May 2014 - Bahrul.com

Wednesday, 7 May 2014

Rama dan Rahel

Rama dan Rahel

Rama, duduk dipojokkan pohon yang ada disudut sekolah tempat dia menimba ilmu. Dibawah pohon yang sangat rindang, membawanya kembali kecerita masa lalunya. Dengan Rahel, wanita yang sangat dia sayang. Itu dulu saat mereka berdua masih menjalin cinta. Cinta yang cukup indah bagi Rama. Karena dengannya dia merasakan sebuah kebahagiaan yang sangat luar biasa indah. walaupun awal perjuangannya memang sangat pahit, maklumlah semua harus berawalan dengan kepahitan jika ingin mendapatkan buah yang manis untuk nantinya.

Dengan Rahel, dia menjalin hubungan hampir satu tahun, dimulai dari awal tahun yang indah mengenal Rahel. Dan pada bulan itu juga mereka mengikrarkan sebuah janji untuk menjadi bagian dari masing-masing dari mereka, saat suka dan duka. Saat itu pantai ditepian kota yang indah, dengan pemandangan hamparan laut yang luas yang ada didepan mata mereka dengan goresan awan yang berwarna biru keputihan. Suara ombak yang cukup tenang, yang saling menderu dengan batu karang yang ada ditepian pantai.

“Aku sayang sama kamu, aku mau ....” semua kata itu terhenti, detak jantungnya berirama tak karuan. Penuh dengan kekhawatiran. Iya takut dia tidak mau menerimanya. Karena dia sadar diri, dirinya bukanlah siapa siapa.

“Mau apa Ram?” Tanya Rahel dengan wajah yang terperangah, yang sebenernya dia sudah mengetahui apa yang ada dalam pikiran Rama.

“Aku mau kamu jadi pacar aku”. Jawab Rama secara spontan dan seketika suasana pantai menjadi hening. Suara ombak yang tenang serasa tidak ada dalam pendengarannya. Semua hening.

“Gimana ya, aku tanya mamaku dulu ya” Rahel menjawab pertanyaan Rama dengan sebuah jawaban yang semakin meyakinkan bahwa Rama tidak mungkin bisa bersama Rahel.

“Kenapa harus seperti itu?”. Sontak suasana menjadi hening untuk beberapa menit, iya Rahel sedang memikirkan apa yang harus dia katakan kepada Rama. Tidak ingin semua ini terkesan terburu-buru.

“Yaudah deh, kita jalanin aja Rama” setarik senyuman tipis muncul di bibir Rahel untuk Rama.

“Kamu serius Hel?” dengan muka sumringah Rama masih saja menanyakan apa yang baru saja terjadi didepannya.

“Iya RamaJ

Iya sejak saat itu mereka menjalin cinta, cinta yang awalnya tidak pernah mereka bayangkan akan bisa tercipta antara mereka. Mereka yang semula tidak mengenal, hingga mereka bisa saling mengenal. Bahkan sekarang menjalin Cinta.

Selama setahun kurang mereka menjalin hubungan. Ya semua harus berakhir. Kenapa harus berakhir? Tanyakan pada Rahel. Apa sebabnya dia meninggalkan Rama disini sendiri.

Hal yang menghinggapi Rama saat dirinya duduk dibawah pohon ditaman sekolah. Lamunannya tersadarkan karena ada sosok yang menyapa dia

“Loh Rama, kamu ngapain disini?” Sosok ibu-ibu yang sudah tidak asing lagi baginya. Ya karena ibu itu adalah ibu Rahel. Orang yang sering dia pamitin saat akan jalan keluar dengan Rahel.

“Kok ibuk disini?” Tanya Rama dengan muka yang agak kaget karena tidak menyadari kalau gerak geriknya sudah lama diperhatikan oleh ibu Rahel.

“iya, ini mau daftarin adeknya Rahel masuk SMA 8”. Dengan senyumannya yang ramah mencoba menjawab pertanyaan Rama sambil membenarkan berkas-berkas untuk adeknya Rahel bisa daftar di SMA 8.

