada temen-temen yang tadi gue sebutin tadi itu. Dan gue jadi lebih deket sama tisu.

Gue sih bisa aja nih ya dari kemarin kalau disuruh cari pacar udah ada. Tapi ya gitu, gue males. Gue bosen sumpah, palingan ya gitu-gitu doang –‘

Abisin duit, pikiran, tenaga dan waktu.

Gue sih target cari cewe yang cantik gitu sekalian. Bwhahahah :v biar ga rugi duit, pikiran, tenaga dan waktu gue buat hal gak penting. Sekalian dinikahin gitu nanti :v Hahahaha

Tapi ya gitu, gak ada cewe cantik yang mau sama gue. Adanya sih mbak mbak doang yang mau hahaha.

Tapi yasudahlah, gue gak buru-buru cari pacar. Gue gak butuh kalau Cuma sekedar status. Yang gue butuhin sih Komitmen jangka panjang. Udah itu doang. Siapa yang mau ? Hahhaa.

Sekarang tugas gue memantaskan diri. Kalau gue mau dapat cewe cantik, tentunya gue harus ganteng dong ya. Hahahah. Oke gue bakalan ganteng kok hahah. Abis ini mau perawatan seluruh tubuh hahaha.

So buat kalian yang masih ngerasa kecil gara-gara status jomblo, tenang aja. Hadapi semua dengan senyuman. Tentunya dengan tangisan juga hahah. Tangisan karena bully yang datang silir berganti.


Ini Alur Cerita yang Bagus ! Keras Kepala

Lagi dan lagi, ini ceritaku dengan dia. Alel

Jarak kita sekarang tidak lagi ribuan kilometer sayang, hanya ratusan dan mungkin hanya diperlukan waktu kurang dari 3 jam. Lalu apalagi penyebabnya kalau bukan waktu yang memaksa “AKU” untuk tidak bisa berjumpa denganmu. Bukan “KITA”, karena aku tau kamu tidak mengharapkan perjumpaan itu bukan ? Ya semua ini terpampang jelas dari sikap dinginmu akhir-akhir ini.

Setelah konflik yang tidak begitu jelas apa itu masalahnya, sampai aku menemukan ditimeline sosial mediamu. Coretan percakapan kita bukan ? Ya setelah aku melihatnya sedikit terlihat display picture yang aku kenakan pada saat itu.

Dengan caption sticker galau, bingung, nangis, menyesal ? entahlah itu hanya sekedar sticker. Bukan apa-apa.

Setelah aku tau, aku hanya membalas ditimelinenya dengan sebuah sticker yang memiliki arti kasih sayang. *hallah*



“ Kamu ada di **** ?”
“ Bisa kita ketemu sebentar ?”“ Aku ingin bertemu”

Setiap kata aku kirimkan. Seketika itu dia membalasnya, setelah sebelumnya dia pergi tidak jelas karena apa. Terakhir kali dia saat itu hanya membaca pesanku tanpa mau mencoba untuk membalas pesanku. Sedih ? Pastinya.

Setelah berminggu-minggu tanpa ada komunikasi, saat itulah aku mulai mencoba menghubungi dia lagi. Dan syukurlah dia mau membalasnya.

“ Aku ga di ****, aku masih di Surabaya”
“ Kenapa kamu tiba-tiba seperti ini?”

Jawabnya tanpa merasa kalau dia itu telah membuat kita semakin jauh. Setelah percakapan singkat itu, dia menghentikan sejanak percakapan kita. Dia ada jam untuk bimbel. 

Aku menunggunya selesai bimbel. Tanpa tersadar aku sudah terlelap tidur karena lamanya dia tidak ada balasan atas pesanku. Jam 2 dini hari aku terbangun dari tidur malamku, aku melihat ada sebuah pesan. Ternyata dia tadi pulang jam 9 lebih.

Lalu aku membalasnya dan ternyata dia belum tidur juga sampai jam 3, kemudia dia meminta izin kepadaku untuk belajar lagi. Okay

Dan setelah itu selama kurang lebih satu hari dia tidak kunjung membaca pesanku. Entahlah, aku sendiri tidak habis pikir tentang apa yang ada dalam benaknya. Sampai dia tiba-tiba mengirimkanku sebuah gambar hasil screen shoot yang isinya adalah hasil reetwetanku. Dia seperti menyalahkanku dengan retweetan yang isinya kegalauan dengan seseorang yang dulu pernah aku temui. Jelas memang itu bukan dia, karena kita sama sekali belum pernah bertemu.

Okay, aku Cuma mau bertanya “Kenapa kamu marah?”

Sementara aku yang melihat kamu mengunggah sebuah foto seorang laki-laki yang dengan tegasnya kamu menjabarkan dia siapa. Sampai foto laki-laki itu dari metamorfose yang paling kecil sampai yang dewasa. Oh kamu masih menyimpannya ?

Mungkin memang itu alasan kenapa kamu mengacuhkanku, yang jelas-jelas sampai detik ini masih menyimpan rasa itu. Mungkin aku dibutakan oleh cinta. Tepatnya digital love
Kamu menyalahkanku dengan apa yang telah aku lakukan di sosial mediaku. Lantas apakah aku tak pantas terlebih dahulu untuk menyalahkanmu ?

Lantas kamu jelaskan semua, sampai kamu menceritakan ada laki-laki lain juga yang mencoba mendekatimu. Yang sering menggombalimu. Yang sering menghubungimu, selain aku. Tapi kamu tau ternyata dia laki-laki lain itu tidak hanya mendekatimu saja, tapi ada sosok lainnya.

“Setiap kali aku mencoba membuka hati, selalu saja aku tahu kalau dia tidak sedang dekat denganku saja. Itulah alasanku kenapa aku tidak mau membuka hati”


Itu bukan kata-kata yang kamu lontarkan kemarin ?

Ternyata kamu mencoba membuka hati untuk laki-laki lain itu juga selain aku ?
Lantas kamu marah hanya gara-gara sosial mediaku ? yang pantas marah siapa ? kamu ? ohh..

Sekarang aku tahu, ternyata inilah alur cerita yang kamu buat. Aku hanya berterima kasih kamu telah mengajarkan kepadaku artinya sebuah penantian.
Meskipun tidak harus berakhir dengan pertemuan. Tapi cukup, ini sudah lebih dari itu.
Aku memintamu pergi, lantas kamu mengiyakan dengan mudahnya. Selamat tinggal :) 

Memang dasar kau keras kepala !