Rama hanya diam, dia malu.

“Kamu masih sama Rahel kan? Gimana hubungan kalian?” pertanyaan yang membuat Rama yang sedari awal sudah merasakan rasa takut dan malu.

“Saya udah enggak sama Rahel lagi buk” dengan muka yang tertunduk dia mencoba menjawab pertanyaan Ibuk Rahel.

“Kok bisa?”

Mereka akhirnya saling bercerita, Rama yang memang masih menyimpan perasaan itu. Dia tidak sanggup menahan air matanya saat dia bercerita tentang apa saja yang sedang terjadi. Iya mereka sudah sangat kenal baik. Mungkin ibu Rahel sudah sangat menyukai Rama. Iya merestui hubungan Rama dan Rahel.

“Rahel sekarang ada di Jogjakarta, Ibuk gak tahu kapan dia pulang”

Rama hanya memasang muka lusuh dengan mencoba menseka butiran air yang ada dipipinya. Dia merindukan Rahel, mantan kekasihnya yang pergi tanpa ada alasan. Yang memutuskan dirinya tanpa tahu alasannya.

Rama yang memang masih sering menyambangi sekolahannya dulu waktu SMA. Dia senang sekali duduk dibawah pohon yang bisa mengingatkan dirinya dengan Rahel. Denga duduk dibawahnya, serasa jiwanya melayang bersama Rahel disisinya.

Rama berkerja disalah satu cafe yang ada di Surabaya, dia sebagai kasir sekaligus yang mempersiapkan minuman atau makanan yang dipesan para pelanggan. Dia kerja pada jam 10 pagi-7 malam.

Seperti biasa, dia langsung pulang kerumahnya setelah usai bekerja yang sangat menguras tenanganya. Hanya dengan memejamkan matanya dia baru bisa merasakan apa itu istirahat. Malam itu sosok wanita berpapasan dengan dia. Dia tidak menyadari itu siapa, tapi sepertinya dia mengenali wanita itu, wanita yang masuk ke cafe tempat dia bekerja di pukul 8 malam.

Dia tidak terlalu memikirkan siapa orang itu, dia hanya memikirkan kalau dirinya membutuhkan istirahat yang cukup. Untuk bisa bekerja lagi dikeesokkan harinya.

Seperti biasa, waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Wanita yang berpapasan dengannya pun kemarin datang. Tepat saat Rama sedang ingin berganti shift dengan temannya. Wanita itu duduk balkon dipojokkan cafe yang ada didekat jendela. Dengan pemandangan kota surabaya yang cukup ramai dengan kendaraan yang lalu lalang. Penuh dengan cahaya mobil yang saling memancarkan sinarnya.

“Mau pesan apa mbak?” Rama mencoba bertanya pada pelanggan wanita tersebut.

“Milk coffe 1 sama Ice cream with cocholate” memalingkan wajahnya kehadapan Rama dengan senyuman yang sangat Rama kenal.

“Rahell ....” dengan muka yang sangat kaget melihat apa yang sekarang ada dihadapannya.

“Iya Rama, ada apa?” Wanita itu memanggil namanya, dia masih ingat namanya. Dia masih ingat dengannya. Wanita yang pergi meninggalkannya dengan tanpa alasan.

“Kapan kamu balik dari jogja” Tak sadar matanya pun berkaca-kaca. Dia sangat merindukkan Rahel, wanita yang sangat dia sayang.

“Udah 3 hari aku di Surabaya, dan aku udah denger semua dari mama. Makanya aku bisa kesini sekarang”

Rama yang awalnya hanya akan menanyakan apa yang akan wanita itu pesan, kini mereka berdua duduk berdampingan. Mencoba menyelesaikan apa yang terjadi selama ini.

Tangis, haru, dan rasa kesal. Itu semua nyatu, hanya dengan pelukkan dengan tangisan yang seirama dengan perasaan mereka berdualah yang menemani keheningan cafe saat itu. Hanya mereka berdua yang ada dibagian balkon cafe. Mereka berdua dan suasana Surabaya yang ramai.

Tangisan itupun membangunkan semuanya. Membangunkan Rama dari mimpinya. Dari tidur malamnya yang kurang nyenyak. Dan ternyata memang semua hanya mimpi. Iya dia sekarang sendiri, tanpa Rahel disisinya. Dan Rahel memang benar-benar pergi dan tak akan kembali. Tangispun masih berlanjut saat dia sadar dari mimpinya kalau semua yang dia rasakan baru saja itu hanya mimpi.


RAMA -----------
Mengurangi rasa candu mengenai galau

Mengurangi rasa candu mengenai galau

Hay teman, kali ini gue gak mau cerita masalah kegalauan gue, temen gue, Bintang, Edgar maupun Edo. Nah gue kali ini mau kasih pencerahan sedikit sama loe semua yang sedang terjebak dalam ganasnya cinta. Yakelah, butuh pawang gak ?

Loe masih galau ? mending loe baca sedikit tulisan gue yang gak guna ini.
1.       Galau hanya menimbulkan serangan stres, gilak sendiri, ngomel gak jelas dan kadang menyebakan air mata mengalir deras seperti air terjun.
2.       Galau menjadikan beban pikiran. Buat loe yang masih nempuh pendidikan, coba deh pikir ulang. Ganggu gak tuh galau ?
3.       Galau menyebabkan rasa lapar menjadi hilang disertai dengan daya nafsu makan berkurang dengan efek tubuh menjadi kurus. Mungkin kenyang sih, iya kenyang dengan sesak didada!
4.       Galau menyebabkan loe semua banyak merenung atau menyendiri. Mending loe cari aktifitas yang bisa ngelupain itu masalah loe. Usia loe yang muda mudi masih produktif,so carilah hal yang bermanfaat
5.       Galau, makanan yang hanya ngebikin loe terlihat bodoh. Iya bodoh banget, mau maunya loe jadi gilak, gak mau makan, nangis, mau bunuh diri dll
6.       Galau menimbulkan kehilafan bagi orang yang imannya gak kuat. Ngepil, minum minuman keras, ngerokok, dugem, ngebunuh mantan yang mutusin loe. Gilak kan ? pacar orang aja sampek sampek dideketin buat ngilangin galau.
7.       Galau menyebabkan serangan jantung. Iya maksudnya loe nyerang jantung orang tua loe, dengan loe bunuh diri hanya karena loe diputusin sama pacar loe. Dan berakibat loe depresy berat. Akhirnya setan yang berbicara “Mending loe mati aja deh, buat apa hidup” dasar setan


Nah itu beberapa hal yang ditimbulkan akibat penyakit menular yang sangat berbahaya, yang bisa dengan mudahnya menyerang siapa saja. Untuk mencegah tertularnya penyakit tersebut. Ada beberapa cara,

1.       Woles aja kalau pacaran
2.       Cari aja pacar lebih dari 1, jadi kalau yang satunya ngajak ribut. Loe cuek aja, kan masih ada yang satunya lagi *wahhahaha fakkkk !
3.       Gak usah dipikirin terlali over, mending mikirin gue aja, kenapa gue bisa ganteng kayak gini
4.       Yang terakhir nih ya, GAK USAH PACARAN! Karena gue yakin loe yang bunuh diri, minum, ngepil dll itu pasti belum punya mental baja. Mending loe nyusu sama mamak loe. Karena masih gak pantes nyusu sama perawan. Whahahha itu kata temanku

Okelah mabro, sedikit saja kajian kita malam ini. Semoga apa yang sedikit ini ada manfaatnya. Barakallah ! :D

See yaa !

Sunday, 4 May 2014

Edgar dengan Sejuta Rasa Rindu

Edgar dengan Sejuta Rasa Rindu

Selama sebulan, Edgar mencoba melupakan kepahitan yang terjadi. Kepahitan yang menimpanya secara bertubi tubi. Yang sebenernya adalah hal bodoh yang dia kerjakan, hanya karena cinta dia berubah menjadi sosok yang pendiam dan cenderung senang menyendiri. Hanya bertemankan Headset yang nempel dikepalanya, tentunya suara yang ditimbulkan itu hanya suara lagu yang isinya semakin memperburuk kondisinya. Tepat sekali, puluhan lagu yang melow dan galau ada dilist telephone genggamnya. Hanya itu yang menemaninya di pagi , sore dan malam hari.

Yang ada dalam benaknya hanya “kenapa ada wanita sekejam mereka berdua, yang meruntuhkan semua yang dimiliki pada dirinya?” pertanyaan yang akan pahit sekali jika mengingat masa lalu yang beberapa minggu telah menimpanya.

Setelah satu bulan lebih, dia coba memaafkan dirinya sendiri terlebih dahulu. Karena dia sadar, dia melakukan kesalahan bodoh. Dia mencintai sahabat mantan pacarnya sendiri. Tapi tidak sepenuhnya salahnya, ini hanya persoalan rasa dan waktu. Iya, rasa sayang dan waktu dalam kekosongan yang mempertemukan keduanya dalam lorong waktu yang memisahkan jarak antar Edgar dan Alel.

Surabaya – Selangor (malasyia) itu jauh sekali, naik becak juga gempor bakalan nih kaki. Hanya pesawat dan kapal laut kendaraan yang bisa mempertemukan jarak tersebut. Tapi apa daya,lorong waktu yang sejauh itupun mampu ditembus oleh rasa sayang antar Edgar dan Alel. Andai saja jarak itu seperti rasa sayang, pasti bisa pergi ketempat yang kita suka dengan mudahnya. *seperti hati yang mudah berpindah setelah menemukan kenyamanan yang lainnya*

“Kangen 0110 *simbol Love*”

Itu recent update yang ada dicontact Edgar, itu tulisan orang yang pernah dia sayang, sekaligus yang saat ini sedang dia benci. Seketika melihat recent update dari Alel, semakin membingungkan bagi Edgar. “Apa maksud semua ini?, bukankah dia yang memilih mengakhiri semua itu?” pertanyaan yang menghampiri pikiran Egdar saat itu juga. Menghilangkan sedikit rasa bencinya kepada Alel. “Tapi apa memang dia menyayangiku ?” pertanyaan yang bisa dijawab oleh Alel sendiri, nanti saat dia ada di Indonesia.

“Dek” Awal perbincangan yang terkesan sangat canggung sekali saat Edgar memulai obrolan lewat Blackberry Mesenggernya. Lama sekali, menunggu balasan pesan itu, hanya melihat dan mematikan BB nya, berharap segera di read bukan hanya delivered.

Lampu berwarna merah disudut atas BB pun menyala, ternyata Alel.
“ya mas ada apa?”. Balasan singkat yang diberikan Alel, bingung rasanya. Masih berkecamuk dalam perasaan Edgar mengenai apa yang telah dia lakukan. Datang hanya untuk memberi luka, luka yang masih membekas denga masa lalunya. Ditambahkan lagi dengan luka yang diberikan oleh Alel. Tapi Edgar tidak ingin ada dalam kondisi tersebut. Dia telah dewasa, dia harus bisa menyikapi semua itu.

“Kamu marah sama aku?”. Edgar mencoba pelan dan tidak terkesan ingin mencari keributan. Hanya berharap dia bisa berkomunikasi lagi dengan Alel. Meskipun ada luka yang diberikan.

“enggak kok mas, seharusnya aku yang tanya seperti itu dari kemarin. Hanya aku takut kamu masih menyimpan dendam denganku” dengan emoticon sedih menyertai pesan tersebut.

Cukup membuat tarikan tipis dibibir Edgar bersemi.
“Sebenarnya aku memang sayang kamu, tapi aku gak enak sama Putri. Percaya plis denganku, aku gak ada maksud untuk mempermainkan perasaanmu. Ada saatnya nanti kita bisa bersatu. Percayalah”

Jawaban dari Alel, yang mencoba meyakinkan Edgar kalau apa yang selama ini dia pikirkan tentangnya itu salah. Karena Alel memang menyayangi dia, meskipun bentuk rupa dan segalanya belum tergambar kan dengan jelas diingitan mereka berdua. Hanya foto yang membisu yang mampu menggambarkan kondisi wajah dan senyumannya.

Semakin membuat Edgar bimbang, apa yang terjadi sebenarnya. Apa ini sebuah karma, atau apalah. Persetan dengan semua ini. Dia selalu terbayang dengan kejadian semua ini. Serasa cinta memang gak pernah berpihak pada dirinya.

Setelah mereka berdua bercerita panjang lebar mengenai apa yang terjadi, Edgar akhirnya bisa mengerti. Apa yang dia pikirkan selama ini memang salah. Meskipun hubungan mereka selesai hari itu juga. Tapi rasa itu tidak berhenti sampai saat ini. Alel masih menyimpan perasaan itu, perasaan yang belum saatnya untuk diungkapkan saat ini atau mungkin memang tidak akan pernah ada KITA(aku dan Edgar). Mengingat dia mantan kekasih sahabatnya.

Suatu saat mungkin Alel akan pulang ke Indonesia, dan dia memang sudah berjanji dengan Edgar. Nanti akan pulang untuk menemuinya. Untuk pertama kalinya mempertemukan perasaan yang telah lama terpisahkan jarak dan waktu.

“Kalau pulang jangan lupa bawa oleh2 ya dek :p” canda Edgar pada Alel. Yang ternyata ditanggapi serius oleh Alel.

“Oleh2 apa mas? :D Iya nanti aku bawain kok, tenang aja”
“Apa yaaaa :D terserah deh yang penting ikhlas” dengan emot seperti itulah kesannya jadi seperti semakin lupa akan pernah adanya luka. Dan sekarang hanya ada tawa dan perasaan itu tentunya.

“ Aku gak mau bawain kalau kamu gak ngomong mau minta apa” dengan emot ketus alias ngambek dia membalas chat Edgar

“Emmmm, kalau jam tangan aja gimana?”
“Nah gitu dong, iyaa gampang nanti aku bawain. Asal jamnya dipakek ya” dengan senyuman pesan itu terkirim. Walau hanya senyuman yang fana yang dia dapatkan. Karena hanya emoticon yang mengirimnya.

Beberapa bulan setelah itu, mereka berdua lost contact. Kesibukkan masing-masinglah yang menyebabkan semua itu terjadi. Ditambah lagi BBM Alel tidak aktif karena mahalnya biaya aktifasi BBM di malaysia.

“Wooooiiii” sms yang ada dengan nomor yang tidak tersimpan dengan nama di contact handphonenya. Edgar

Hanya dia abaikan, dan anggap aja orang yang kurang kerjaan.
“Panggilan masuk 08571212171827” Tiba-tiba ada tulisan dilayar ada sebuah panggilan dari nomor yang sedari pagi tadi sms gak jelas. Edgar mencoba menjawab panggilan telpon tersebut.

“siapa ini?” dengan nada sopan dan lembut Edgar menjawabnya. Dan hanya kediaman yang membisulah yang dia terima. Dengan tanpa pikir panjang langsung tertekan tombol merah dikeypad handphonenya.

“Kringgggg” bunyi handphone yang menandakan adanya panggilan telpon yang dia terima. Dan ternyata nomor yang sama yang menghubunginya.

Berbeda dengan respon yang dia berikan saat pertama kali menerima panggilan sebelumnya. Dengan nada ketus Edgar berbicara “ Ini siapa? Tolong kalau gak ada kepentingan jangan telfon !”

“Cieee marah. Hahahahah” jawaban yang seketika membuat Edgar kebingungan. Tapi dia merasakan kalau dia mengenal suara itu. “Ini siapa?”. Berubah lagi menjadi lembut dan menjadi agak penasaran dengan siapa yang ada diujung telpon tersebut.

“Ini aku Alel mas, Wkakakakka” dengan nada bahagia Alel menertawakan Edgar. Karena dia berhasil membuat Edgar menjadi Ketus dan galak.

“Loh kok kamu bisa telpon aku, pakek nomer IM8 lagi. Kamu di Indonesia ya? Sekarang kamu disurabaya? Kok gak ngomong-ngomong sih kalau mau pulang ke Surabaya” Edgar nyerocos gak karuan, iya dia kesal karena kelakuan Alel. Walaupun tidak dipungkiri juga ada rasa senang sekaligus rasa kaget.

“Mas aku di Indonesia sekarang”  jawaban yang sangat menjengkelkan !
“Iya bego aku tahu, tapi km di Surabaya gak?” jawaban yang sontak Edgar berikan dengan nada agak marah-marah nya kucing lagi kawin tapi gak diladenin sama si doi.

“enggak mas, aku ada di Jogja ini”
“Loh ngapain di jogja? Gak ke Surabaya?” Semakin membuat Edgar penasaran, iya karena dia ingin sekali bertatap muka dengan orang yang selama ini hanya mampu dia lihat melalui gambar yang dia kirimkan. Tanpa bisa melihatnya secara langsung apalagi sekedar menyentuh kulit coklatnya.

“enggak mas, aku di UGM sekarang. Aku lomba”

Perbincangan mereka semakin lama semakin membuat rasa untuk bertemu semakin besar. Andai saja saat ini Edgar bisa menyusulnya ke Jogja, pasti dia akan kesana. Tapi percuma, Alel hanya 3 hari di jogja. Tidak akan ada waktu buat mereka bisa bersua dengan lama.

“bagaimana hasilnya? Menang?” Pesan singkat yang Edgar kirimkan untuk menanyakan hasil dari lomba yang Alel ikuti.

“enggak masJ” balasan singkat dari Alel dengan emot senyum yang dia kirimkan, dan Edgar yakin kalau itu adalah Fake Smile

“yaudah sabar ya, mungkin belum waktunya buat kamuJ” hanya bisa menguatkan dia, orang yang pernah hadirkan luka, yang sekarang sudah terlupakan luka itu.

“iya mas makasih ya” jawaban singkat dari Alel. Mengakhiri percakapan malam itu juga.

Sampai saatnya tiba, saat Alel berpamitan pergi kembali ketanah orang lain. Malaysia.

“Mas aku pamit dulu ya, semoga kita bisa bertemu lain waktu. Pesawatnya sebentar lagi take off”
35 menit yang lalu. Dia membuka pesan dari Alel. Edgar terdiam tak mampu berkata kata. Iya dia tidak bisa membohongi rasa ini. Rasa yang sangat menghujamnya sekarang ini. Dia ingin bertemu dengan Alel. Mungkin Alel juga merasakan sebaliknya

“Iya hati-hati ya, kalau udah sampek di Selangor kabarin aku ya :’) sampai bertemu lain waktu. Semoga kita bisa dipertemukan ya :’)”

Saat itu juga pesan yang dia kirimkan tidak kunjung terkirim dan hanya“PENDING”.


Edgar dan 2 Luka

Edgar dan 2 Luka

“Bangs*t lu ya jadi cewe gak tau diri banget. Lu tuh sama aja kayak cewek-cewek yang pakek rok mini dipinggir jalan terus dibayar ! pergi loe sana, gue enek sama tingkah loe !” Kata-kata yang Edgar ucapi, sebelum dia memutuskan untuk pergi dari Putri kekasihnya yang sangt dia cintai. Tapi sayang, Edgar disia-siakan oleh wanita yang tidak tahu diri.

Ternyata dibalik semua perubahan sikap Putri beberapa hari ini adalah karena adanya masa lalunya dia yang datang kembali menawarkan racun yang sudah membuatnya lupa dan sekarang bersama Edgar. Tapi hanya dengan  kata “ Aku kangen kamu, kangen kita dulu bisa jalan bareng”. Ah bangs*t ! itu kata-kata yang sangat lumrah dikatakan saat orang tidak memiliki siapa –siapa setelah dia mencampakkan siapa-siapa yang dimilikinya dulu.

Karena rasa sayang Putri masih untuk masa lalunya itu, dia dengan mudah menerima kehadiran Bram kembali. Walaupun sekarang dia tahu, dia sudah memiliki Edgar. Tapi apa mau dikata, dia lebih memilih Bram yang kembali dari perantauan mencari selimut tetangga.

Edgar mengetahui semuanya dari perubahan tingkah Putri yang diberikan selama beberapa hari ini. Sampai ada yang bilang, ternyata dia kepergok ketemu dengan Bram disalah satu cafe disudutan kota Surabaya.

Putri memiliki sahabat, namanya Alel. Dia teman waktu SMP. Yang sekarang sedang duduk di bangku SMA. Dan sejak perpisahan kelas 9 itulah, dia tidak pernah bertemu lagi dengan Alel. Alel memutuskan untuk ikut kedua orang tuanya, yang sudah terlebih dahulu hidup dinegara tetanngga untuk mencari nafkah. Alel memutuskan untuk melanjutkan studynya di salah satu SMA yang ada di Malaysia. Sekolah yang masih ada dibawah naungan negara Indonesia dan berbasis bahasa indonesia.

Semenjak kejadian sore itu yang dipenuhi dengan segala caci maki dari Edgar. Semenjak itu pula hubungan Putri dan Edgar harus disudahi. Edgar yang tidak terima dengan perilaku dari Putri, lebih memilih untuk pergi daripada harus bertahan penuh dengan kedustaan.

Selama sebulan, mereka menjalin hubungan. Yang isinya hanya keributan. Itu karena perbedaan usia Edgar dengan Putri yang terpaut 2 Tahun. Selama bersama Putri pula lah dia mengenal Alel, sahabat dari Putri yang jauh disana ada ditanah orang lain.

Saat mengetahui kalau mereka berdua mengakhiri hubungannya, Alel mencoba bertanya kepada Edgar. Apa yang terjadi dan menyebabkan semua ini  terjadi. Hanya lewat chatting yang disediakan oleh salah satu sosial media yang lagi ngetrend. Mereka berdua memulai pembicaraan yang sebelumnya tidak pernah mereka berdua lakukan. Yang dulunya hanya sekedar tahu, sekedar chat saat ada Putri disampingnya.

“sabar ya mas, mungkin ini yang terbaik.” Kata penutup yang diberikan oleh Alel untuk Edgar yang sedang mengalami keputusasaan yang begitu mendalam. Kekecewaan yang menerpanya. Semakin membuatnya ada dijurang kehancuran. Entah apa yang dia pikirkan sehingga membuat dia layaknya orang gila saat berhadapan dengan CINTA

“Mas Pin km berapa?”. Sebuah task bar chatting muncul dibawah dengan isi pesan seperti itu. “Ini dek ********”.

Dari situlah mereka mulai sering berkomunikasi, ya hanya dengan sosial media mereka bisa bersua, tanpa tahu bagaimana rupa nya. Karena mereka berdua sama sekali belum pernah ditemukan untuk saling menatap kedua bola mata mereka.

Beberapa bulan setelah putus,  perbincangan yang awalnya hanya untuk menguatkan Edgar supaya bisa lebih kuat menghadapi dan menerima perpisahannya dengan Putri. Karena Putri sekarang telah bahagia dengan Bram. Laki-laki bangs*t yang datang menawarkan racun cinta. Tapi itulah cinta, Coklat rasa tai ayam !. kini berubah menjadi lebih jauh , lebih dekat. Mencoba mengenal kehidupan dan kepribadian Edgar. Mungkin Alel jatuh cinta.

Entahlah, yang Alel rasakan saat ini adalah kenyamanan yang diberikan oeh Edgar. Yang menganggap dirinya adalah adek. Karena usianya sama dengan  Putri, mantan kekasihnya. Mulai menanyakan “Sudah makan?, sudah sholat?” layaknya orang pacaran. Ya mungkin bisa dibilang sudah mulai menjurus menuju suatu kata, yaitu CINTA !

Mereka belum pernah ditemukan satu sama lain. Mungkin karena kekosongan yang sedang menghampiri mereka. Maka dengan mudahnya mereka berdua saling mengisi kekosongan itu. Dengan memberikan rasa yang sedikit lebih daripada seorang kakak dan adek.

“Mas, aku nyaman sama kamu.” Sebuah kata yang membuat Edgar langsung terhenyak seakan tidak yakin dengan apa yang barusan terjadi. Apa mungkin Alel akan mengkhianati sahabtnya ? apa memang ada sahabat yang busuk ?. Pertanyaan yang sangat mengganggu pikiran Edgar.
Tanpa menutupi kemunafikannya, Edgar harus mengakui. Bahwa dengan adanya Alel, dia bisa melupakan Putri yang telah pergi meninggalkannya. Tapi masih ada dalam benak Edgar, apa dia pantas jika dia ada hubungan lebih dari sekedar Teman bersama Alel?.

Putri yang sekarang sudah bahagia, kenapa harus Edgar memikirkan masalah etis atau tidak. “Dek, aku juga nyaman sama kamu”. Sebuah balasan kata yang mungkin akan menimbulkan sedikit tarikan tipis dibibir Alel.

Semenjak mereka mengutarakan perasaan masing-masing. Hubungan keduanya mulai lebih dekat. Mulai ada panggilan sayang untuk sebutan keduanya. Mulai saat itupula tidak disadari timbul rasa sayang. Yang muncul seketika tanpa ada keraguan. Tanpa ada pikiran etis atau tidak.

Jarak antara Edgar dan Alel sangat jauh. Edgar di Surabaya, sementara Alel ada di Malaysia di kota Selangor. Hanya lewat pesan singkat disebuah sosial media yang menghubungkan keduanya. Jarak yang begitu jauh, tapi tidak ada halangan untuk memisahkan keduanya. Serasa hanya 5Cm jarak antara mereka. Meskipun yang terjadi adalah ribuan Kilometer jarak yang memisahkan mereka.

Tapi rasa sayang yang ada didada ini, bisa terasakan meskipun jarak mereka berdua sangat jauh sekali. Disuatu malam, Edgar mengutarakan untuk lebih serius. Untuk meminta kejelasan status mereka berdua.

“Kamu mau jadi pacar aku?” .........  Kata yang tiba-tiba terucap.
“Apa kamu mau pacaran sama aku ? aku kan jauh ada disini. Aku juga gak bakalan jarang pulang. Setahun sekali itupun belum pasti”

Kata-kata yang tiba2 menciutkan nyalinya. Rasanya mungkin penolakan yang akan didapatkan.

“Apapun itu, rasa sayang ini tak akan mampu dihalangi. Meskipun jarak yang jauh membentang yang memisahkan kita”.

“yaudah jalani aja dulu”
4 kata yang menandakan hubungan yang semakin jelas antara keduanya.

Seminggu, ya hanya seminggu mereka menjalin hubungan. Alel memutuskan mengakhirinya, Edgar. Lagi lagi harus merasakan kepahitan. Apa ini rencana Alel sama Putri? Sebuah pertanyaan besar yang lagi-lagi datang difikirannya.
Kalau memang iya, mungkin Edgar akan membenci mereka berdua.

“maaf aku gak enak sama Putri, aku takut dia sakit hati”
‘Persetan lu ! anjing ! bangs*t lu ! sama aja ! murahan !”


Cekcok yang gak abis-abis. Sampai obrolan di BBM tiba-tiba menjadi silang merah. Mengakhiri obrolan mereka saat itu juga !

Saturday, 3 May 2014

Thursday, 1 May 2014

?

?

Kata temen gue sih, ngerokok bisa lepasin beban. Apa bener ?
Butiran putih itu, katanya juga bisa buat nenangin pikiran, tapi rasanya katanya pahit.
Terus aku yang banyak beban ini, harus seperti itu ?
Kalau dicoba gimana ya ?
Gue stress banget sumpah !

Ada yang bisa bantuin gue ?